Editor
KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah membentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan pada 1-5 Agustus 2026.
Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20-22 Juni 2026.
Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni, menyampaikan penetapan tim tersebut usai Rapat Harian Tanfidziyah di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Amin Said menjelaskan, Ketua Tim Survei adalah Ketua Steering Committee (SC), Kiai Ahmad Said Asrori, sementara Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh.
Penetapan tim survei didasarkan pada keputusan rapat panitia gabungan yang terdiri atas Ketua SC, Sekretaris SC, Ketua Organizing Committee (OC), Sekretaris OC, serta panitia gabungan Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU.
Forum rapat juga memutuskan lima provinsi sebagai kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU sesuai rekomendasi Munas-Konbes.
Tim survei akan meninjau sejumlah pondok pesantren, meliputi Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat;
Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta;
Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon, Jawa Barat;
serta Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.
Selain itu, Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang juga akan disurvei sebagai calon lokasi pembukaan Muktamar.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, tim akan meninjau Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok.
"Ada juga kemungkinan Pondok Pesantren Tambakberas, dengan catatan Tambakberas akan disurvei untuk lokasi pembukaan Muktamar. Kemudian yang kelima ada Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok," jelas Amin Said.
Tim survei dijadwalkan mulai bekerja pada Sabtu dan Ahad (4-5/7/2026). Hasil survei akan dilaporkan dalam Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah yang direncanakan pada Selasa (7/7/2026).
"Insyaallah, pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah tanggal 7 Juli itu sudah bisa diputuskan mengenai lokasi Muktamar yang final," ujar Amin Said.
Selain penetapan lokasi, rapat tersebut juga akan memfinalkan berbagai materi Muktamar Ke-35 NU sebagai tindak lanjut hasil Munas dan Konbes.
Proses finalisasi kepesertaan Muktamar Ke-35 NU masih berlangsung.
PBNU telah menyusun Daftar Peserta Sementara (DPS) berdasarkan surat keputusan yang telah melalui verifikasi dan validasi.
Baca juga: Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
"Selanjutnya, daftar peserta sementara akan dicross check dengan ketua-ketua PW hingga benar-benar dipastikan cabang-cabang dan wilayah yang valid serta telah terverifikasi untuk menjadi peserta Muktamar, kemudian ditetapkan sebagai Daftar Peserta Tetap (DPT)," katanya.
Amin Said menargetkan Daftar Peserta Tetap (DPT) Muktamar Ke-35 NU dapat ditetapkan secara resmi paling lambat pada pertengahan Juli 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang