Editor
KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Muktamar NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengintervensi jalannya Muktamar NU ke-35.
Menurutnya, Presiden memahami tradisi Nahdlatul Ulama dan menghormati mekanisme organisasi dalam memilih kepemimpinan.
Seluruh proses pemilihan Ketua Umum PBNU akan diserahkan sepenuhnya kepada para muktamirin melalui musyawarah.
Baca juga: Jelang Muktamar NU ke-35, Empat Kandidat Ketua Umum Sudah Silaturahmi ke PCNU Palangka Raya
Gus Ipul mengatakan Presiden Prabowo memahami karakter dan tradisi Nahdlatul Ulama, termasuk mekanisme yang berlaku dalam proses pemilihan kepemimpinan organisasi.
Menurut Menteri Sosial tersebut, Presiden juga mengenal para tokoh NU sehingga memberikan kepercayaan penuh kepada forum muktamar untuk menjalankan seluruh proses sesuai aturan organisasi.
Baca juga: Cak Imin Usul Ketum PBNU yang Fresh, Gus Ipul: Bisa Jadi Masukan untuk Muktamar
"Saya kira ya itu, pasti. Presiden tahu betul Nahdlatul Ulama, memahami betul Nahdlatul Ulama, dan Presiden kenal dengan semua tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan akan berlangsung melalui mekanisme musyawarah yang menjadi tradisi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Presiden memberikan kepercayaan kepada muktamirin untuk melakukan musyawarah, untuk melakukan suatu proses sebagaimana yang ada di dalam tradisi Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Karena itu, Gus Ipul memastikan Presiden tidak akan ikut campur dalam proses Muktamar NU ke-35.
"Jadi saya kira benar bahwa Presiden tidak akan turut campur dalam kaitan dengan proses muktamar itu," tegasnya.
Muktamar NU Bahas Kepemimpinan dan Agenda Strategis
PBNU menetapkan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Menjelang pelaksanaan muktamar, PBNU masih melakukan proses verifikasi peserta yang memiliki hak suara dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Selain memilih kepengurusan baru, Muktamar NU ke-35 juga akan membahas berbagai agenda strategis organisasi, di antaranya penyusunan roadmap NU untuk 25 tahun ke depan, penguatan nilai-nilai keulamaan, sistem kaderisasi, transformasi digital, hingga pengembangan ekonomi umat.
Forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kebijakan Nahdlatul Ulama untuk lima tahun mendatang.
Dengan berbagai agenda tersebut, PBNU menegaskan Muktamar NU ke-35 akan tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku, sementara Presiden Prabowo menghormati penuh independensi dan kemandirian NU dalam menentukan kepemimpinan melalui forum muktamar.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Gus Ipul: Presiden Prabowo Tak Akan Intervensi Muktamar PBNU 2026”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang