Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag dan BI Cetak Kreator Konten Rohis SMA, Untuk Apa?

Kompas.com, 26 Juni 2026, 07:32 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat peran generasi muda Islam sebagai kreator konten yang mampu menyebarkan nilai-nilai keislaman moderat sekaligus meningkatkan literasi ekonomi syariah di ruang digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Training of Trainer (ToT) Youth Content Creator Rohis Indonesia yang digelar di Badung, Bali, pada 23–25 Juni 2026.

Kegiatan hasil kolaborasi Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia ini diikuti pengurus Rohani Islam (Rohis) SMA dan SMK dari 34 provinsi di Indonesia.

Selama tiga hari, para peserta dibekali materi kepemimpinan, literasi digital, ekonomi dan keuangan syariah, strategi komunikasi publik, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten kreatif.

Baca juga: Kemenag Usul Nilai Ketuhanan Masuk RUU Sisdiknas, Guru Agama hingga Pesantren Jadi Sorotan

Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, mengatakan pengurus Rohis memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi penggerak perubahan di tengah derasnya arus informasi digital.

"Pengurus Rohis harus menjadi agent of change, agent of development, dan agent of control. Mereka harus mampu menjadi agen perubahan yang positif, terus mengembangkan kapasitas diri, serta mampu memberikan kontrol terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial," ujar Munir dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, ruang digital kini menjadi medan dakwah sekaligus ruang edukasi yang harus diisi dengan konten-konten keislaman yang moderat, inspiratif, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Munir menilai penguasaan komunikasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelajar.

Dengan kemampuan tersebut, pengurus Rohis diharapkan mampu menghadirkan narasi yang menyejukkan sekaligus menangkal informasi yang tidak bertanggung jawab di media sosial.

Selain memperkuat literasi digital, peserta juga dibekali pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah sebagai bagian dari upaya membangun peradaban Islam yang maju dan berdaya saing.

"Melalui pemahaman yang baik, pengurus Rohis diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi yang bermanfaat kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar," katanya.

Sementara itu, Deputi Direktur DEKS Bank Indonesia, Moh.

Nuryazidi, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat keempat dunia dalam industri ekonomi syariah berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report, di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Baca juga: DPR Setujui Anggaran Kemenag Rp 41,8 Triliun untuk Madrasah dan Insentif Guru

Menurutnya, capaian tersebut harus didukung dengan peningkatan literasi masyarakat, terutama melalui pemanfaatan media sosial yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

"Sekarang kekuatan itu bukan cuma di perusahaan besar atau pemerintah, tapi juga ada di media sosial kalian. Satu konten yang kalian bikin bisa dilihat ribuan bahkan jutaan orang. Dan itu bisa jadi pintu buat orang lain mulai mengerti ekonomi syariah," ujar Nuryazidi.

Ia menambahkan, meningkatnya literasi ekonomi syariah akan mendorong masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menciptakan produk dan inovasi baru.

"Kalau literasi meningkat, efeknya besar sekali: masyarakat bisa naik level dari cuma beli, jadi bikin; dari ikut tren, jadi pencipta tren," lanjutnya.

Menurut Nuryazidi, pengurus Rohis memiliki potensi besar menjadi motor penggerak literasi ekonomi dan keuangan syariah di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Melalui konten kreatif yang mereka produksi, edukasi mengenai gaya hidup halal, kewirausahaan syariah, hingga peluang industri halal nasional dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

Tak hanya mengikuti sesi teori, para peserta juga mendapat kesempatan praktik membuat konten media sosial secara individu maupun kelompok.

Mereka dilatih mengemas pesan-pesan keislaman, literasi syariah, dan nilai-nilai moderasi beragama dalam format yang menarik, kreatif, dan mudah dipahami generasi muda.

Pelatihan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi pengurus Rohis dari seluruh Indonesia untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, dan memperkuat kapasitas kepemimpinan lintas daerah.

Melalui program ini, Kementerian Agama dan Bank Indonesia berharap lahir generasi Rohis yang tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki kecakapan digital, kepemimpinan yang kuat, serta mampu menjadi kreator konten yang menyebarkan narasi Islam moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus memperkuat peran Rohis sebagai motor penggerak kebaikan, inovasi, dan literasi syariah di Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar