Editor
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bersua dengan bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah yang sangat disucikan di sisi Allah SWT. Momentum Muharram hendaknya tidak hanya menjadi perayaan simbolis, melainkan menjadi kompas yang memandu cara kita menjalani hidup sehari-hari melalui semangat hijrah.
Baca juga: Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Hadirin yang Dimuliakan Allah,
Hakikat hijrah yang sesungguhnya bukanlah sekadar peristiwa sejarah perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, melainkan sebuah proses perubahan diri yang terus berlangsung dengan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:
اَلْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى الله عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Muharram adalah waktu terbaik untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Allah SWT memerintahkan kita dalam Surah Al-Hasyr ayat 18: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)...”.
Ayat ini menegaskan bahwa seorang mukmin tidak boleh menjalani hidup secara spontan, melainkan harus penuh perencanaan demi bekal terbaik menghadap Sang Khalik.
Bagaimana cara kita meninggalkan kemaksiatan dengan konsisten? Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah memberikan tuntunan agar hijrah kita membuahkan hasil:
1. Mencabut Akar Maksiat: Kita harus jujur pada diri sendiri tentang apa pendorong utama maksiat yang kita lakukan, apakah karena cinta dunia, godaan hawa nafsu, atau pengaruh lingkungan yang buruk.
2. Latihan Bertahap namun Konsisten: Jangan menunggu sempurna untuk memulai perubahan. Mulailah dari langkah-langkah kecil secara istiqamah, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.
3. Mencari Lingkungan yang Saleh: Keimanan seseorang sangat dipengaruhi oleh temannya. Berhijrah memerlukan dukungan komunitas yang saling mengingatkan dalam kebaikan.
Jamaah rahimakumullah,
Hijrah adalah perjuangan terus-menerus (jihad) batin untuk menceraikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang membelenggu kita. Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai titik balik untuk berhijrah dari kebiasaan mengambil hak orang lain menuju pribadi yang amanah, serta dari kesalehan ritual saja menuju kesalehan sosial yang bermanfaat bagi sesama.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya agar kita mampu mengisi sisa waktu kehidupan kita dengan sebaik-baik ketaatan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
Hadirin Sidang Jumat yang Dirahmati Allah,
Mengakhiri khutbah ini, mari kita bulatkan tekad untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi pelaku sejarah dengan melakukan perubahan nyata dalam hidup kita. Ingatlah bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Mari kita manfaatkan sisa bulan Muharram ini dengan meningkatkan amal saleh, seperti puasa sunnah dan memperbanyak sedekah.
Baca juga: Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Mari kita tundukkan hati sejenak, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah SWT.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ
وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الذُّنُوْبِ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُرِيْدُ الْخَيْرَ وَيَسْعَى إِلَيْهِ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ
أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ، وَاتَّقُوهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ يُسْرًا، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا تَصْنَعُونَ.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang