Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menunggu Jadwal Pulang, Jemaah Haji Aceh Perbanyak Ibadah dan Ziarah di Madinah

Kompas.com, 11 Juni 2026, 20:04 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Jemaah haji asal Aceh yang telah tiba di Madinah memanfaatkan masa tunggu kepulangan ke Indonesia dengan memperbanyak ibadah dan mengikuti kegiatan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah Islam.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh menyebut aktivitas tersebut menjadi rutinitas jemaah selama berada di Kota Madinah menjelang jadwal penerbangan pulang ke Tanah Air.

Selain menjalankan ibadah di Masjid Nabawi, jemaah juga mengikuti program city tour yang telah disiapkan oleh syarikah.

Baca juga: Kemenhaj Ungkap Tips Hindari Badal Haji Fiktif, Jangan Tergiur Tarif Murah

PPIH Aceh juga mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian perjalanan hingga kembali ke Indonesia dengan baik.

Jemaah Haji Aceh Isi Waktu dengan Ibadah dan Ziarah

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan para jemaah yang saat ini berada di Madinah memanfaatkan waktu dengan beribadah sekaligus mengikuti kegiatan wisata religi.

Baca juga: Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya

"Para jamaah yang sudah berada di Madinah sambil menunggu kepulangan mereka di sana beribadah dan juga city tour," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Kamis.

Menurut Arijal, kegiatan ibadah jemaah selama di Madinah diisi dengan melaksanakan shalat rawatib di Masjid Nabawi serta memperbanyak doa dan ibadah di Raudhah.

"Kemudian, jamaah haji Aceh juga mengikuti ziarah/city tour yang menjadi program dari syarikah, yaitu ke kebun kurma, Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan Masjid Khondaq," ujarnya.

Mayoritas Kloter Aceh Pulang dari Madinah

PPIH Aceh mencatat sebanyak 13 dari total 14 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Aceh akan dipulangkan melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dalam fase pemulangan gelombang kedua.

Proses pemulangan tersebut dijadwalkan dimulai pada 16 Juni 2026.

Sementara itu, satu kloter jemaah Aceh masuk dalam gelombang pertama dan akan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 15 Juni 2026.

Mobilisasi Jemaah dari Makkah Berlangsung Bertahap

Arijal menjelaskan perpindahan jemaah dari Makkah menuju Madinah telah berlangsung sejak 7 Juni 2026.

Mobilisasi dilakukan secara bertahap menggunakan 10 unit bus setiap hari untuk mengangkut jemaah menuju kota tujuan sebelum kepulangan ke Indonesia.

Hingga saat ini, jumlah jemaah haji Aceh yang telah berada di Madinah mencapai 1.564 orang yang berasal dari empat kelompok terbang, yakni Kloter 2 hingga Kloter 5.

Sementara itu, jemaah dari kloter lainnya masih terus berdatangan ke Madinah sesuai jadwal pergerakan yang telah ditetapkan.

PPIH Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Kepulangan

Di tengah padatnya aktivitas ibadah dan ziarah, PPIH Aceh kembali mengingatkan jemaah agar tidak terlalu banyak beraktivitas di luar hotel.

Jemaah juga diminta memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat guna menjaga stamina menjelang perjalanan pulang ke Tanah Air.

"Kita imbau kepada jamaah Aceh yang saat ini sudah berada di Madinah atau yang masih di Makkah untuk selalu menjaga kesehatan, perbanyak istirahat hingga jadwal kepulangan masing-masing," demikian Arijal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar