Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Layak Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU

Kompas.com, 17 Juni 2026, 16:23 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Menteri Sosial yang juga Sekretaris PBNU, Saifullah Yusuf, menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai salah satu tokoh yang dinilai layak masuk bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama.

Penilaian tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026).

Menurut dia, sejumlah nama mulai muncul dalam pembahasan publik terkait calon Ketua Umum PBNU, termasuk Nasaruddin Umar yang pernah menjabat Katib Aam PBNU.

Baca juga: PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag

Gus Ipul Singgung Tradisi Katib Aam Jadi Ketua Umum PBNU

Gus Ipul mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir terdapat pola yang menunjukkan bahwa Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjabat sebagai Katib Aam.

"Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam," katanya.

Baca juga: PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan

Ia menjelaskan, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Said Aqil Siradj, serta Yahya Cholil Staquf pernah menjabat Katib Aam sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Ipul, Nasaruddin Umar juga memiliki pengalaman serupa karena pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum K.H. Sahal Mahfudh.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

Gus Ipul Pastikan Tidak Maju dalam Pemilihan Ketum PBNU

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Pernyataan itu disampaikan usai rapat koordinasi yang membahas persiapan pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Rapat tersebut dihadiri jajaran PBNU serta panitia tingkat pusat, daerah, dan lokal guna mematangkan seluruh rangkaian agenda kegiatan.

PWNU Jatim Siap Dukung Munas dan Konbes NU 2026

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jatim, Mustainn, mengatakan persiapan kegiatan hampir seluruhnya rampung.

"Intinya, PWNU Jatim siap dukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan," kata Mustainn.

Menurut dia, rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pembukaan Munas dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20-21 Juni 2026.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan napak tilas muassis NU di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada 22 Juni 2026.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan akan ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026 dan direncanakan dihadiri Presiden.

Munas dan Konbes Jadi Ajang Konsolidasi Jelang Muktamar NU

Ketua PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, berharap Munas dan Konbes NU dapat berlangsung lancar serta menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi.

Ia menilai forum tersebut penting untuk memperkuat sistem kepemimpinan Nahdlatul Ulama sesuai nilai dan cita-cita para pendiri organisasi.

"Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama," kata Gus Kikin.

Munas dan Konbes NU 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan berbagai agenda strategis menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan datang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar