Editor
KOMPAS.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki cita-cita besar untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Menurutnya, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari upaya mewujudkan layanan haji yang semakin profesional. "Memang mimpi Pak (Presiden) Prabowo untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan prima terhadap jemaah haji. Karena itu merupakan mimpi sebagian besar dari umat Islam Indonesia, formulanya bisa direalisasi oleh Kementerian Haji dan Umrah," ujar Romo Muhammad Syafi'i usai menghadiri Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Lapangan Galaxy Makodau, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).
Rakernas ditutup dengan apel senja yang disemarakkan defile para aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Haji dan Umrah sebagai simbol kesiapsiagaan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Melihat soliditas jajaran kementerian yang baru, Wamenag menilai keputusan Presiden Prabowo memisahkan urusan haji dari Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah yang tepat. "Transisi dari Kemenag ke Kementerian Haji (dan Umrah) seperti pilihan yang sangat tepat, yang dipikirkan (oleh) Presiden RI Prabowo Subianto," katanya.
Baca juga: Evaluasi Haji 2026: Pelayanan Domestik Optimal, di Arab Saudi Perlu Perbaikan
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Azar Simanjuntak menegaskan pihaknya akan mempercepat pembenahan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah secara menyeluruh.
Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen membangun sistem pengawasan yang lebih ketat guna melindungi jemaah, baik dari sisi kualitas pelayanan maupun pengelolaan keuangan.
Untuk penyelenggaraan haji pada musim berikutnya, kementerian telah menyiapkan cetak biru perbaikan layanan yang mencakup pengetatan syarat istitha'ah kesehatan, pembenahan berbagai fasilitas pendukung, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menambahkan, seluruh petugas haji nantinya akan mengikuti pelatihan khusus dengan standar kedisiplinan yang lebih tinggi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. "Semua petugas nanti pasti akan ikut pelatihan.... (mereka) dilatih untuk mempersiapkan agar mereka siap melayani jemaah nanti di musim haji," ujar Dahnil.
Baca juga: Wamenhaj: Transformasi Haji Harus Diiringi Budaya Kerja Baru dan Utamakan Pelayanan Jamaah
Apel penutupan Rakernas turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, serta Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati.
Melalui berbagai langkah pembenahan tersebut, pemerintah berharap kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia terus meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional bagi seluruh jemaah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.