Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Gunakan Perlengkapan Khusus untuk Prosesi Pencucian Kabah

Kompas.com, 1 Juli 2026, 13:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Arab Saudi menghadirkan perlengkapan khusus untuk prosesi pencucian Kabah 1448 Hijriah melalui kolaborasi antara Institut Seni Tradisional Kerajaan (Wrth) dan Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan prosesi pencucian Kabah sekaligus menampilkan kekayaan seni tradisional Arab Saudi pada salah satu ritual paling sakral dalam Islam.

Seluruh perlengkapan dirancang dengan memadukan fungsi, nilai estetika, dan identitas budaya Arab Saudi agar mendukung pelaksanaan prosesi sesuai standar tertinggi.

Baca juga: Begini Prosesi Pencucian Kabah yang Digelar pada 15 Muharram, Dilakukan dalam Tiga Tahap

Inisiatif ini juga memperlihatkan komitmen Arab Saudi dalam menjaga warisan Islam sekaligus mengembangkan industri seni dan kerajinan tradisional melalui proyek yang memiliki nilai keagamaan dan budaya.

Wrth Rancang Delapan Perlengkapan Pencucian Kabah

Dilansir dari SAudi Gazette, Institut Seni Tradisional Kerajaan (Wrth) berpartisipasi dalam pembuatan perlengkapan prosesi pencucian Kabah 1448 Hijriah melalui kerja sama dengan Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca juga: Raja Salman Tunjuk Pangeran Saud Pimpin Prosesi Pencucian Kabah, Ini Tahapannya

Kolaborasi tersebut memadukan kehormatan melayani Dua Masjid Suci dengan kekayaan seni tradisional Arab Saudi serta menegaskan kehadiran seni tradisional dalam salah satu prosesi paling penting yang berkaitan dengan Kabah.

Desain perlengkapan tersebut terinspirasi dari keindahan kaligrafi Arab, ornamen Islam, dan seni kriya kayu tradisional.

Hasilnya berupa delapan perlengkapan yang memadukan nilai autentik dengan sentuhan desain kontemporer.

Proyek ini juga menunjukkan bahwa seni tradisional mampu berkontribusi dalam berbagai proyek nasional yang memiliki nilai spiritual dan budaya.

Selain itu, karya tersebut mencerminkan kemampuan para peserta didik Wrth yang dipersiapkan untuk terlibat dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan warisan budaya dan sejarah panjang Arab Saudi.

Wrth terus menjalankan misinya memperkuat identitas nasional, melestarikan seni tradisional Arab Saudi, memberdayakan para pelaku seni, serta memperluas eksistensinya di tingkat nasional maupun internasional demi menjaga dan mengembangkan warisan budaya bagi generasi mendatang.

Peralatan Dirancang Sesuai Standar Tertinggi

Otoritas Umum untuk Pengelolaan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terus meningkatkan sistem operasional dan pelayanan bagi Kabah, termasuk dengan menghadirkan perlengkapan khusus untuk prosesi pencucian Kabah.

Seluruh perlengkapan tersebut dirancang sesuai standar kualitas dan ketelitian tertinggi sebagai bentuk perhatian berkelanjutan Arab Saudi terhadap Masjidil Haram sekaligus komitmen menjaga salah satu warisan Islam yang paling agung.

Perlengkapan tersebut dikembangkan melalui kemitraan antara otoritas dan Wrth.

Kolaborasi itu juga mengangkat identitas nasional dalam pelayanan terhadap Dua Masjid Suci sekaligus menampilkan keterampilan seni kriya dan seni tradisional Arab Saudi di salah satu situs keagamaan terpenting di dunia.

Perlengkapan Pencucian Kabah Padukan Fungsi dan Nilai Artistik

Perangkat pencucian Kabah terdiri atas troli layanan yang dirancang khusus, wadah untuk menyiapkan dan menuangkan bahan pencuci, kotak penyimpanan, tempat pembakaran dupa, tempat tisu, serta kain khusus untuk proses pencucian dan pengeringan.

Seluruh perlengkapan tersebut memadukan fungsi praktis dengan nilai artistik melalui ornamen bernuansa Islam, motif khas Arab, dan penggunaan material yang kokoh.

Inisiatif ini menegaskan komitmen otoritas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Masjidil Haram dengan memanfaatkan keahlian nasional serta keterampilan para perajin Arab Saudi.

Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam merawat Dua Masjid Suci sekaligus mendukung target Saudi Vision 2030 melalui penguatan sektor budaya dan industri kerajinan agar semakin berperan dalam berbagai proyek yang memiliki nilai keagamaan dan kebudayaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar