Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah

Kompas.com, 7 Juni 2026, 17:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai memberangkatkan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah.

Pemberangkatan tahap awal dilakukan pada Minggu dengan melibatkan 14 kelompok terbang (kloter) yang membawa sekitar 5.499 jamaah.

Proses pergerakan jemaah berlangsung secara terjadwal sepanjang hari untuk memastikan layanan berjalan tertib dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Baca juga: Cara Download Sertifikat Haji 2026 Menggunakan QR Code di Kartu Nusuk

Selain pengangkutan jamaah, distribusi barang bawaan berupa koper besar juga dilakukan secara terpisah menggunakan armada logistik khusus.

Sebanyak 14 Kloter Diberangkatkan ke Madinah

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal mengatakan, 14 kloter pertama yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah membawa sekitar 5.499 orang.

Baca juga: Wamenhaj: Hampir 17.000 Haji Tempati Hotel bintang 4 dan 5 di Madinah

Fase pendorongan jemaah tersebut dilakukan secara terjadwal mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

"Tidak ada perjalanan malam. Kecuali kalau waktu sampai ke Madinah mungkin malam untuk jemaah yang mulai berangkat dari sini (Makkah) pada sore hari," ujar Ihsan.

Pemberangkatan Mengikuti SOP yang Ketat

Ihsan menjelaskan proses pemberangkatan jemaah dilakukan dengan prosedur operasi standar (SOP) yang ketat.

Sehari sebelum keberangkatan, seluruh dokumen jemaah pada kloter-kloter awal harus sudah disiapkan melalui koordinasi antara petugas sektor dengan pengurus markaz atau syarikah.

"Modelnya sama seperti halnya kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah. Polanya, bus sudah datang ke hotel empat jam sebelum pemberangkatan," kata Ihsan.

Setelah seluruh dokumen selesai diproses, jemaah akan diberangkatkan dari hotel sesuai jadwal yang telah disusun oleh petugas.

Koper Jemaah Dikirim dengan Kendaraan Terpisah

Selain memberangkatkan jamaah, PPIH juga mengatur pengiriman koper besar milik jamaah.

Koper-koper tersebut diangkut secara bersamaan menuju Madinah, namun menggunakan kendaraan logistik yang berbeda dengan bus pengangkut jamaah.

Skema ini diterapkan untuk menjaga kelancaran proses perpindahan jemaah sekaligus memastikan barang bawaan dapat sampai sesuai tujuan.

Daftar 14 Kloter Jemaah Haji yang Berangkat ke Madinah

Adapun 14 kloter jemaah haji yang dijadwalkan berangkat dari Makkah menuju Madinah pada Minggu (7/6/2026) meliputi:

  • JKG 18
  • KJT 21
  • SUB 57
  • JKS 13
  • SUB 58
  • LOP 12
  • SUB 59
  • UPG 22
  • SUB 60
  • BTJ 2
  • PDG 12
  • SOC 44
  • SOC 45
  • SUB 62

Pemberangkatan gelombang kedua jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Madinah akan berlangsung secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun PPIH Arab Saudi.

Dengan penerapan SOP yang ketat, pengaturan transportasi jamaah, serta pengiriman barang bawaan secara terpisah, proses perpindahan jemaah diharapkan berjalan lancar hingga seluruh kloter tiba di Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah dan ziarah sebelum kembali ke Tanah Air.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar