Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak

Kompas.com, 8 Juni 2026, 07:25 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Arab Saudi terus menunjukkan ambisinya dalam mendiversifikasi ekonomi di luar sektor minyak. Salah satu langkah terbaru yang menarik perhatian adalah pembangunan kota kopi pertama di Kerajaan yang berlokasi di wilayah Baha.

Proyek yang telah berjalan hampir tiga tahun tersebut dirancang untuk meningkatkan produksi kopi nasional, memperkuat rantai pasok, sekaligus membuka peluang ekspor baru bagi komoditas kopi Arab Saudi.

Menurut laporan Al Arabiya, lebih dari 527.000 bibit kopi telah ditanam di kawasan seluas sekitar 170 hektare. Setelah beroperasi penuh, kota kopi ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 2.000 ton kopi setiap tahun.

Selain meningkatkan produksi, proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 100 lapangan kerja langsung bagi petani, teknisi, dan supervisor. Dampaknya juga akan dirasakan sektor lain seperti logistik, operasional, hingga pemasaran.

Baca juga: Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia

Bagian dari Ambisi Besar Arab Saudi

Petani kopi asal Baha, Mohammed Abbas, mengatakan kota kopi tersebut merupakan bagian dari strategi besar Arab Saudi untuk menjadi pemain penting dalam industri kopi global.

"Kota kopi ini telah dibangun dan beroperasi selama hampir tiga tahun," kata Abbas.

Menurut dia, wilayah Baha selama ini menjadi salah satu pusat pertanian penting di Arab Saudi dan memiliki peran besar dalam memasok kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Ia mengungkapkan pemerintah menargetkan produksi kopi mencapai 10.000 ton per tahun melalui pembangunan enam kota kopi di berbagai wilayah.

"Baha bergerak menuju target produksi tahunan 10.000 ton melalui enam kota kopi," ujarnya.

Abbas menambahkan, empat kontrak pembangunan kota kopi telah diberikan kepada perusahaan lokal maupun internasional, sementara dua proyek lainnya masih dalam tahap tender.

Rumah bagi Ratusan Kebun Kopi

Kota kopi Baha dibangun di kawasan Ma'shouqa yang selama ini dikenal sebagai sentra budidaya kopi Arab Saudi.

Wilayah tersebut memiliki lebih dari 450 kebun kopi dengan sekitar 115.000 pohon kopi yang menghasilkan berbagai varietas premium.

Pemerintah Arab Saudi juga terus membuka peluang investasi baru di sektor kopi melalui dukungan Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian.

Target Tanam 1 Juta Pohon Kopi

CEO dan pendiri bersama Arabic Coffee Institute, Al-Mohanad Al-Marwai, mengatakan pengembangan sektor kopi menjadi bagian penting dari program transformasi ekonomi nasional.

Menurutnya, berbagai program telah diluncurkan untuk memperkuat industri kopi lokal, termasuk pembentukan Asosiasi Kopi Baha yang mendukung petani kecil serta target penanaman satu juta pohon kopi pada 2030.

"Berbagai inisiatif ini membantu memperkuat produksi kopi domestik Arab Saudi, meningkatkan kontribusi sektor kopi terhadap ekonomi nasional, dan mendukung tujuan Saudi Vision 2030," ujarnya.

Tak Sekadar Produksi, Kualitas Jadi Prioritas

Meski produksi terus meningkat, Al-Marwai menilai masa depan kopi Arab Saudi tidak hanya bergantung pada jumlah hasil panen.

Menurutnya, peningkatan kualitas, teknologi pengolahan, pendidikan petani, keberlanjutan lingkungan, dan akses pasar menjadi faktor penting agar kopi Arab Saudi mampu bersaing di pasar global.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pameran, kompetisi, program edukasi, dan kemitraan bisnis telah membantu memperkenalkan kopi Saudi kepada pembeli internasional, roaster, pedagang, hingga pelaku industri kopi dunia.

"Permintaan pasar yang berkelanjutan sama pentingnya dengan peningkatan produksi," katanya.

Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia

Ia menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah menjadikan Arab Saudi tidak hanya dikenal sebagai negara penghasil kopi, tetapi juga sebagai asal kopi premium yang diakui dunia karena kualitas, keaslian, dan inovasinya.

Dengan pembangunan kota kopi pertama ini, Arab Saudi semakin serius menjadikan sektor pertanian dan kopi sebagai salah satu pilar baru ekonomi nasional dalam mewujudkan target besar Visi 2030.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar