Editor
KOMPAS.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan seluruh layanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang akan tiba di Madinah telah siap, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan kesehatan.
Kepastian tersebut disampaikan usai meninjau sejumlah hotel yang akan ditempati jemaah haji Indonesia di Madinah, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Wamenhaj, tahun ini jemaah reguler Indonesia mendapatkan peningkatan kualitas layanan akomodasi yang signifikan.
Baca juga: 75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
Sebanyak 16.904 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel berbintang empat dan lima yang berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi.
Hotel-hotel tersebut antara lain Millennium, Hilton, Makarem, dan Front Taiba yang selama ini lebih dikenal sebagai akomodasi bagi jemaah haji khusus.
Baca juga: Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
“Ini menjadi salah satu peningkatan layanan yang patut disyukuri. Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan haji Indonesia, puluhan ribu jemaah reguler dapat menikmati hotel berbintang empat dan lima yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi,” kata Wamenhaj.
Menurutnya, peningkatan kualitas akomodasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Hotel-hotel dengan akses terdekat ke Masjid Nabawi akan diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berkebutuhan khusus. Langkah ini sejalan dengan upaya menghadirkan layanan haji yang semakin ramah lansia dan inklusif.
“Kita ingin memastikan kelompok rentan mendapatkan kemudahan akses beribadah serta kenyamanan selama berada di Madinah,” ujarnya.
Selain akomodasi, pemerintah juga menyiapkan layanan pendukung ibadah seperti fasilitasi kunjungan ke Raudhah, pelaksanaan Arbain, serta ziarah ke sejumlah situs bersejarah di Madinah.
“Raudhah difasilitasi oleh Daerah Kerja Madinah. Begitu juga ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, dan lokasi bersejarah lainnya. Semua disiapkan untuk memberikan kemudahan kepada jemaah,” ujar Wamenhaj.
Ia berharap peningkatan kualitas layanan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi jemaah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Pelayanan kepada jemaah harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan berbagai perbaikan yang dilakukan tahun ini bisa memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman bagi jemaah Indonesia,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang