Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6.804 Galon Air Zamzam Disiapkan untuk Jemaah Haji Kalsel dan Kalteng

Kompas.com, 29 Mei 2026, 15:43 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin menyiapkan ribuan galon air zamzam bagi jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Seluruh air zamzam tersebut telah berada di gudang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dan siap didistribusikan saat kepulangan jemaah dari Tanah Suci.

Jumlah galon yang disediakan disesuaikan dengan total jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin.

Baca juga: 5 Toko Oleh-oleh Haji Terlengkap di Semarang, Ada Air Zamzam dan Kurma

Distribusi air zamzam juga dipastikan dilakukan secara tertib agar seluruh jemaah menerima hak mereka tepat waktu.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Eddy Khairani mengatakan sebanyak 6.804 galon air zamzam telah disiapkan bagi jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Baca juga: Rahasia Air Zamzam di Masjid Nabawi Tetap Aman Diminum Meski Jauh dari Sumbernya

"Air zamzam sebanyak 6.804 galon saat ini sudah berada di gudang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dan siap untuk didistribusikan saat kepulangan jemaah haji," ujarnya di Banjarbaru, Kamis.

Jumlah Air Zamzam Sesuai Total Jemaah Haji

Eddy menjelaskan jumlah galon air zamzam yang disiapkan disesuaikan dengan jumlah jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin ke Tanah Suci.

Menurut dia, total jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang berangkat pada musim haji tahun ini mencapai 6.804 orang yang terbagi dalam 19 kelompok terbang atau kloter.

Dia mengungkapkan setiap jemaah haji akan menerima satu galon air zamzam dengan isi lima liter.

"Untuk wilayah Kalsel, kami akan antar masing-masing ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kabupaten/kota dan untuk teknis pembagiannya kami akan serahkan sepenuhnya kepada mereka," ujar Eddy yang merupakan Kepala Kanwil Kemenhaj Kalsel.

"Sedangkan untuk wilayah Kalteng, masing-masing kabupaten/kota akan diambil langsung oleh Kemenhaj kabupaten/kota sesuai jumlah jemaah yang berangkat," tuturnya.

Distribusi Air Zamzam Jadi Layanan yang Dinantikan Jemaah

Menurut Eddy, distribusi air zamzam menjadi salah satu bentuk pelayanan yang paling dinantikan jemaah haji dan keluarga mereka sepulang dari Tanah Suci.

Ia menegaskan air zamzam bukan sekadar oleh-oleh dari Arab Saudi, tetapi memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam.

Karena itu, proses distribusi dilakukan secara hati-hati agar seluruh jemaah mendapatkan hak mereka secara merata dan tepat waktu.

Koordinasi Distribusi Air Zamzam Dilakukan dengan Pemda

Kemenhaj Kalimantan Selatan juga memastikan seluruh galon air zamzam yang tiba berada dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai data jumlah jemaah dari masing-masing daerah.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan guna memastikan proses pembagian berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.

"Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan agar proses pembagian berjalan tertib tanpa menimbulkan kendala di lapangan," ujar Edy Khairani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Aktual
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
Aktual
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Aktual
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com