Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?

Kompas.com, 12 Agustus 2026, 12:39 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagian orang saat ini memandang pernikahan sebagai perwujudan rasa takut dan kekhawatiran. Fenomena sosial ini dikenal dengan istilah marriage is scary. 

Ketakutan untuk menikah dapat muncul karena berbagai faktor.

Seseorang mungkin khawatir tidak mampu menjalankan tanggung jawab sebagai pasangan, takut salah memilih, atau cemas terhadap kondisi finansial yang dialami setelah berumah tangga. 

Baca juga: Kemenag Edukasi Wedding Organizer soal Syariat dan Regulasi Pernikahan Lewat Nikah Fest 2026

Kondisi lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi pandangan seseorang terhadap pernikahan.

Berita sosial media mengenai perceraian, berbagai konflik dalam rumah tangga, dapat menjadi pemicu pandangan mengerikan terhadap pernikahan. Seseorang dapat merasa pernikahan merupakan suatu yang rumit dan penuh permasalahan. 

Mengapa Pernikahan Bisa Terasa Sangat Menakutkan? 

Dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji yang diselenggarakan Muhammadiyah, fenomena ini turut dibahas.

Ketakutan menikah di kalangan generasi muda dapat dipengaruhi trauma masa lalu, paparan berita perceraian di media sosial, serta kekhawatiran finansial dan sosial. 

Pernikahan dalam Pandangan Islam

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١

Artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Baca juga: 200 Caption Pernikahan yang Aesthetic, Romantis, dan Penuh Makna

Islam memandang pernikahan bukan hanya sebagai hubungan antara dua orang, melainkan ikatan yang memiliki tanggung jawab yang besar.

Ayat di atas menggambarkan bahwa pernikahan sebagai hubungan yang menghadirkan ketenteraman, kasih sayang, dan cinta antara pasangan. 

Pengingat untuk Mempersiapkan Diri

Perasaan takut yang dialami seseorang bukan berarti penolakan terhadap pernikahan.

Kekhawatiran dalam batas tertentu dapat menjadi kesempatan untuk mengenali kesiapan diri.

Seseorang dapat bertanya kepada diri sendiri apakah sudah memahami tanggung jawab dalam rumah tangga, mampu berkomunikasi dengan pasangan, serta siapkah kompromi terhadap perbedaan dan permasalahan yang akan muncul. 

Dalam Kajian Muhammadiyah, kesiapan tidak hanya berkaitan dengan kondisi finansial.

Pernikahan selain membutuhkan kesiapan finansial juga memerlukan kematangan mental, emosional, dan spiritual.

Dengan demikian, menikah bukan sekadar menemukan orang yang tepat, melainkan mempersiapkan diri agar mampu menjadi pasangan yang baik dan menjalankan tanggung jawab dalam keadaan kehidupan rumah tangga. 

Ajaran Islam tentang Keluarga Sakinah

Konsep mawaddah wa rahmah menurut ajaran Islam adalah cinta dan kasih sayang.

Firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 21 bahwa Dia menjadikan di antara pasangan rasa kasih dan sayang.

Keluarga diharapkan menjadi tempat bagi suami dan istri untuk saling mendukung. Dalam kajian Muhammadiyah, keluarga sakinah ditempatkan sebagai salah satu tujuan penting dalam kehidupan rumah tangga.

Keluarga dibangun dengan cinta, kasih sayang, dan kesetaraan. Hubungan suami istri bukan hanya persoalan pembagian peran, tetapi juga tentang kerja sama dalam menghadapi persoalan dan mewujudkan kemaslahatan keluarga. 

Baca juga: Fenomena Marriage is Scary, Angka Pernikahan Terus Menurun

Dari Marriage is Scary Menjadi Marriage is Happines

Ketakutan terhadap pernikahan tidak perlu diabaikan, tetapi juga tidak seharusnya membuat seseorang memandang pernikahan sebagai sesuatu yang pasti membawa penderitaan. 

Fenomena marriage is scary ini diharapkan dapat dijawab dengan edukasi, kesiapan mental, pemahaman agama, dan ilmu membina rumah tangga.

Bekal tersebut diharapkan tidak memandang pernikahan sebagai hal yang menakutkan, tetapi sebagai perjalanan ibadah yang dijalani  bersama. 

Pada akhirnya, pernikahan memang tidak menjanjikan kehidupan tanpa masalah.

Namun, dengan kesiapan dan pemahaman yang baik, pasangan dapat belajar menghadapi persoalan, mencari titik temu, serta saling menguatkan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Sebagaimana pesan dalam kajian tersebut, harapannya bukan lagi marriage is scary, melainkan marriage is happiness.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Aktual
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
Aktual
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Aktual
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Aktual
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Aktual
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Aktual
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Aktual
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Aktual
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
Aktual
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Aktual
Salam Lintas Agama Kembali Disampaikan Delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB
Salam Lintas Agama Kembali Disampaikan Delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB
Aktual
Arab Saudi Buka Jalan Baru di Mekah, Bisa Pangkas Waktu Tempuh hingga 90 Persen
Arab Saudi Buka Jalan Baru di Mekah, Bisa Pangkas Waktu Tempuh hingga 90 Persen
Aktual
Cara Taubat agar Diterima Allah SWT, Ini 3 Syarat Taubatan Nasuha
Cara Taubat agar Diterima Allah SWT, Ini 3 Syarat Taubatan Nasuha
Aktual
Bedah Kitab Nashaihul Ibad, Ketua MUI Bidang Fatwa Ingatkan Pentingnya Adab Sebelum Ilmu
Bedah Kitab Nashaihul Ibad, Ketua MUI Bidang Fatwa Ingatkan Pentingnya Adab Sebelum Ilmu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar