BANYUWANGI, KOMPAS.com - Seorang jemaah haji asal Banyuwangi, Jawa Timur bernama Syuwandi bin Saji (78), warga Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, meninggal dunia di Tanah Suci setelah mengalami serangan jantung akut.
Jamaah yang tergabung dalam Kloter 84 tersebut mengembuskan napas terakhir pada Minggu (7/6/2026) pukul 23.55 Waktu Arab Saudi (WAS) di King Faisal Hospital, Mekkah.
Berdasarkan laporan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), kondisi kesehatan almarhum mulai menurun sejak 5 Juni 2026.
Saat itu, ia mengalami badan lemas, nafsu makan menurun, serta tekanan darah yang sangat rendah.
"Petugas kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan dan observasi sebelum akhirnya merujuk almarhum ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Syuwandi mengalami ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) atau serangan jantung akut berat akibat penyumbatan pada pembuluh darah koroner.
Selama menjalani perawatan, tim medis telah memberikan terapi trombolitik untuk melancarkan aliran darah ke jantung serta melakukan perawatan intensif di ruang ICU.
Namun, kondisi pasien terus memburuk dan berkembang menjadi syok kardiogenik, yakni kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif sehingga tekanan darah turun drastis dan organ-organ tubuh kekurangan pasokan darah.
"Meski telah mendapatkan penanganan intensif, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," terang Amir.
Amir menyebut, penyakit jantung dan gangguan pernapasan masih menjadi masalah kesehatan yang paling sering dialami jemaah lanjut usia maupun kelompok risiko tinggi selama pelaksanaan ibadah haji.
Hingga 8 Juni 2026, dari total 1.317 jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 hingga 85, sebanyak 401 orang atau sekitar 30,4 persen masuk kategori risiko tinggi dan terus mendapatkan pemantauan kesehatan dari petugas.
Dengan wafatnya Syuwandi, jumlah jemaah haji Banyuwangi yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah menjadi empat orang.
Baca juga: Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Selain kasus kematian, sejumlah jemaah juga sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan Arab Saudi akibat gangguan pernapasan, penyakit jantung, dehidrasi, hingga kelelahan fisik setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Meski demikian, secara umum kondisi kesehatan jemaah haji Banyuwangi masih terkendali.
Sebagian besar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan disebutnya terus berkoordinasi dengan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta petugas kloter untuk memastikan pemantauan kesehatan jemaah, khususnya lansia dan kelompok risiko tinggi, berjalan optimal hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air.
"Kami mengajak masyarakat Banyuwangi untuk mendoakan para jemaah yang masih berada di Tanah Suci agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menyempurnakan ibadah hajinya," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang