Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 19:24 WIB
Reni Susanti

Editor

LUBUKLINGGAU, KOMPAS.com - Cita-cita Khalyana Zahira Sandi menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sudah muncul sejak ia duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Bertahun-tahun kemudian, siswi MAN 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan, itu akhirnya mewujudkan keinginannya.

Khalyana terpilih menjadi anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026 dan akan bertugas dalam Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

Khalyana bersama 75 anggota Paskibraka dari 38 provinsi dikukuhkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana

"Jujur perasaannya sangat bangga karena Khalyana memang sudah bercita-cita menjadi Paskibraka sejak kecil. Alhamdulillah cita-cita itu akhirnya tercapai," ujar Khalyana dikutip dari laman kemenag.go.id, Sabtu (15/8/2026). 

Keberhasilan Khalyana sekaligus mencatatkan sejarah bagi MAN 1 Lubuklinggau.

Sejak Paskibra sekolah tersebut dibentuk, Khalyana menjadi siswa pertama yang berhasil lolos hingga Paskibraka tingkat pusat.

Berlatih sejak SMP

Ilustrasi Paskibraka tingkat nasional.YouTube/Sekretariat Presiden Ilustrasi Paskibraka tingkat nasional.

Keinginan Khalyana menjadi Paskibraka mulai ditekuninya ketika memasuki jenjang SMP.

Ia berlatih baris-berbaris, gerak jalan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga mengikuti Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB).

Latihan tersebut terus dilanjutkan setelah Khalyana menjadi siswa MAN 1 Lubuklinggau.

Perjalanannya menuju tingkat nasional harus melewati seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga verifikasi tingkat pusat oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Khalyana mengaku perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Ia beberapa kali merasa tertekan, termasuk ketika mendengar komentar yang meremehkan kemampuannya.

"Saya sangat senang dan bangga karena usaha yang saya lakukan selama ini tidak mudah. Kadang ada hal-hal yang membuat saya down dan overthinking, apalagi mendengar omongan orang-orang yang pernah meremehkan saya," kata Khalyana.

Kepastian bahwa dirinya lolos menjadi Paskibraka tingkat pusat diterima pada 22 Juni 2026.

"Namun dengan pencapaian ini, saya bisa membuktikan bahwa saya pantas mendapatkannya," ujarnya.

Selain latihan fisik, Khalyana harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai materi seleksi.

Ia membagi waktu antara menyelesaikan tugas sekolah, latihan fisik, serta mempelajari materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), dan psikotes pada malam hari.

Di luar Paskibra, Khalyana juga aktif dalam Tim Jurnalistik Laskar Madrasah dan Improv Art Community (IAC).

Pengalaman mengikuti Paskibraka juga semakin menguatkan keinginannya untuk berkarier di bidang militer. Khalyana kini bercita-cita menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Dukungan keluarga dan madrasah

Khalyana mengatakan dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting selama dirinya menjalani proses seleksi.

"Orang tua dan teman-teman terdekat memiliki peran yang sangat besar. Mereka selalu memberikan dukungan penuh dan menjadi penyemangat saya," ungkap anak kedua pasangan Napyadi Alex Sandi dan Mery Laduana Fitriana tersebut.

Pembina Paskibra MAN 1 Lubuklinggau Fathul Qorib mengatakan, pengalaman para senior juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi.

"Pengalaman para senior menjadi salah satu modal penting dalam proses pembinaan. Mereka memberikan gambaran mengenai tantangan seleksi sehingga adik-adik memiliki kesiapan fisik dan mental yang lebih baik," kata Fathul.

Kepala MAN 1 Lubuklinggau Hedi Herdiana mengatakan, pencapaian Khalyana diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya.

"Tentunya saya sebagai kepala MAN 1 Model Kota Lubuklinggau sangat bangga atas terpilihnya anak didik kami sebagai Paskibra tingkat nasional. Madrasah tentunya memberikan apresiasi atas pencapaian ini dan mudah-mudahan menjadi motivasi untuk anak didik lainnya," ujar Hedi.

Orangtua datang ke Jakarta

Kebanggaan juga dirasakan orangtua Khalyana. Ibunya, Mery Laduana Fitriana, mengatakan keluarga tidak dapat bertemu langsung dengan Khalyana sejak masa karantina dimulai pada 14 Juli 2026.

Mery bersama suaminya kemudian datang ke Jakarta untuk menyaksikan langsung putrinya menjalankan tugas.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada MAN 1 Lubuklinggau dan Kementerian Agama yang telah membimbing anak kami," kata Mery.

Menurut dia, keluarga sudah lama mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada MAN 1 Lubuklinggau. Anak pertamanya juga merupakan lulusan madrasah tersebut.

"Anak pertama kami juga lulusan sini, dan kini Khalyana kembali mengharumkan nama Lubuklinggau, Desa Mandi Aur, serta Sumatera Selatan," ujarnya.

Bagi Khalyana, pengalaman menjadi Paskibraka tingkat pusat tidak hanya memberinya kesempatan bertugas di Istana. Ia juga bertemu dengan anggota Paskibraka dari berbagai wilayah Indonesia.

"Saya bisa bertemu teman-teman dari 38 provinsi. Banyak dari mereka yang kini menjadi teman baik, bahkan seperti saudara sendiri," ucapnya.

Menjelang tugas pada 17 Agustus 2026, Khalyana mengaku bangga dapat membawa nama daerahnya ke tingkat nasional.

"Saya sangat bangga terlahir di Kota Lubuklinggau dan bisa membawa nama daerah ini hingga tingkat nasional," kata Khalyana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Aktual
Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Aktual
Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
Aktual
MUI: Toleransi Jangan Berubah Menjadi Permisivisme
MUI: Toleransi Jangan Berubah Menjadi Permisivisme
Aktual
Gus Rozin Bawa Gagasan 'Poros Tengah' di Bursa Ketum PBNU
Gus Rozin Bawa Gagasan "Poros Tengah" di Bursa Ketum PBNU
Aktual
Wakaf Saham Istiqlal Jadi Sorotan, DPR Minta Hati-hati dan Kemenag Beri Klarifikasi
Wakaf Saham Istiqlal Jadi Sorotan, DPR Minta Hati-hati dan Kemenag Beri Klarifikasi
Aktual
Muktamar Ke-35 NU Siapkan 3 Posko Kesehatan, Layanan Medis Siaga 24 Jam
Muktamar Ke-35 NU Siapkan 3 Posko Kesehatan, Layanan Medis Siaga 24 Jam
Aktual
Pekalongan Darurat Sampah, 317 Siswa Muhammadiyah Pilih Karnaval Daur Ulang
Pekalongan Darurat Sampah, 317 Siswa Muhammadiyah Pilih Karnaval Daur Ulang
Aktual
Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Baca, dan 25 Contohnya
Idgham Bighunnah: Pengertian, Huruf, Cara Baca, dan 25 Contohnya
Doa Harian
Doa Saat Gempa Bumi untuk Memohon Perlindungan, Arab dan Latin
Doa Saat Gempa Bumi untuk Memohon Perlindungan, Arab dan Latin
Aktual
Putra, Mahasiswa Muhammadiyah Juara Dunia Panjat Tebing Tampil di EISCC 2026
Putra, Mahasiswa Muhammadiyah Juara Dunia Panjat Tebing Tampil di EISCC 2026
Aktual
Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi
Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi
Aktual
Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid
Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid
Aktual
Di Tengah Gempuran Gawai, Mengapa Anak Tetap Perlu Bermain? Ini Pandangan Islam
Di Tengah Gempuran Gawai, Mengapa Anak Tetap Perlu Bermain? Ini Pandangan Islam
Aktual
Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah
Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar