Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando

Kompas.com, 11 Juni 2026, 08:16 WIB
Farid Assifa

Penulis

Sumber NU Online

KOMPAS.com – Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang akan digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, diperkirakan dihadiri lebih dari 500 peserta dan peninjau dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan jumlah peserta resmi mencapai lebih dari 300 orang. Jika ditambah peninjau, total kehadiran diperkirakan melampaui 500 orang.

“Iya, insyaallah dihadiri lebih dari 300 peserta. Dengan peninjau, jumlah keseluruhannya diperkirakan lebih dari 500 orang,” kata Gus Ipul dilansir dari NU Online dan dikonfirmasi ulang Kompas.com, Kamis (10/6/2026).

Baca juga: Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Menurutnya, panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan jam’iyah NU tersebut. Persiapan meliputi akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pengamanan peserta.

“Jadi ini memerlukan koordinasi yang baik,” ujarnya.

PBNU Apresiasi Kesiapan Pesantren Al-Falah Ploso

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang dinilai telah melakukan persiapan secara matang sehingga memudahkan koordinasi dengan panitia pusat.

“Kami berterima kasih kepada Pesantren Al-Falah Ploso yang telah melakukan persiapan cukup matang sehingga kami di PBNU lebih mudah untuk melakukan koordinasi,” katanya.

Selain aspek teknis, faktor keamanan menjadi perhatian khusus panitia. Hal itu mengingat peserta Munas dan Konbes terdiri atas para ulama serta pengurus PWNU dari berbagai wilayah, sementara lokasi penginapan dan arena persidangan tidak berada dalam satu kawasan.

“Tentu di samping hal-hal yang kami sebutkan tadi, yang juga penting adalah soal keamanan karena pesertanya terdiri dari para ulama dan PWNU, sementara ada jarak antara lokasi akomodasi dan tempat permusyawaratan,” ujarnya.

Bagian dari Tahapan Menuju Muktamar NU 2026

Gus Ipul menegaskan bahwa pelaksanaan Munas dan Konbes merupakan tahapan penting menuju Muktamar NU 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

“Prinsipnya, sesuai keputusan PBNU, kita melaksanakan Munas dan Konbes menuju Muktamar pada bulan Agustus yang akan datang,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh PCNU dan PWNU untuk mempersiapkan diri secara optimal agar forum tersebut menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan organisasi.

“Kami mengajak seluruh cabang dan wilayah berfokus mempersiapkan diri agar permusyawaratan sebagai forum tertinggi di jam’iyah NU bisa menghasilkan keputusan berkualitas yang mampu menggerakkan jam’iyah ini untuk berperan pada abad keduanya,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes yang tinggal sekitar 10 hari lagi.

Banser hingga Garda Fatayat Siap Amankan Acara

Sementara itu, Koordinator Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Addin Jauharuddin, mengatakan pihaknya telah menggelar sejumlah rapat internal guna memastikan pengamanan berjalan maksimal.

Baca juga: Munas dan Konbes NU 2026 Digelar 20-21 Juni di Pesantren Al-Falah Ploso

Personel pengamanan akan melibatkan unsur Barisan Ansor Serbaguna, Pagar Nusa, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, serta Garda Fatayat.

“Pada prinsipnya kami sudah melakukan rapat internal beberapa kali. Seluruh tim yang diperbantukan dari Banser, Pagar Nusa, Satgas IPNU-IPPNU, dan Garda Fatayat sudah siap membantu melancarkan agenda Munas dan Konbes ini,” ujarnya dilansir dari NU Online.

Addin menegaskan seluruh unsur pengamanan akan bekerja dalam satu komando demi memastikan Munas dan Konbes NU 2026 berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan.

“Prinsipnya satu komando, siap melancarkan dan memastikan tidak ada gangguan apa pun di lapangan selama acara berlangsung,” pungkasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar