Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki

Kompas.com, 11 Juni 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah kehidupan modern yang penuh persaingan, banyak orang mengejar berbagai target duniawi dengan harapan memperoleh kebahagiaan dan ketenangan.

Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru merasa gelisah meski telah memiliki harta, jabatan, atau pencapaian yang diidamkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ketenangan hati tidak selalu berbanding lurus dengan banyaknya nikmat yang dimiliki, melainkan berkaitan erat dengan cara seseorang memandang dan mensyukuri karunia Allah SWT.

Islam mengajarkan bahwa salah satu kunci utama kebahagiaan adalah syukur. Syukur bukan sekadar mengucapkan "alhamdulillah" ketika menerima nikmat, tetapi juga kemampuan menyadari bahwa setiap karunia yang ada dalam hidup berasal dari Allah SWT.

Dengan bersyukur, seseorang akan lebih mudah menerima ketetapan-Nya, terhindar dari rasa iri terhadap orang lain, serta mampu melihat sisi kebaikan di balik setiap peristiwa yang dialami.

Tema syukur menjadi sangat relevan untuk direnungkan oleh kaum Muslimin pada khutbah Jumat kali ini.

Sebab, di tengah berbagai tantangan kehidupan, hati manusia membutuhkan pegangan yang dapat menghadirkan ketenangan dan optimisme.

Melalui khutbah berjudul "Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki", jamaah diajak memahami makna syukur yang sesungguhnya serta bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh keberkahan, kebahagiaan, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib, Jadi Penentu Sahnya Shalat Jumat

Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal terbaik dalam perjalanan hidup manusia menuju kehidupan akhirat yang kekal.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak diri pribadi dan jamaah sekalian untuk merenungkan salah satu nikmat terbesar yang sering terlupakan, yaitu kemampuan untuk bersyukur kepada Allah SWT.

Di zaman yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang mengukur kebahagiaan dari jumlah harta, jabatan, popularitas, atau pencapaian duniawi. Akibatnya, ketika apa yang diinginkan belum tercapai, hati menjadi gelisah, mudah mengeluh, bahkan merasa hidupnya tidak adil.

Padahal Islam mengajarkan bahwa sumber kebahagiaan sejati bukanlah banyaknya nikmat, melainkan kemampuan menyadari dan mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7).

Baca juga: Hukum Tidur Saat Khutbah Jumat, Batal Wudhu atau Tetap Sah?

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ayat ini menunjukkan bahwa syukur bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan jalan untuk memperoleh tambahan keberkahan dari Allah SWT.

Banyak orang mengira bahwa syukur hanya dilakukan ketika memperoleh rezeki besar. Padahal syukur harus hadir dalam setiap keadaan. Saat sehat, kita bersyukur. Saat sakit, kita tetap bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan untuk beribadah dan menggugurkan dosa-dosa.

Saat lapang kita bersyukur. Saat sempit pun kita bersyukur karena Allah masih menjaga iman dan memberi kesempatan untuk bersabar.

Rasulullah SAW bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ

Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya." (HR. Muslim).

Jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu pun baik baginya.

Hadirin yang berbahagia,

Salah satu penyakit hati yang banyak merusak kebahagiaan manusia saat ini adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Media sosial sering kali membuat seseorang merasa hidupnya kurang sempurna. Ketika melihat keberhasilan orang lain, muncul rasa iri, kecewa, bahkan putus asa.

Padahal setiap manusia memiliki jalan hidup yang berbeda-beda.

Ada yang diberi kelapangan harta namun kurang sehat.

Ada yang sehat tetapi memiliki ujian keluarga.

Ada yang berpendidikan tinggi namun belum memperoleh ketenangan batin.

Karena itu, Islam mengajarkan agar kita lebih banyak melihat nikmat yang telah kita miliki daripada terus menghitung apa yang belum dimiliki.

Rasulullah SAW bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ

Artinya: "Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian." (HR. Bukhari dan Muslim).

Nasihat ini bukan untuk menghambat kemajuan, tetapi agar hati tetap terjaga dari kesombongan dan rasa tidak puas yang berlebihan.

Baca juga: Bacaan Doa Khutbah Jumat Lengkap: Pembuka, Penutup, dan Tata Caranya

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Syukur juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mata yang digunakan untuk membaca Al-Qur'an adalah bentuk syukur. Telinga yang dipakai mendengar nasihat adalah bentuk syukur. Harta yang digunakan membantu sesama adalah bentuk syukur.

Sebaliknya, menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat merupakan bentuk pengingkaran terhadap nikmat tersebut.

Para ulama menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga tingkatan.

Pertama, syukur dengan hati, yaitu menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.

Kedua, syukur dengan lisan, yaitu memperbanyak pujian dan dzikir kepada Allah.

Ketiga, syukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan seluruh nikmat sesuai dengan tujuan yang diridhai Allah SWT.

Jika ketiga unsur ini hadir dalam diri seorang mukmin, maka hidupnya akan dipenuhi ketenangan dan keberkahan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Berapa banyak nikmat yang Allah berikan sejak kita bangun tidur hingga saat ini?

Nikmat bernapas tanpa membayar.

Nikmat melihat.

Nikmat mendengar.

Nikmat keluarga.

Nikmat keamanan.

Nikmat iman dan Islam.

Banyak nikmat yang sering terlupakan karena terlalu biasa kita rasakan.

Padahal jika satu saja nikmat itu dicabut, kita akan menyadari betapa berharganya karunia Allah tersebut.

Maka marilah kita memperbanyak syukur dalam kehidupan sehari-hari agar hati menjadi tenang, hidup menjadi berkah, dan nikmat yang Allah berikan semakin bertambah.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada khutbah kedua ini, marilah kita memperkuat tekad untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Jangan sampai kita termasuk golongan yang hanya mengingat Allah ketika membutuhkan pertolongan, namun melupakan-Nya ketika memperoleh kenikmatan.

Syukur yang sejati akan melahirkan pribadi yang rendah hati, tidak mudah mengeluh, tidak mudah iri, serta senantiasa optimis menghadapi kehidupan.

Ketika keluarga kita masih diberikan kesehatan, bersyukurlah.

Ketika masih dapat melaksanakan shalat berjamaah di masjid, bersyukurlah.

Ketika masih diberi kesempatan memperbaiki diri, bersyukurlah.

Karena sesungguhnya banyak orang yang menginginkan nikmat yang saat ini kita miliki.

Mari kita jadikan syukur sebagai karakter utama dalam kehidupan, agar hati kita dipenuhi ketenangan, rumah tangga dipenuhi keberkahan, dan masyarakat dipenuhi semangat saling membantu serta menghargai satu sama lain. 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الشَّاكِرِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ، وَارْزُقْنَا قُلُوبًا قَانِعَةً وَأَلْسِنَةً ذَاكِرَةً وَأَعْمَالًا مُتَقَبَّلَةً.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar