Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Ipul Minta Panitia Muktamar ke-35 NU Percepat Persiapan, Fokus Logistik hingga Pengamanan

Kompas.com, 17 Juli 2026, 16:43 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta seluruh bidang kepanitiaan segera mempercepat persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Agustus 2026.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat kerja perdana OC sebagai langkah awal menyelaraskan program kerja setiap bidang. Persiapan yang dibahas mencakup logistik, pelayanan peserta, hingga sistem pengamanan.

Menurut Gus Ipul, seluruh kebutuhan penyelenggaraan harus dipetakan sejak dini agar pelaksanaan forum tertinggi NU berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Banser Jombang Matangkan Pengamanan Muktamar Ke-35 NU, Siapkan Personel di Titik Strategis

Rapat kerja perdana Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU tersebut digelar di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (16/7/2026) malam.

Pertemuan itu dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Steering Committee (SC), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta pengurus Pondok Pesantren Bahrul Ulum sebagai tuan rumah.

Baca juga: Panitia Muktamar Ke-35 NU Gelar Rapat Perdana, Matangkan Persiapan dan Satukan Arah Kerja

Gus Ipul Minta Setiap Bidang Segera Susun Program Kerja

Gus Ipul mengatakan rapat perdana tidak hanya menjadi forum pembagian tugas, tetapi juga menyamakan arah kebijakan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU.

Ia meminta setiap bidang segera bekerja berdasarkan hasil koordinasi yang telah disepakati agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.

"Setelah ini masing-masing bidang akan bekerja berdasarkan hasil koordinasi yang telah disepakati. Semua kebutuhan dipetakan sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih efektif," ucap Gus Ipul dalam keterangan yang ditulis Tribunjatim.com, Jumat (17/7/2026).

Logistik dan Pelayanan Peserta Jadi Prioritas

Menurut Gus Ipul, panitia telah mulai menginventarisasi berbagai kebutuhan utama, mulai dari penyediaan tempat menginap peserta, layanan konsumsi, lokasi sidang komisi, hingga penentuan kawasan pembukaan Muktamar Ke-35 NU.

"Seluruh fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah," ujarnya melanjutkan.

Selain sarana pendukung, panitia juga menyiapkan skema pelayanan peserta secara terpadu. Pengaturan arus kedatangan, distribusi logistik, hingga mekanisme kepulangan akan disusun agar pelaksanaan muktamar berlangsung tertib dan efisien.

Pengamanan dan Koordinasi Jadi Perhatian

Gus Ipul mengatakan aspek keamanan juga menjadi perhatian utama panitia. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan muktamar, ratusan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan dilibatkan dan ditempatkan di sejumlah titik strategis.

"Jumlah personel yang disiapkan diperkirakan mencapai 200 hingga 400 orang dan akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis," ungkapnya.

Ia menambahkan koordinasi antarpanitia akan dilakukan secara berkala melalui rapat tatap muka maupun pertemuan daring agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.

Menurut Gus Ipul, keberhasilan Muktamar Ke-35 NU membutuhkan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat.

"Sinergi antara panitia, pemerintah daerah, serta seluruh elemen yang terlibat diharapkan mampu menghadirkan pelaksanaan muktamar yang aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul “Jelang Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Gus Ipul Kerahkan Ratusan Banser untuk Pengamanan”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar