Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Buka Kompetisi Film Pendek Islami 2026, Hadiah hingga Rp 10 Juta

Kompas.com, 18 Juni 2026, 09:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar Kompetisi Film Pendek Islami 2026 dengan mengusung tema Keluarga Sakinah-Maslahat.

Ajang ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui media audio visual.

Kompetisi terbuka bagi individu maupun kelompok tanpa batasan usia, suku, dan golongan.

Baca juga: Kemenag Luruskan Pernyataan Menag soal Fir’aun, Sekjen: Jangan Potong Kalimat dan Timbulkan Salah Paham

Pendaftaran serta pengumpulan karya dilakukan secara online mulai 15 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang.

Kemenag Dorong Dakwah Kreatif Lewat Film Pendek

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, mengatakan kompetisi ini merupakan salah satu upaya Kemenag menghadirkan dakwah melalui pendekatan budaya dan media kreatif.

Baca juga: Anggaran Kemenag 2027 Naik Jadi Rp 41,8 Triliun, Revitalisasi Madrasah dan Insentif Guru Non-ASN Jadi Prioritas

“Film merupakan medium yang sangat kuat untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai kehidupan. Melalui kompetisi ini, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menghadirkan inspirasi dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan keluarga,” ujar Muchlis M Hanafi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tema Keluarga Sakinah-Maslahat dipilih karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, berdaya, dan berakhlak mulia.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap individu. Dari keluargalah nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan ditanamkan. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengangkat berbagai cerita inspiratif tentang keluarga yang menghadirkan kemaslahatan bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Syarat dan Ketentuan Kompetisi Film Pendek Islami 2026

Dalam kompetisi ini, peserta diminta membuat film pendek bergenre drama fiksi keluarga dengan durasi 5 hingga 7 menit.

Peserta diberi kebebasan mengembangkan cerita sesuai kreativitas masing-masing selama tetap selaras dengan tema yang ditentukan.

Pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka mulai 15 Juni hingga 31 Juli 2026.

Seluruh karya yang masuk akan dinilai oleh dewan juri untuk menentukan para pemenang.

Hadiah Kompetisi Film Pendek Islami 2026

Panitia menyediakan hadiah bagi para pemenang, yaitu Juara I sebesar Rp10 juta, Juara II Rp7 juta, dan Juara III Rp5 juta.

Selain itu, panitia juga akan memilih satu karya sebagai Juara Favorit berdasarkan jumlah tayangan terbanyak.

Peluang Dakwah Kini Bisa Hadir Melalui Konten Digital

Muchlis menambahkan, perkembangan media digital membuka peluang besar bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menyebarkan pesan-pesan positif melalui karya kreatif.

Menurut dia, dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui mimbar, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai platform digital.

“Hari ini, dakwah juga bisa hadir melalui film, video pendek, dan berbagai konten digital yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kami berharap kompetisi ini melahirkan karya-karya yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman,” lanjutnya.

Ia berharap kompetisi ini bisa menari sineas muda untuk berkreasi dan menghasilkan karya yang bisa menginspirasi banyak orang.

“Kami mengundang para sineas muda, pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi. Setiap orang memiliki cerita yang dapat menginspirasi dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Informasi lengkap mengenai persyaratan dan pendaftaran dapat diakses melalui laman Daftar Kompetisi Film Pendek Islami ‘Keluarga Sakinah-Maslahat’ 2026.

Muchlis berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan karya-karya yang memperkuat ketahanan keluarga Indonesia melalui penyampaian pesan keagamaan yang kreatif dan dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap kompetisi ini dapat melahirkan karya-karya yang mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Ketika pesan keagamaan disampaikan melalui media yang kreatif dan dekat dengan masyarakat, dampaknya akan lebih luas dan lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan,” pungkasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar