Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Bulan Safar dalam Kalender Hijriyah, Bulan Dimulainya Hijrah Rasulullah SAW Membangun Peradaban Islam

Kompas.com, 16 Juli 2026, 12:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang memiliki makna penting dalam sejarah Islam.

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, 1 Safar 1448 H bertepatan dengan 15 Juli 2026.

Meski Tahun Baru Hijriah diperingati setiap bulan Muharram, secara historis Rasulullah Muhammad SAW memulai hijrah dari Makkah ke Madinah pada bulan Safar.

Baca juga: Benarkah Dilarang Menikah di Bulan Safar? Ini Penjelasan Hadits dan Pendapat Ulama

Peristiwa tersebut menjadi titik awal lahirnya peradaban Islam sekaligus mengandung banyak pelajaran bagi umat Islam hingga saat ini.

Hijrah Rasulullah SAW Berlangsung pada Bulan Safar

Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Akhmad Arif Rifan, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memulai hijrah dari Makkah menuju Madinah pada 27 Safar tahun ke-14 kenabian, atau sekitar 12–13 September 622 M.

Baca juga: Safar Bukan Bulan Sial, Ini 5 Doa yang Dianjurkan untuk Diamalkan

Menurutnya, banyak masyarakat yang mengaitkan hijrah dengan bulan Muharram karena Muharram menjadi awal kalender Hijriah. Padahal, secara sejarah, perjalanan hijrah Rasulullah SAW berlangsung pada bulan Safar.

Ia menjelaskan penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriah baru dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Muharram dipilih karena menjadi awal tekad kaum Muslim untuk berhijrah setelah Baiat Aqabah, sedangkan peristiwa hijrah terjadi pada bulan Safar.

Tiga Langkah Rasulullah Membangun Peradaban Islam

Sesampainya di Madinah, Rasulullah SAW segera meletakkan fondasi masyarakat Islam melalui tiga langkah utama.

1. Mendirikan Masjid Nabawi

Langkah pertama adalah mendirikan Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, dan pembinaan umat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga menjadi pusat pengambilan berbagai kebijakan yang membangun masyarakat Madinah.

2. Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar

Langkah kedua adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Ikatan persaudaraan tersebut melampaui hubungan darah, suku, maupun status sosial.

Al-Qur'an mengabadikan keteladanan kaum Anshar yang lebih mengutamakan saudaranya meskipun mereka sendiri berada dalam keadaan kekurangan. Semangat ukhuwah inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Islam pada masa awal.

3. Menata Kehidupan Sosial Masyarakat Madinah

Langkah ketiga adalah menyusun perjanjian yang mengatur kehidupan internal umat Islam sekaligus membangun tatanan sosial yang tertib di Madinah.

Perjanjian tersebut menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang damai, adil, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Makna Bulan Safar bagi Umat Islam

Akhmad Arif Rifan menegaskan bahwa datangnya bulan Safar tidak hanya dimaknai sebagai pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Bulan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu diawali dengan keberanian meninggalkan keburukan menuju kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, meneladani hijrah Rasulullah SAW berarti terus memperbaiki diri, menjaga integritas, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan sirah Nabi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, setiap Muslim yang menginginkan kebahagiaan dan keselamatan hendaknya mengikuti petunjuk Rasulullah SAW, mengenal perjalanan hidup beliau, serta meneladani akhlaknya dalam setiap aspek kehidupan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar