Editor
KOMPAS.com - Pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama enam pemuka agama yang memimpin doa secara bergantian.
Acara tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur atas perjalanan bangsa sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag: Indeks Kesalehan Umat Beragama 84,20 Persen
Masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung dapat menyaksikan kegiatan ini melalui siaran langsung atau live streaming.
Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas, Jakarta, yang sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditayangkan secara daring.
Baca juga: Profil 6 Tokoh Agama yang akan Memimpin Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menyambut Bulan Kemerdekaan dengan mengikuti kegiatan tersebut, baik secara langsung maupun melalui siaran yang disediakan.
“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Jakarta, Sabtu.
YouTube Sekretariat Presiden - KLIK DI SINI
YouTube TVRI - KLIK DI SINI
Youtube BAKOM RI - KLIK DI SINI
Kehadiran enam pemuka agama dalam acara ini menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan, persatuan, dan keberagaman yang tetap terjaga hingga saat ini.
Doa akan dipanjatkan secara bergantian oleh Husni Ismail mewakili umat Islam, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mewakili umat Kristen, Rm. Fransiskus Yance Sengga mewakili umat Katolik, Pinandita Gede Pastika mewakili umat Hindu, Bhikkhu Bhadranatha, Thera mewakili umat Buddha, serta Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili umat Konghucu.
Melalui doa bersama tersebut, seluruh peserta diajak memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan penyertaan-Nya bagi bangsa Indonesia.
Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta kemajuan bangsa.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat persaudaraan, menjaga persatuan di tengah keberagaman, dan menumbuhkan optimisme menyongsong masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang