Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026

Kompas.com, 7 Juni 2026, 18:06 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sebanyak 300 mahasiswa-santri atau mahasantri penerima program beasiswa kerja sama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dengan sejumlah perguruan tinggi di Surabaya mengikuti Daurah Aswaja 2026 di Gedung PWNU Jawa Timur, Surabaya, Minggu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan bagi penerima beasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Surabaya.

Selain memperdalam pemahaman tentang Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan dan pengembangan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan.

Baca juga: Nahdlatul Ulama dan Jalan Diplomasi Global, Urgensi LHINU

PWNU Jawa Timur berharap para mahasantri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berorganisasi dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Daurah Aswaja Diikuti 300 Mahasantri dari Kampus Surabaya

Ketua Tim Pengembangan Pendidikan, Sumber Daya Manusia, dan Penelitian (PPSDM) PWNU Jawa Timur Prof Masykuri Bakri mengatakan, program kerja sama beasiswa PWNU dengan berbagai perguruan tinggi pada tahun lalu meloloskan lebih dari 450 penerima beasiswa.

Baca juga: Lirboyo dan Kekuatan Sunyi yang Menggerakkan Nahdlatul Ulama

Namun, Daurah Aswaja 2026 kali ini hanya diikuti oleh 300 peserta yang berasal dari kampus-kampus di Surabaya.

"Kerja sama beasiswa PWNU dengan berbagai kampus tahun lalu (2025) meloloskan 450-an mahasantri penerima beasiswa, tapi Daurah Aswaja 2026 hanya diikuti 300 peserta dari kampus-kampus Surabaya," kata Prof Masykuri Bakri saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, program beasiswa PWNU Jawa Timur pada 2026 diikuti sekitar 250 mahasiswa yang lolos seleksi dari total 603 pendaftar yang memenuhi persyaratan administrasi.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan penerima beasiswa pada 2025 yang mencapai lebih dari 450 orang.

Peserta Daurah Aswaja Didorong Menjadi Pemimpin Indonesia 2045

Prof Masykuri berharap para mahasantri peserta Daurah Aswaja 2026 dapat menjadi pemimpin Indonesia pada 2045 sekaligus agen perubahan yang mengamalkan nilai-nilai Aswaja di lingkungan kampus.

Menurut dia, para penerima beasiswa tidak cukup hanya fokus pada kegiatan akademik, tetapi juga perlu aktif dalam berbagai aktivitas organisasi dan kemahasiswaan.

"Mahasantri itu jangan hanya semata-mata belajar di kampus, tapi juga aktif dalam kegiatan ekstra dan intra kampus. Kalau cuma kuliah itu akan mengalami defisit dalam waktu, prestasi dan leader/kader, karena umumnya orang-orang hebat di negeri ini berlatarbelakang aktivis, padahal dulu tidak banyak program beasiswa seperti sekarang, jadi manfaatkan beasiswa yang ada tapi juga tetap punya program non-pembelajaran," katanya.

Ia menilai pengalaman berorganisasi menjadi sarana penting untuk membentuk karakter, memperluas jaringan pertemanan, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kompetensi yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Prof Masykuri mencontohkan pengalamannya saat menempuh pendidikan tinggi di Malang setelah belajar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Saat itu, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi, mulai dari Pramuka, paduan suara, kepanitiaan, hingga berbagai kegiatan tingkat lokal, regional, dan nasional.

Menurutnya, keterlibatan dalam berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman berharga yang mendukung pengembangan diri dan kemampuan kepemimpinan.

Materi Daurah Aswaja 2026

Daurah Aswaja 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkungan PWNU Jawa Timur dan kalangan akademisi.

Materi pertama disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Timur sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof HM Turhan Yani yang membahas tema Mahasantri NU.

Selanjutnya, Prof Masykuri Bakri menyampaikan materi mengenai Kepemimpinan NU.

Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz memberikan pembekalan bertema Generasi Emas NU Abad Kedua.

Sementara itu, Ketua Aswaja Center PWNU Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin menyampaikan materi mengenai Ke-Aswaja-an.

Melalui kegiatan ini, PWNU Jawa Timur berharap para mahasantri penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pendidikan, tetapi juga memiliki bekal ideologis, kepemimpinan, dan kemampuan sosial yang kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat serta menyongsong Indonesia Emas 2045.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar