Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KucingMu Resmi Diluncurkan, Cat Lovers Muhammadiyah Kini Bisa Punya KTAM Khusus Kucing

Kompas.com, 6 Juli 2026, 20:17 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Para pecinta kucing kini memiliki komunitas baru yang diinisiasi Muhammadiyah melalui peluncuran Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu).

Komunitas ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pecinta kucing, tetapi juga mengusung gerakan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Peluncuran KucingMu turut menghadirkan keunikan berupa Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus untuk kucing, bersamaan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi puluhan kucing peliharaan.

Baca juga: Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya

Melalui program tersebut, Muhammadiyah ingin memperluas dakwah dengan menjangkau komunitas pecinta hewan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan hewan dan lingkungan.

KucingMu Jadi Wadah Baru bagi Cat Lovers Muhammadiyah 

Dilansir dari laman Muhammadiyah, semangat menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin kini diwujudkan tidak hanya melalui kepedulian terhadap sesama manusia, tetapi juga terhadap kesejahteraan hewan.

Baca juga: Muhammadiyah Luncurkan Samsat untuk Layani Bayar Pajak Kendaraan

Semangat tersebut diwujudkan Bidang Kesehatan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Kucing Gratis di halaman Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No. 130 B, Yogyakarta, Ahad (5/7/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Zoonosis Sedunia itu menjadi bagian dari kampanye pendekatan One Health, yaitu konsep yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kader IMM terhadap kesehatan sekaligus kesejahteraan hewan, khususnya kucing sebagai salah satu hewan peliharaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sebanyak 60 Kucing Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan kesehatan kucing gratis terselenggara melalui kolaborasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY.

Kegiatan tersebut juga melibatkan dokter hewan, mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), mahasiswa Teknologi Veteriner UGM, serta kader kesehatan dari Program Studi Farmasi UGM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Sebanyak 60 ekor kucing mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.

Seluruh peserta memperoleh layanan berupa pemeriksaan kesehatan umum (general check-up), konsultasi dengan dokter hewan, pemberian obat cacing, obat kutu, suplemen, hingga pengobatan noninvasif.

Menurut Afghan, menjaga kesehatan kucing bukan sekadar bentuk kasih sayang terhadap hewan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mencegah penularan penyakit dari hewan kepada manusia atau zoonosis.

Pemeriksaan Kesehatan Kucing Gratis dan peluncuran Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) di halaman Gedung Muhammadiyah DIY pada Ahad (5/7/2026).muhammadiyah.or.id Pemeriksaan Kesehatan Kucing Gratis dan peluncuran Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) di halaman Gedung Muhammadiyah DIY pada Ahad (5/7/2026).

KTAM Khusus Kucing Jadi Keunikan KucingMu

Dalam kesempatan tersebut, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY meluncurkan Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) sebagai wadah dakwah bagi para pecinta hewan, khususnya kucing.

Peluncuran KucingMu juga disertai penerbitan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus untuk kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Program tersebut diharapkan menjadi basis pendataan warga Muhammadiyah yang memiliki hewan peliharaan sekaligus menjadi langkah awal membangun gerakan kepedulian terhadap kesehatan hewan di lingkungan Muhammadiyah.

Kucing bernama Messi menjadi penerima pertama KTAM Kucing.

Kucing peliharaan Wakil Ketua PWM DIY, Ridwan Furqoni, itu juga mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Ridwan menyambut baik lahirnya KucingMu dan penerbitan KTAM Kucing karena banyak warga Muhammadiyah yang memelihara hewan, terutama kucing.

Muhammadiyah Perluas Dakwah Lewat Komunitas Pecinta Kucing

Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, mengatakan KucingMu menjadi ruang baru bagi dakwah Muhammadiyah untuk menjangkau komunitas pecinta hewan sekaligus memperluas jangkauan persyarikatan di ruang publik.

“Kami berharap KucingMu dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Ridwan Furqoni mengapresiasi terbentuknya Komunitas Kucing Muhammadiyah.

Menurutnya, komunitas tersebut dapat menjadi sarana menumbuhkan kepedulian warga Muhammadiyah dan umat Islam terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah.

Ia berharap KucingMu tidak hanya menjadi komunitas bagi para pecinta kucing, tetapi juga mampu menginspirasi lahirnya berbagai komunitas dakwah yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arti Masya Allah, Waktu Pengucapan, Dalil Al-Qur'an, dan Penjelasan Ulama tentang Maknanya
Arti Masya Allah, Waktu Pengucapan, Dalil Al-Qur'an, dan Penjelasan Ulama tentang Maknanya
Doa dan Niat
KucingMu Resmi Diluncurkan, Cat Lovers Muhammadiyah Kini Bisa Punya KTAM Khusus Kucing
KucingMu Resmi Diluncurkan, Cat Lovers Muhammadiyah Kini Bisa Punya KTAM Khusus Kucing
Aktual
Kemenag dan KBRI Mesir Bahas Pembenahan Tata Kelola Mahasiswa Indonesia ke Al-Azhar
Kemenag dan KBRI Mesir Bahas Pembenahan Tata Kelola Mahasiswa Indonesia ke Al-Azhar
Aktual
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Pengurusan Fatwa Halal MUI untuk Produk Kripto
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Pengurusan Fatwa Halal MUI untuk Produk Kripto
Aktual
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Berencana Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Berencana Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran LGBTQ Masuk Pendidikan Agama
Kemenag Siapkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran LGBTQ Masuk Pendidikan Agama
Aktual
Evaluasi Haji 2026: Pelayanan Domestik Optimal, di Arab Saudi Perlu Perbaikan
Evaluasi Haji 2026: Pelayanan Domestik Optimal, di Arab Saudi Perlu Perbaikan
Aktual
Doa untuk Ayah dan Ibu yang Sudah Meninggal, Jangan Lupa Dibaca
Doa untuk Ayah dan Ibu yang Sudah Meninggal, Jangan Lupa Dibaca
Doa dan Niat
Kemenhaj: Kepatuhan PPIHU terhadap Regulasi Jadi Kunci Perlindungan Jamaah Haji dan Umrah
Kemenhaj: Kepatuhan PPIHU terhadap Regulasi Jadi Kunci Perlindungan Jamaah Haji dan Umrah
Aktual
Ribuan Warga Padati Pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Serukan Perlawanan terhadap AS dan Israel
Ribuan Warga Padati Pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Serukan Perlawanan terhadap AS dan Israel
Aktual
Menteri PPPA Tekankan Pola Asuh Berbasis Nilai Agama untuk Perkuat Perlindungan Anak
Menteri PPPA Tekankan Pola Asuh Berbasis Nilai Agama untuk Perkuat Perlindungan Anak
Aktual
Ma'ruf Amin Dukung Transformasi Pesantren, Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Ponpes
Ma'ruf Amin Dukung Transformasi Pesantren, Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Ponpes
Aktual
Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya
Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya
Aktual
Wamenhaj: Transformasi Haji Harus Diiringi Budaya Kerja Baru dan Utamakan Pelayanan Jamaah
Wamenhaj: Transformasi Haji Harus Diiringi Budaya Kerja Baru dan Utamakan Pelayanan Jamaah
Aktual
Wamenag Sampaikan Komitmen Pemerintah Hadirkan Madrasah Lebih Baik Lewat Program PHTC
Wamenag Sampaikan Komitmen Pemerintah Hadirkan Madrasah Lebih Baik Lewat Program PHTC
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar