Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna Pawai Obor Malam 1 Muharram, Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Kompas.com, 15 Juni 2026, 12:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Pergantian tahun dalam kalender Hijriah yang jatuh setiap 1 Muharram juga dimaknai sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat semangat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Di Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam diramaikan dengan berbagai tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di tengah masyarakat.

Baca juga: 30 Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram dalam Bahasa Jawa Krama dan Artinya

Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah pawai obor yang biasanya digelar pada malam 1 Muharram sebagai bagian dari perayaan menyambut datangnya tahun baru Hijriah.

Tradisi Pawai Obor Menyambut Tahun Baru Islam

Memasuki Tahun Baru Islam 1447 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, umat Islam di berbagai daerah kembali menggelar beragam kegiatan keagamaan dan budaya.

Baca juga: Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Salah satu tradisi yang banyak dilakukan adalah pawai obor pada malam 1 Muharram.

Tradisi ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai simbol penyambutan tahun baru Islam yang penuh semangat dan kebersamaan.

Pawai obor tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan filosofi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Muslim.

Makna Pawai Obor dalam Menyambut 1 Muharram

Pelaksanaan pawai obor pada malam 1 Muharram bukan merupakan bentuk kesyirikan ataupun upaya mengultuskan sebuah perayaan.

Tradisi tersebut digelar sebagai bagian dari syiar Islam untuk menyambut Tahun Baru Hijriah agar gaung Tahun Baru Islam tidak kalah semarak dibandingkan perayaan tahun baru Masehi.

Dalam pelaksanaannya, peserta biasanya mengumandangkan sholawat dan puji-pujian kepada Allah SWT selama pawai berlangsung.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas datangnya tahun baru dalam kalender Islam.

Selain sebagai bagian dari ibadah, pawai obor juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan silaturahmi di tengah masyarakat.

Obor sebagai Simbol Cahaya dan Harapan

Tradisi pawai obor yang digelar pada malam 1 Muharram menyimpan makna simbolis yang mendalam.

Nyala api pada obor melambangkan cahaya, ilmu pengetahuan, dan petunjuk yang menerangi jalan di tengah kegelapan.

Makna tersebut mencerminkan harapan agar umat Islam dapat menjalani tahun yang baru dengan semangat perubahan ke arah yang lebih baik.

Obor juga menjadi simbol tekad untuk terus menuntut ilmu, meningkatkan kualitas diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Wujud Kebersamaan Umat dalam Pawai Obor

Pawai obor biasanya diikuti berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Peserta berjalan bersama sambil melantunkan sholawat dan lagu-lagu bernuansa Islami yang menambah semarak suasana perayaan.

Kemeriahan yang tercipta mencerminkan kebersamaan masyarakat dalam menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah.

Tradisi ini tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di lingkungan masyarakat.

Bagian dari Syiar Islam dan Semangat Memulai Tahun Baru

Lebih dari sekadar perayaan, pawai obor menjadi salah satu cara menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.

Obor yang menyala melambangkan semangat baru untuk melakukan perbaikan diri dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna pada tahun yang akan datang.

Di balik cahaya obor yang menerangi malam, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih baik, hubungan sosial yang semakin erat, serta semangat untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan.

Karena itu, tradisi pawai obor tetap menjadi bagian penting dalam peringatan Tahun Baru Islam dan terus dipertahankan sebagai simbol syukur, persatuan, serta optimisme menyambut tahun baru Hijriah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar