Editor
KOMPAS.com – Arab Saudi terus menunjukkan ambisinya dalam mendiversifikasi ekonomi di luar sektor minyak. Salah satu langkah terbaru yang menarik perhatian adalah pembangunan kota kopi pertama di Kerajaan yang berlokasi di wilayah Baha.
Proyek yang telah berjalan hampir tiga tahun tersebut dirancang untuk meningkatkan produksi kopi nasional, memperkuat rantai pasok, sekaligus membuka peluang ekspor baru bagi komoditas kopi Arab Saudi.
Menurut laporan Al Arabiya, lebih dari 527.000 bibit kopi telah ditanam di kawasan seluas sekitar 170 hektare. Setelah beroperasi penuh, kota kopi ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 2.000 ton kopi setiap tahun.
Selain meningkatkan produksi, proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 100 lapangan kerja langsung bagi petani, teknisi, dan supervisor. Dampaknya juga akan dirasakan sektor lain seperti logistik, operasional, hingga pemasaran.
Baca juga: Arab Saudi Hijaukan Gurun dan Lindungi Laut Merah, Ambisi Besar Menuju Visi 2030 Jadi Sorotan Dunia
Petani kopi asal Baha, Mohammed Abbas, mengatakan kota kopi tersebut merupakan bagian dari strategi besar Arab Saudi untuk menjadi pemain penting dalam industri kopi global.
"Kota kopi ini telah dibangun dan beroperasi selama hampir tiga tahun," kata Abbas.
Menurut dia, wilayah Baha selama ini menjadi salah satu pusat pertanian penting di Arab Saudi dan memiliki peran besar dalam memasok kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Ia mengungkapkan pemerintah menargetkan produksi kopi mencapai 10.000 ton per tahun melalui pembangunan enam kota kopi di berbagai wilayah.
"Baha bergerak menuju target produksi tahunan 10.000 ton melalui enam kota kopi," ujarnya.
Abbas menambahkan, empat kontrak pembangunan kota kopi telah diberikan kepada perusahaan lokal maupun internasional, sementara dua proyek lainnya masih dalam tahap tender.
Kota kopi Baha dibangun di kawasan Ma'shouqa yang selama ini dikenal sebagai sentra budidaya kopi Arab Saudi.
Wilayah tersebut memiliki lebih dari 450 kebun kopi dengan sekitar 115.000 pohon kopi yang menghasilkan berbagai varietas premium.
Pemerintah Arab Saudi juga terus membuka peluang investasi baru di sektor kopi melalui dukungan Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian.
CEO dan pendiri bersama Arabic Coffee Institute, Al-Mohanad Al-Marwai, mengatakan pengembangan sektor kopi menjadi bagian penting dari program transformasi ekonomi nasional.
Menurutnya, berbagai program telah diluncurkan untuk memperkuat industri kopi lokal, termasuk pembentukan Asosiasi Kopi Baha yang mendukung petani kecil serta target penanaman satu juta pohon kopi pada 2030.
"Berbagai inisiatif ini membantu memperkuat produksi kopi domestik Arab Saudi, meningkatkan kontribusi sektor kopi terhadap ekonomi nasional, dan mendukung tujuan Saudi Vision 2030," ujarnya.
Meski produksi terus meningkat, Al-Marwai menilai masa depan kopi Arab Saudi tidak hanya bergantung pada jumlah hasil panen.
Menurutnya, peningkatan kualitas, teknologi pengolahan, pendidikan petani, keberlanjutan lingkungan, dan akses pasar menjadi faktor penting agar kopi Arab Saudi mampu bersaing di pasar global.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pameran, kompetisi, program edukasi, dan kemitraan bisnis telah membantu memperkenalkan kopi Saudi kepada pembeli internasional, roaster, pedagang, hingga pelaku industri kopi dunia.
"Permintaan pasar yang berkelanjutan sama pentingnya dengan peningkatan produksi," katanya.
Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia
Ia menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah menjadikan Arab Saudi tidak hanya dikenal sebagai negara penghasil kopi, tetapi juga sebagai asal kopi premium yang diakui dunia karena kualitas, keaslian, dan inovasinya.
Dengan pembangunan kota kopi pertama ini, Arab Saudi semakin serius menjadikan sektor pertanian dan kopi sebagai salah satu pilar baru ekonomi nasional dalam mewujudkan target besar Visi 2030.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang