Editor
KOMPAS.com-Air Zamzam merupakan mata air yang berada di kawasan Masjidil Haram, Makkah, tepatnya di sebelah timur Ka’bah.
Sumber air ini berada sekitar 21 meter dari Ka’bah dan sejajar dengan area antara Multazam dan Hajar Aswad.
Sejak dahulu, Air Zamzam dikenal umat Islam sebagai air yang penuh keberkahan dan memiliki banyak keutamaan.
Keistimewaan Air Zamzam juga dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW dan keterangan para ulama.
Baca juga: 6.804 Galon Air Zamzam Disiapkan untuk Jemaah Haji Kalsel dan Kalteng
Dilansir dari laman MUI, air Zamzam memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan Nabi Ismail AS dan Siti Hajar AS.
Mata air ini terus mengalir dan tidak pernah kering meski diambil oleh jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia.
Karena keutamaannya, jemaah haji dan umrah dianjurkan meminum Air Zamzam saat berada di Tanah Suci.
Air Zamzam juga sering dibawa pulang sebagai oleh-oleh utama dari Makkah untuk keluarga, kerabat, dan tetangga.
Berikut enam keutamaan Air Zamzam berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW dan penjelasan para ulama.
Baca juga: Rahasia Air Zamzam di Masjid Nabawi Tetap Aman Diminum Meski Jauh dari Sumbernya
Salah satu keutamaan Air Zamzam adalah keberkahan yang terkandung di dalamnya.
Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ
Artinya: “Sesungguhnya Air Zamzam adalah air yang diberkahi. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan.” (HR Muslim)
Imam asy-Syaukani dalam kitab Nail al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar menjelaskan bahwa hadis tersebut berisi anjuran untuk meminum Air Zamzam.
Menurut dia, Air Zamzam diminum untuk memperoleh keutamaan dan keberkahan, bukan hanya untuk melepas dahaga.
وَفِي الْحَدِيثِ اسْتِحْبَابُ الشُّرْبِ مِنْ مَاءِ زَمْزَمِ، وَأَنَّ الشُّرْبَ لِلْفَضِيلَةِ لَا لِلْحَاجَةِ
“Dalam hadis tersebut terdapat anjuran untuk meminum Air Zamzam, dan bahwa meminumnya dilakukan untuk memperoleh keutamaan, bukan semata-mata karena kebutuhan.” (Nail al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar [KSA: Dar Ibn al-Jauzi], vol. 9, h. 391)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam meminum Air Zamzam dengan niat dan harapan yang baik.
Air Zamzam juga disebut sebagai air terbaik di muka bumi.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ
“Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan.” (HR At-Thabrani)
Imam ash-Shan’ani menerangkan bahwa keutamaan Air Zamzam bukan terletak pada rasa yang paling segar atau paling manis.
Menurut dia, keutamaan Air Zamzam terletak pada keberkahan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.
قَوْلُهُ: (خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ) لَيْسَ الْخَيْرِيَّةُ مِنْ حَيْثُ الْعُذُوبَةِ، فَإِنَّ غَيْرَهُ أَعْذَبُ مِنْهُ بَلْ مِنْ حَيْثُ بَرَكَتِهِ، وَمِنْ حَيْثُ أَنَّ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْم
“Sabda Nabi: ‘Sebaik-baik air di muka bumi adalah Air Zamzam’, maksud keutamaannya bukan dari sisi rasa yang paling segar atau paling manis, karena ada air lain yang lebih segar darinya. Akan tetapi, keutamaannya terletak pada keberkahannya dan karena di dalamnya terdapat kandungan yang dapat mengenyangkan laiknya makanan.” (At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shagir [Riyadh: Maktabah Dar as-Salam], vol. 6, h. 19)
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa Air Zamzam memiliki kedudukan khusus karena manfaat dan keberkahannya.
Air Zamzam juga disebut sebagai minuman orang-orang saleh.
Dalam riwayat dari Abdullah bin Abbas disebutkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ: صَلُّوْا فِيْ مُصَلَّى الأَخْيَارِ وَاشْرَبُوْا مِنْ شَرَابِ الأَبْرَارِ، قِيْلَ: مَا مُصَلَّى الأَخْيَارِ؟ قَال: تَحْتَ الْمِيْزَابِ، قِيْلَ: وَمَا شَرَابُ الأَبْرَارِ؟ قَالَ: مَاءُ زَمْزَمَ وَأَكْرِمْ بِهِ مِنْ شَرَابٍ
“Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Salatlah kalian di tempat salat orang-orang pilihan dan minumlah dari minuman orang-orang saleh. Lalu beliau ditanya: Apakah yang dimaksud tempat salat orang-orang pilihan? Ia menjawab: Di bawah mizab (talang air Ka’bah). Beliau ditanya lagi: Apakah yang dimaksud minuman orang-orang saleh? Ia menjawab: Air Zamzam. Sungguh ia adalah sebaik-baik minuman.” (At-Thibb an-Nabawi [Beirut: Dar Ibn Hazm], vol. 2, h. 671)
Imam Abu Nu’aim al-Ashfahani meriwayatkan bahwa Air Zamzam merupakan minuman yang mulia dan penuh keutamaan.
Imam Ibn Bathal juga menyatakan bahwa Air Zamzam bukan hanya minuman orang-orang saleh, tetapi juga dapat mengenyangkan dan menjadi sebab kesembuhan atas izin Allah SWT.
يَعْنِي: زَمْزَمُ شَرَابُ الْأَبْرَارِ، وَطَعَامُ طُعْمٍ وَشِفَاءٌ مِنْ سَقَمٍ، وَلَا تُنْزَحُ وَلَا تُذَمُّ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا حَتَّى يَتَضَلَّعَ أَحْدَثَتْ لَهُ شِفَاءً وَأَخْرَجَتْ مِنْهُ دَاءً
“Maksudnya, Air Zamzam merupakan minuman orang-orang saleh, makanan yang mengenyangkan, dan penyembuh dari penyakit. Airnya tidak akan habis ditimba dan tidak pantas dicela. Barang siapa meminumnya hingga kenyang, maka air itu dapat menjadi sebab kesembuhan baginya dan menghilangkan penyakit dari dirinya.” (Syarh Shahih al-Bukhari Ibn Bathal [Riyadh: Maktabah ar-Rusyd], vol. 4, h. 316)
Baca juga: Bacaan Doa Minum Air Zamzam Lengkap: Adab, Manfaat, dan Keutamaannya
Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menggunakan Air Zamzam sebagai sarana pengobatan.
Nabi SAW membawa Air Zamzam di dalam wadah, lalu menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang sedang sakit.
حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِىْ الْأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيْهِمْ
Artinya: “Rasululllah SAW membawa Air zamzam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau lalu menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang tengah sakit.” (HR Al-Baihaqi)
Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar bahwa Air Zamzam memiliki keutamaan sebagai wasilah kesembuhan.
Karena itu, banyak umat Islam meminum Air Zamzam dengan niat memohon kesehatan dan kesembuhan dari berbagai penyakit.
5. Berkhasiat sesuai niat peminumnya
Keutamaan Air Zamzam yang populer adalah manfaatnya sesuai dengan niat orang yang meminumnya.
Rasulullah SAW bersabda:
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
Artinya: “Air Zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya.” (HR Ibn Majah)
Imam asy-Syaukani menjelaskan bahwa redaksi hadis tersebut bersifat umum.
Artinya, Air Zamzam dapat memberi manfaat sesuai niat peminumnya, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
قَوْلُهُ: (مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ) فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ مَاءَ زَمْزَمَ يَنْفَعُ الشَّارِبَ لِأَيِّ أَمْرٍ شَرِبَهُ لِأَجْلِهِ، سَوَاءٌ كَانَ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا أَوْ الْآخِرَةِ. لِأَنَّ مَا فِي قَوْلِهِ لِمَا شُرِبَ لَهُ مِنْ صِيَغِ الْعُمُومِ
“Sabda Nabi SAW: Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan ketika diminum, menunjukkan bahwa Air Zamzam bermanfaat bagi orang yang meminumnya untuk tujuan apa pun yang ia niatkan, baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab kata untuk apa pun dalam sabda sesuai dengan tujuan ketika diminum termasuk bentuk lafaz umum.” (Nail al-Author Syarh Muntaqa al-Akhbar [KSA: Dar Ibn al-Jauzi], vol. 9, h. 391)
Dengan demikian, umat Islam dianjurkan menghadirkan niat yang baik ketika meminum Air Zamzam.
Niat tersebut dapat berupa permohonan ilmu, kesehatan, keberkahan hidup, kemudahan rezeki, atau hajat lain yang baik.
Banyak ulama salaf meminum Air Zamzam untuk berbagai kebutuhan dan harapan besar.
Dengan izin Allah SWT, hajat tersebut kemudian dikabulkan.
Imam an-Nawawi dalam Al-Idhoh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh menyebutkan bahwa para ulama meminum Air Zamzam untuk memohon ilmu, ampunan, kesembuhan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
وَقَدْ شَرِبَ جَمَاعَةٌ مِنَ العُلَمَاءِ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَطَالِبٍ لَهمْ جَلِيلَةٍ فَنَالُوهَا، فَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ الشُّرْبَ لِلْمَغْفِرَةِ أَوِ الْشِّفَاءِ مِنْ مَرَضٍ وَنَحْوِهِ
“Sejumlah ulama telah meminum Air Zamzam untuk berbagai hajat besar mereka, lalu mereka mendapatkannya. Karena itu, disunnahkan bagi orang yang ingin meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan dari penyakit, atau tujuan semisalnya.” (Al-Idhoh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol. 1, h. 401)
Karena itu, seseorang yang meminum Air Zamzam dianjurkan berdoa dan memohon kepada Allah SWT berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.
Imam Ibn Allan menyebutkan bahwa salah satu niat terbaik saat meminum Air Zamzam adalah memohon agar wafat dalam keadaan Islam dan memperoleh kenikmatan memandang wajah Allah SWT tanpa didahului azab.
الْفَوَائِدُ... وَأَهَمُّ مَا يُشْرَبُ لَهُ الْمَوْتُ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَالنَّظَرُ إِلَى وَجْهِ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ غَيْرِ سَابِقَةِ عَذَابٍ، وَقَدْ جَاءَ عَنْ عِدَّةٍ أَنَّهُمْ شَرِبُوهُ لِمَطَالِبَ فَنَالُوهَا
“Di antara faedahnya dan yang paling penting ialah diminum dengan niat agar wafat dalam keadaan Islam serta dapat memandang wajah Allah Ta’ala tanpa didahului azab. Telah diriwayatkan dari sejumlah ulama dan orang saleh bahwa mereka meminumnya untuk berbagai hajat, lalu hajat tersebut dikabulkan.” (Al-Futuhat ar-Rabaniyyah ‘ala al-Adzkar an-Nawawiyah [Kairo: Jam’iyah an-Nasyr wa at-Ta’lif al-Azhariyyah], vol. 5, h. 29)
Berbagai keutamaan tersebut menunjukkan bahwa Air Zamzam bukan air biasa.
Air Zamzam menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang memiliki nilai keberkahan dan manfaat bagi umat Islam.
Karena itu, umat Islam dianjurkan meminumnya dengan penuh keyakinan, adab, dan niat yang baik.
Dengan niat yang benar, Air Zamzam diharapkan menjadi sebab datangnya keberkahan, kesehatan, dan kebaikan dunia serta akhirat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang