Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Tunggu Waktu Tepat untuk Konfirmasi Kunjungan Delegasi Indonesia Hormati Ali Khamenei

Kompas.com, 8 Juli 2026, 14:19 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah Iran masih menunggu waktu yang tepat untuk mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia ke Teheran.

Delegasi tersebut dijadwalkan memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei setelah rangkaian prosesi pemakaman bagi delegasi asing selesai dilaksanakan.

Menurut Pemerintah Iran, kondisi di lapangan dan pengaturan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum kunjungan dapat dipastikan.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Qom pada Hari Keempat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Iran juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Indonesia mengirimkan delegasi sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan.

Iran Masih Atur Jadwal Kunjungan Delegasi Indonesia

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan pemerintahnya masih menunggu situasi yang tepat untuk mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia ke Iran.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menlu Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

"Kami sedang menunggu situasi yang tepat untuk mengkonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia ke Iran dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Pemimpin Tertinggi Iran," kata Dubes Boroujerdi kepada media di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Upacara Penghormatan dan Solidaritas yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang di Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Boroujerdi menyampaikan hal itu sebagai tanggapan atas laporan mengenai rencana kunjungan Menteri Luar Negeri RI Sugiono ke Iran untuk menghadiri penghormatan terakhir bagi mendiang Ayatollah Khamenei.

Iran Sebut Indonesia Sudah Terima Undangan

Boroujerdi mengatakan Iran telah mengundang Indonesia bersama negara-negara sahabat lainnya sejak beberapa pekan lalu.

Menurutnya, pemerintah Iran menyambut baik keputusan Indonesia yang menerima undangan tersebut dan berencana mengirim delegasi.

Namun, ia menjelaskan sebagian besar agenda penghormatan bagi delegasi asing telah selesai dilaksanakan dan mayoritas delegasi internasional telah kembali ke negara masing-masing.

Karena itu, pemerintah Iran masih menyesuaikan waktu yang tepat agar kunjungan delegasi Indonesia dapat terlaksana.

"Saya berharap kita dapat segera mengonfirmasinya, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan terkait hal itu," kata Boroujerdi.

Ia menambahkan, selama prosesi pemakaman berlangsung seluruh jalur penerbangan Iran sempat ditutup.

Pembukaan kembali akses penerbangan untuk menerima kunjungan delegasi asing, menurutnya, membutuhkan waktu dan pengaturan lebih lanjut.

Belum Ada Konfirmasi dari Teheran

Boroujerdi mengaku belum dapat memastikan kapan pemerintah Iran akan memberikan konfirmasi terkait rencana kunjungan Menteri Luar Negeri RI Sugiono ke Teheran.

"Saya belum tahu pasti, karena saya harus menerima konfirmasi dari ibu kota saya," kata Boroujerdi.

"Tetapi, saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang menunjukkan persahabatannya kepada Republik Islam Iran dan dukungannya melawan rezim Zionis Israel yang memerangi Iran dan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran serta beberapa warga Iran dengan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Iran," ujarnya pula.

Boroujerdi menjelaskan rangkaian upacara pemakaman di Teheran dan Qom telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, jenazah mendiang Ayatollah Khamenei diberangkatkan ke Irak sebelum kembali ke Mashhad untuk menjalani prosesi pemakaman terakhir.

"Jadi, kami berharap Insya Allah kami dapat mengaturnya agar dapat dilaksanakan di Mashhad," demikian kata Dubes Boroujerdi.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar