Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU

Kompas.com, 3 Agustus 2026, 09:37 WIB
Reni Susanti

Editor


BENGKULU, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin memaparkan lima pilar strategis yang dinilai menjadi arah perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, hingga geopolitik global.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Rozin di Bengkulu, Senin (3/8/2026). Menurut dia, sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU perlu terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusinya bagi bangsa dan dunia.

"Lima pilar ini menjadi panduan gerak langkah Jam'iyah agar tetap mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang," ujar Gus Rozin dalam rilisnya, Senin (3/8/2026). 

Baca juga: 30 Hari Jelang Muktamar NU, Survei Insantara: KH Imam Jazuli Teratas

Perkuat Ukhuwah dan Kemandirian

Gus Rozin mengatakan, penguatan ukhuwah nahdliyah menjadi fondasi utama dalam menjaga soliditas organisasi.

Menurut dia, persatuan pemikiran (fikrah) dan gerakan (amaliyah) dari tingkat ranting hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan organisasi.

Selain itu, NU juga perlu memperkuat kemandirian melalui optimalisasi potensi ekonomi dan sumber daya yang dimiliki warga.

"Kemandirian finansial dan tata kelola organisasi yang profesional menjadi prioritas agar NU dapat menjalankan misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan secara independen dan berkesinambungan," katanya.

Baca juga: Sejarah dan Daftar Lokasi Muktamar NU 1926-2026

Mitra Kritis Pemerintah

Pada pilar ketiga, Gus Rozin menegaskan posisi NU sebagai bagian dari masyarakat sipil (civil society) yang berperan sebagai shohibul hukumah atau mitra strategis pemerintah.

Menurut dia, NU akan terus mendukung kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, sekaligus memberikan masukan dan kontrol sosial secara konstruktif.

"NU mendukung penuh kebijakan publik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat, seraya tetap konsisten memberikan masukan, koreksi, dan kontrol sosial yang konstruktif," ujarnya.

Modernisasi Pendidikan hingga Peran Global

Gus Rozin juga menekankan pentingnya modernisasi sistem pendidikan di lingkungan NU, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi.

Ia mengatakan, sistem pendidikan yang terintegrasi perlu menggabungkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, wawasan kebangsaan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencetak generasi yang mampu bersaing secara global.

Selain itu, ia menilai kiprah internasional NU merupakan bagian dari sejarah organisasi yang perlu terus diperkuat.

Menurut Gus Rozin, diplomasi Komite Hijaz menjadi bukti bahwa NU sejak awal telah memiliki peran dalam percaturan dunia.

"Ke depan, NU terus berkomitmen memperkuat diplomasi perdamaian dunia dan menggemakan Islam Rahmatan lil 'Alamin di kancah internasional," katanya.

Ia berharap lima pilar tersebut dapat menjadi pijakan bagi NU untuk terus memperkuat perannya sebagai organisasi yang menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar