Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Pemimpin Jangan Tunduk pada Kepentingan Elite dan Asing

Kompas.com, 17 Juli 2026, 18:06 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, DR. KH. Saad Ibrahim, M.A, mengingatkan bahwa kekuasaan sejatinya merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan secara merdeka dan bertanggung jawab.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh tunduk pada kepentingan elite maupun intervensi asing karena hal itu akan menghilangkan hakikat kekuasaan.

Pandangan tersebut disampaikan dalam tausiah yang ditayangkan melalui kanal tvMu pada Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Ketum Muhammadiyah Sebut Korupsi di Indonesia Sudah Gawat Darurat

Kekuasaan yang Didikte Elite Bisa Kehilangan Makna

Dalam tausiahnya, Saad mengawali pemaparan dengan mengutip pemikiran pembaru Islam Jamaluddin al-Afghani (1838–1897) yang termuat dalam buku Zu’ama’ al-Ishlah fi al-'Ashr al-Hadits karya sejarawan Mesir, Ahmad Amin.

Menurut Saad, penguasa yang bergantung pada kepentingan elite atau campur tangan pihak asing sesungguhnya tidak lagi memiliki kemandirian dalam menjalankan kekuasaan.

Baca juga: KucingMu Resmi Diluncurkan, Cat Lovers Muhammadiyah Kini Bisa Punya KTAM Khusus Kucing

"Penguasa yang tunduk pada kepentingan elite atau intervensi asing sesungguhnya telah kehilangan kekuatan dan kekuasaannya. Keberadaannya hanya bersifat semu dan ia hanya menjalankan kehendak pihak yang memberinya kekuasaan," kutip Saad.

Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kecerdasan berpikir. Kepemimpinan juga harus disertai kedalaman spiritual agar setiap keputusan lahir dari akal yang sehat dan hati yang bersih.

"Ketika keduanya dimiliki, maka seseorang akan menjadi pribadi yang merdeka," ujarnya.

Menurutnya, kemerdekaan berpikir membuat seorang pemimpin tidak mudah didikte oleh kepentingan apa pun selain menghadirkan kemaslahatan.

Kekuasaan Adalah Amanah dari Allah SWT

Saad mengingatkan bahwa manusia memang diberi amanah sebagai khalifah fil ardh, tetapi seluruh kekuasaan pada hakikatnya tetap milik Allah SWT.

"Kekuasaan yang Allah berikan kepada manusia niscaya akan diambil kembali sewaktu-waktu oleh Allah," katanya.

Ia kemudian merujuk pada Surah Ali Imran ayat 26 yang menjelaskan bahwa Allah memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki dan mencabutnya dari siapa pun yang Dia kehendaki.

"Inilah ajaran teologis yang memberikan dimensi penting dalam memahami kekuasaan," jelasnya.

Karena itu, Saad menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah ukuran kemuliaan seseorang. Kemuliaan sejati merupakan anugerah Allah yang dapat diberikan kepada siapa saja.

"Ketika kekuasaan dikelola oleh seseorang yang memiliki pikiran yang cerdas, lalu mampu menimbangnya dengan kedalaman rohani, itulah bentuk kemampuannya dalam melaksanakan amanah," tuturnya.

Politik Harus Berlandaskan Nilai Teologis

Saad mengakui mengelola kekuasaan bukan perkara mudah. Oleh sebab itu, setiap pemimpin harus senantiasa bersandar kepada Allah agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar membawa kebaikan.

"Bukan sekadar formalitas di atas kertas, tetapi juga meresap hingga ke dalam jiwa. Dalam hati, segala urusan senantiasa kita kembalikan kepada Allah," ujarnya.

Ia juga menyebut politik sebagai seni mengelola kekuasaan yang harus dibangun di atas nilai-nilai teologis, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kesadaran menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi.

"Politik yang berdasarkan pada dasar teologis, menghargai orang, dan melaksanakan tugas sebagai khalifah dengan baik. Politik seperti itulah yang akan membawa pada kebaikan," katanya.

Menutup tausiahnya, Saad menegaskan bahwa setiap bentuk kekuasaan, baik dalam lingkup negara, organisasi, maupun keluarga, pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

"Baik kekuasaan makro dalam lingkup negara maupun kekuasaan mikro dalam lingkup organisasi atau keluarga, semuanya memiliki pertanggungjawaban kepada Allah," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Meniup Lilin Ulang Tahun dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama
Hukum Meniup Lilin Ulang Tahun dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Pemimpin Jangan Tunduk pada Kepentingan Elite dan Asing
Kiai Saad Ibrahim Ingatkan Pemimpin Jangan Tunduk pada Kepentingan Elite dan Asing
Aktual
Gus Rozin Menyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar Ke-35 NU
Gus Rozin Menyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Pemkab Jombang Percepat Persiapan Muktamar Ke-35 NU, Fokus Infrastruktur dan Layanan Peserta
Pemkab Jombang Percepat Persiapan Muktamar Ke-35 NU, Fokus Infrastruktur dan Layanan Peserta
Aktual
Gus Ipul Minta Panitia Muktamar Ke-35 NU Percepat Persiapan, Fokus Logistik hingga Pengamanan
Gus Ipul Minta Panitia Muktamar Ke-35 NU Percepat Persiapan, Fokus Logistik hingga Pengamanan
Aktual
Banser Jombang Matangkan Pengamanan Muktamar Ke-35 NU, Siapkan Personel di Titik Strategis
Banser Jombang Matangkan Pengamanan Muktamar Ke-35 NU, Siapkan Personel di Titik Strategis
Aktual
Panitia Muktamar Ke-35 NU Gelar Rapat Perdana, Matangkan Persiapan dan Satukan Arah Kerja
Panitia Muktamar Ke-35 NU Gelar Rapat Perdana, Matangkan Persiapan dan Satukan Arah Kerja
Aktual
Lirik Lagu Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) Kisah Walisongo
Lirik Lagu Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) Kisah Walisongo
Doa Harian
Ayat 1000 Dinar: Tulisan Arab, Latin, Arti & Cara Mengamalkan
Ayat 1000 Dinar: Tulisan Arab, Latin, Arti & Cara Mengamalkan
Doa Harian
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat KUA Berdayakan Ekonomi Umat
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat KUA Berdayakan Ekonomi Umat
Aktual
Waalaikumsalam atau Wa'alaikumussalam? Ini Tulisan Arab & Arti
Waalaikumsalam atau Wa'alaikumussalam? Ini Tulisan Arab & Arti
Doa Harian
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin: Tulisan Arab, Arti & Maknanya
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin: Tulisan Arab, Arti & Maknanya
Doa Harian
50+ Ucapan Ulang Tahun Islami (Barakallah Fii Umrik) Terbaik
50+ Ucapan Ulang Tahun Islami (Barakallah Fii Umrik) Terbaik
Doa Harian
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan (Tata Cara & Bacaan)
Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan (Tata Cara & Bacaan)
Doa Harian
Bacaan Takbiratul Ihram & Doa Iftitah Lengkap (Arab, Latin)
Bacaan Takbiratul Ihram & Doa Iftitah Lengkap (Arab, Latin)
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar