Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan

Kompas.com, 16 Juni 2026, 19:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengingatkan jemaah haji yang telah kembali ke Tanah Air agar disiplin menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setelah tiba di rumah.

Imbauan tersebut disampaikan kepada jemaah haji Debarkasi Padang, Sumatera Barat, usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Masa isolasi mandiri dinilai penting untuk memantau kondisi kesehatan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia.

Baca juga: 85.290 Jemaah Haji Tiba di Indonesia, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

Selain menjaga kesehatan pribadi, langkah tersebut juga bertujuan melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari potensi penularan penyakit tertentu.

PPIH Minta Jemaah Haji Tidak Bepergian Selama 14 Hari

Wakil Ketua PPIH Kesehatan Embarkasi Haji Padang, dr Resnita, mengatakan jemaah haji sebaiknya tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama masa pemantauan kesehatan tersebut.

Baca juga: Haji Pulang Diimbau Tak Langsung Keluyuran, Isolasi Mandiri 14 Hari

"Jadi, jemaah haji setibanya di rumah sebenarnya tidak boleh ke mana-mana dulu selama 14 hari atau melakukan isolasi dan memantau kondisi kesehatannya," kata Resnita di Kota Padang, Selasa.

Menurut dia, apabila dalam kurun waktu dua minggu setelah kepulangan terdapat keluhan kesehatan atau kondisi tubuh menurun, jemaah disarankan segera berkonsultasi ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Ia menegaskan bahwa kedisiplinan menjalankan isolasi mandiri menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jemaah maupun orang-orang di sekitarnya.

Masih Banyak Jemaah Belum Disiplin Jalani Isolasi Mandiri

Resnita mengakui masih ditemukan jemaah yang belum menjalankan anjuran isolasi mandiri selama 14 hari secara disiplin.

Sebagai langkah antisipasi, ia menyarankan jemaah maupun anggota keluarga yang berinteraksi dengan mereka untuk menggunakan masker.

Penggunaan masker dinilai dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit tertentu yang mungkin muncul setelah perjalanan panjang dari luar negeri.

Langkah sederhana tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama selama masa pemantauan pascakepulangan haji.

Jemaah Diminta Perbanyak Minum Air Putih dan Jaga Asupan Gizi

Selain menjalani isolasi mandiri, jemaah haji juga diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kecukupan gizi harian.

Menurut Resnita, kebutuhan cairan tubuh harus tetap diperhatikan setelah menjalani aktivitas ibadah yang padat serta perjalanan yang cukup panjang.

Selain membantu mencegah dehidrasi, konsumsi air putih yang cukup juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.

"Jadi, mengonsumsi air putih ini bisa mencegah dehidrasi atau agar batuknya tidak bronkitis," kata dia.

Pemulangan Haji Debarkasi Padang Hampir Rampung

Hingga Senin (15/6), Kantor Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH setempat mencatat sebanyak 4.294 jemaah haji dan petugas asal Debarkasi Padang telah dipulangkan ke Indonesia.

Jumlah tersebut menunjukkan proses pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Padang hampir selesai.

PPIH bersama Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat saat ini masih menunggu kepulangan tiga kelompok terbang (kloter) terakhir.

Setelah seluruh kloter tiba, proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang pada musim haji 1447 Hijriah akan resmi rampung.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar