Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea

Kompas.com, 3 Agustus 2026, 08:29 WIB
Reni Susanti

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com - Atasan dengan sedikit kerut di bagian atas, motif polkadot, hingga sentuhan Korean look menjadi salah satu tren fashion yang sedang digemari kalangan Generasi Z (Gen Z).

Tren tersebut terlihat dari banyaknya koleksi yang dibawa para pelaku usaha fesyen lokal dalam ajang Glam Local Mid Year Sale di Bandung.

Founder Glam Local, Rizky Azhar mengatakan, model atasan dengan detail kerut, leher tinggi, hingga motif polkadot, mulai populer sejak beberapa bulan terakhir dan hingga kini masih banyak diminati pembeli, terutama Gen Z.

"Polkadot itu sudah dari bulan lalu sebenarnya, tapi masih sampai sekarang,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki di Bandung, Sabtu (1/8/2026).

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 10 Warna Paling Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Wajah Auto Cerah

Terinspirasi Korean Look

Menurut Kiki, tren tersebut banyak dipengaruhi gaya busana Korea yang kemudian disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia.

"Kalau Korea lebih terbuka, sedangkan yang kita adaptasi dibuat tangan panjang, lalu bagian bawahnya agak peplum," ujarnya.

Model tersebut juga dirancang mengikuti selera Gen Z yang menyukai busana bergaya kasual dengan tidak terlalu ketat sehingga leluasa digunakan untuk yang mengenakan hijab.

"Market-nya Gen Z. Mereka lebih suka yang playful dan nyaman dipakai," katanya.

Baca juga: 10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan

Padukan dengan Rok atau Kulot

Untuk memadukan atasan beraksen kerut tersebut, Kiki menyarankan memilih bawahan yang lebih longgar agar tampilan tetap seimbang.

"Kalau sudah pakai atasan yang ada kerut-kerutnya, bawahnya lebih bagus yang loose seperti kulot atau rok. Sekarang juga banyak model rok yang lucu untuk dipadukan," ujarnya.

Kiki menilai perkembangan modest fashion juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, modest fashion kini tidak lagi identik dengan segmen tertentu, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari berbagai kalangan, termasuk anak muda.

"Modest fashion itu lebih ke style. Sekarang siapa pun bisa pakai dan trennya memang menuju ke sana. Permintaannya juga tinggi sehingga semakin banyak brand yang mengeluarkan koleksi modest fashion," katanya.

Pantauan Kompas.com, untuk warna masih didominasi hitam, putih, ataupun warna bumi. Untuk warna hijab, para pengunjung menyesuaikan dengan warna pakaian yang dipilih.

Selain motif polkadot, beragam vest juga terlihat cukup mendominasi. Untuk jenis kerudung, yang paling banyak diburu gen Z adalah viscose.

Bandung Jadi Kota dengan Brand Terbanyak

Pada penyelenggaraan Glam Local Mid Year Sale di Bandung, panitia menghadirkan sekitar 160 merek fesyen lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 80 di antaranya merupakan brand yang baru pertama kali mengikuti Glam Local.

Kiki mengatakan hampir 40 persen peserta berasal dari Bandung, sedangkan sisanya datang dari berbagai daerah seperti Makassar, Kalimantan, hingga Medan.

Ia menargetkan jumlah pengunjung mencapai sedikitnya 8.000 orang per hari selama penyelenggaraan acara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar