Editor
KOMPAS.com – Islamic Dakwah Fund (IsDF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa kesejahteraan para dai dan guru ngaji harus menjadi perhatian bersama. Salah satu kebutuhan mendasar yang dinilai perlu segera dipenuhi adalah kepemilikan rumah layak agar para pejuang dakwah dapat hidup lebih mandiri dan menjalankan tugasnya dengan tenang.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua IsDF MUI Trisna Ningsih Yuliati saat membuka Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP BP Tapera bagi Dai dan Guru Ngaji di SMK Mathla'ul Anwar Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (25/6/2026).
Di hadapan ratusan peserta, Trisna mengajak para dai dan guru ngaji untuk mulai mewujudkan impian memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan keluarga.
Baca juga: IsDF MUI Fasilitasi KPR FLPP bagi Dai dan Guru Ngaji untuk Dapat Rumah Layak
"Kami ingin mengajak kita semua untuk sama-sama mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Rumah yang betul-betul kita huni secara mandiri, di mana kita tidak ikut lagi sama orang tua, tidak ikut anak, dan tidak ikut saudara-saudara. Ini adalah rumah kita sendiri," ujar Trisna dilansir dari situs MUI.
Menurutnya, selama ini banyak dai dan guru ngaji menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk memiliki hunian yang layak. Padahal, mereka merupakan garda terdepan dalam membina umat dan membangun karakter masyarakat.
Karena itu, IsDF MUI memandang dakwah tidak cukup hanya berfokus pada penguatan spiritual umat, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan para pelaku dakwah.
"Ketika seorang dai atau guru mengaji memiliki hunian yang layak, maka ia dapat menjalankan tugas dakwahnya dengan lebih tenang, lebih produktif, dan lebih bermartabat," katanya.
Trisna mengibaratkan rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat tumbuhnya ketenangan keluarga, lahirnya generasi saleh, serta fondasi awal membangun peradaban.
Melalui sosialisasi Program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari BP Tapera, IsDF MUI berupaya membuka akses pembiayaan rumah yang lebih terjangkau bagi para dai dan guru ngaji.
Dalam pelaksanaannya, IsDF MUI menggandeng BP Tapera serta sejumlah perbankan syariah untuk mempermudah proses kepemilikan rumah bagi para pejuang dakwah.
Menurut Trisna, upaya meningkatkan kesejahteraan umat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara lembaga keagamaan, pemerintah, lembaga filantropi, hingga dunia usaha agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
"IsDF MUI hadir sebagai jembatan kolaborasi antara umat, lembaga filantropi, pemerintah, dan dunia usaha agar para dai serta guru ngaji memperoleh akses yang lebih baik terhadap hunian layak," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Trisna mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan para pendidik umat, khususnya yang bertugas di daerah-daerah pelosok.
Baca juga: Tradisi Mappassageena di Hari Asyura, Warga Bugis Berburu Peralatan Rumah Tangga
"Jika selama ini para dai dan guru ngaji telah membangun 'rumah-rumah hati' umat, maka sudah sepatutnya kita bersama-sama membantu mereka memiliki rumah yang layak untuk keluarganya," pungkasnya.
Melalui program ini, IsDF MUI berharap semakin banyak dai dan guru ngaji yang dapat memiliki rumah sendiri sehingga mampu menjalankan dakwah secara lebih optimal sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarganya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang