Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam

Kompas.com, 6 Agustus 2026, 09:11 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com - Berdoa sering dianggap sebagai pelengkap ibadah, sesuatu yang baru diingat ketika ada masalah atau musibah. Padahal, dalam ajaran Islam, doa memiliki kedudukan yang jauh lebih dalam.

Doa adalah bukti bahwa manusia benar-benar membutuhkan Allah SWT dalam setiap tarikan napasnya.

Hal ini diulas dalam jurnal berjudul "Konsep Doa dalam Perspektif Islam" karya Zhila Jannati dan Muhammad Randicha Hamandia dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang serta (JKPI, 2022) serta "Doa dalam Perspektif Al-Qur'an" karya Mursalim (Jurnal Al-Ulum, 2011).

Baca juga: Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dua Alasan Mengapa Manusia Harus Berdoa

Terdapat dua faktor yang mendorong manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa.

Pertama, dari sisi kebesaran dan keagungan Allah SWT. Allah memiliki sifat kesempurnaan atas segala sesuatu, termasuk kekuasaan penuh atas diri manusia.

Karena itu, siapa pun yang beriman kepada-Nya pasti akan senantiasa bergantung dan membutuhkan-Nya.

Kedua, dari sisi manusia itu sendiri. Sebagai makhluk, manusia memiliki naluri untuk merasa senang dan susah, gembira dan sedih, takut dan berharap.

Karena itulah manusia sesungguhnya membutuhkan sandaran yang mutlak kuat, yang mampu menolongnya dan menghilangkan rasa cemas. Tidak ada yang bisa melakukan itu selain Allah SWT.

Doa sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu doa Ihtiyaj, yaitu doa yang lahir dari rasa membutuhkan Allah SWT, dan doa Ubudiyah, yaitu doa sebagai wujud pendekatan diri dan penghambaan kepada-Nya.

Baca juga: Bolehkah Berdoa dengan Kata-Kata Sendiri Saat Shalat? Ini Penjelasannya dari Berbagai Mazhab

Delapan Keutamaan Doa Berdasarkan Hadits

Selain menjelaskan alasan teologisnya, jurnal ini merangkum sejumlah keutamaan doa yang bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW:

1. Doa adalah ibadah, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi.

2. Doa adalah sesuatu yang mulia—"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa" (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

3. Doa menjadi tabungan amal di akhirat dan dapat menghapus dosa, selama doa itu tidak diminta untuk kemaksiatan, memutus silaturahmi, atau dipanjatkan dengan sikap terburu-buru (HR. Tirmidzi).

4. Doa adalah perisai orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi (HR. Al-Hakim).

5. Doa dapat menjauhkan diri dari kejahatan, selama doa itu tidak membawa dosa atau memutus kasih sayang (HR. Tirmidzi).

6. Doa mampu menolak qadha—"Tidak akan menolak qadha melainkan doa" (HR. Tirmidzi, Ath-Thahawi, dan lainnya).

7. Doa dapat meredam murka Allah SWT—sebaliknya, siapa yang tidak pernah berdoa justru berisiko mendapat kemurkaan-Nya (HR. Ibnu Majah).

8. Doa dapat mengubah keadaan, baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Doa, Bukti Kedekatan dengan Sang Pencipta

Doa sejatinya adalah bentuk komunikasi manusia dengan Allah SWT, bagaimana cara kita memohon, mengungkapkan harapan, sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya.

Orang yang senantiasa berdoa, tanpa menunggu datangnya masalah, adalah orang yang benar-benar menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan apa pun selain dari Allah SWT.

Karena itu, doa semestinya bukan sekadar "tombol darurat" yang ditekan saat kesulitan datang, melainkan kebiasaan yang terus dijaga, baik dalam suka maupun duka, sebagai bentuk penghambaan yang tulus kepada Sang Pencipta.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar