KOMPAS.com — Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, diperkirakan bakal diramaikan lebih banyak kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dibandingkan muktamar sebelumnya.
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyebut, sejauh ini terdapat sekitar enam hingga tujuh kandidat yang berpotensi maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
Jumlah tersebut, menurut Ulil, lebih banyak dibandingkan kandidat yang muncul pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung.
Banyaknya kandidat dinilai memberikan lebih banyak pilihan bagi muktamirin dalam menentukan pemimpin NU untuk periode berikutnya.
"Ini menunjukkan kegairahan tokoh-tokoh NU untuk memperbesar organisasi," ujar Ulil.
Baca juga: NU Pertimbangkan Larang Semua Pengurus Harian Rangkap Jabatan
Menurut Ulil, munculnya sejumlah kandidat merupakan bagian dari dinamika yang positif dalam organisasi. Para muktamirin nantinya memiliki kesempatan menentukan sosok yang dianggap tepat memimpin PBNU.
Di tengah munculnya sejumlah kandidat, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 juga masih belum diputuskan.
Ulil mengatakan, terdapat sejumlah usulan perubahan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang berkaitan dengan metode pemilihan Ketua Umum PBNU.
Salah satu yang menjadi pembahasan adalah apakah Ketua Umum PBNU akan dipilih langsung oleh muktamirin atau melalui Rais Aam yang terpilih.
"Metodenya belum ditetapkan," kata Ulil.
Baca juga: Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Usulan tersebut nantinya dibahas dalam Komisi Organisasi bersama sejumlah aturan organisasi lainnya.
Menurut Ulil, perdebatan mengenai perubahan ART akan berlangsung dalam rangkaian Muktamar hingga menghasilkan keputusan.
"Mekanisme yang digunakan dalam pemilihan Ketua Umum belum dapat dipastikan apakah akan menggunakan metode yang telah berlaku atau menerapkan metode baru," ujarnya.
Keputusan mengenai mekanisme pemilihan selanjutnya akan dibawa ke pleno Muktamar. Hasil yang disepakati menjadi dasar dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.
Ulil juga menyinggung kemungkinan munculnya kejutan dalam dinamika Muktamar Ke-35 NU.
Terlebih, jumlah kandidat yang berpotensi maju lebih banyak dibandingkan Muktamar Ke-34 di Lampung.
Banyaknya kandidat serta belum ditetapkannya mekanisme pemilihan membuat dinamika menuju pemilihan Ketua Umum PBNU masih terbuka.
Muktamar Ke-35 NU akan menjadi forum bagi muktamirin untuk menentukan kepemimpinan PBNU periode berikutnya sekaligus menetapkan mekanisme pemilihan yang akan digunakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang