Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Nabi Muhammad SAW Mengagumi Iman Umat Muslim yang Hidup Setelah Masanya

Kompas.com, 19 Juni 2026, 15:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Iman menjadi fondasi utama dalam ajaran Islam karena mencakup keyakinan kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab suci, para nabi dan rasul, hari akhir, serta takdir Allah SWT.

Keimanan juga diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah dan penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam salah satu hadis, Nabi Muhammad SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada para sahabat tentang sosok yang memiliki iman paling mengagumkan.

Baca juga: 7 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Berpengaruh dalam Perjalanan Hijrah ke Madinah

Jawaban Rasulullah kemudian menunjukkan betapa besar kedudukan orang-orang yang tetap beriman kepada beliau meskipun hidup setelah masa kenabiannya.

Iman Menjadi Dasar Hubungan Manusia dengan Allah SWT

Dalam Islam, iman tidak hanya berarti meyakini keberadaan dan keesaan Allah SWT, tetapi juga mencakup kepercayaan kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para nabi dan rasul-Nya, hari akhir, serta takdir yang telah ditetapkan Allah SWT.

Baca juga: Kisah Teladan Rasulullah SAW yang Memuliakan Orang Miskin dengan Penuh Kasih

Iman juga diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji. Selain itu, iman mencakup penerapan nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kesetiaan, keadilan, dan kasih sayang.

Keimanan dipandang sangat penting dalam Islam karena menjadi dasar hubungan manusia dengan Allah SWT.

Keyakinan dan praktik keimanan yang kuat diyakini dapat membantu seseorang meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaliknya, ketiadaan iman atau lemahnya keimanan dapat membawa kehidupan yang tidak bahagia di dunia dan berujung pada siksa di akhirat.

Pertanyaan Nabi tentang Orang yang Paling Mengagumkan Imannya

Terkait keimanan tersebut, Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada para sahabat mengenai sosok yang paling mengagumkan imannya.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Apakah kalian mengetahui, siapa yang paling mengagumkan imannya?"

"Imannya para malaikat ya Rasulullah?" jawab para sahabat.

Mendengar jawaban itu, Rasulullah kembali bersabda, "Bagaimana para malaikat tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan perkaranya,".

"Para Nabi, ya Rasulullah," jawab para sahabat.

Rasulullah pun bersabda, "Bagaimana para Nabi tidak beriman, sedang malaikat datang dari langit membawa wahyu (untuk mereka),".

"Sahabat-sahabatmu, ya Rasulullah."jawab para sahabat.

Namun, Rasulullah juga tidak membenarkan jawaban tersebut. Menurut beliau, para sahabat telah menyaksikan langsung mukjizat Rasul dan menerima kabar mengenai wahyu yang diturunkan.

Umat Setelah Masa Nabi Memiliki Iman yang Menakjubkan

Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa orang-orang yang paling mengagumkan imannya adalah mereka yang hidup setelah beliau wafat, tetapi tetap beriman kepadanya meskipun tidak pernah melihat Nabi secara langsung.

Mereka membenarkan risalah yang dibawa Rasulullah dan meyakini mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada beliau tanpa pernah hidup pada masa kenabiannya.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa iman kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian yang sangat penting dalam keimanan seorang Muslim.

Meski Rasulullah telah wafat, keyakinan kepada beliau dan ajaran yang dibawanya tetap harus dipegang teguh oleh umat Islam.

Iman Harus Tercermin dalam Perilaku Sehari-hari

Kepercayaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya berhenti pada keyakinan di dalam hati, tetapi juga harus tercermin dalam tindakan dan perilaku sehari-hari.

Umat Islam dituntut untuk mengikuti ajaran-ajaran yang telah disampaikan Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya.

Dengan menjalankan ajaran dan mencontoh keteladanan beliau, umat Islam diharapkan dapat menjadi pribadi yang mulia serta memperoleh keberkahan dari Allah SWT di dunia dan akhirat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar