Editor
KOMPAS.com - Peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengajak masyarakat memperkuat moral dan akhlak bangsa.
Ketua Bidang Fatwa MUI Prof KH Asrorun Niam Sholeh menilai kemerdekaan perlu diisi dengan menjaga nilai agama, ketahanan keluarga, dan batas moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Waketum MUI: Kemerdekaan RI Harus Diisi dengan Karya Nyata dan Menjaga Ukhuwah Wathaniyah
Dilansir dari MUI Digital, Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengingatkan masyarakat agar memaknai kemerdekaan Indonesia dengan memperkuat akhlak serta menjaga batas-batas moral yang diajarkan agama.
Menurutnya, penghargaan terhadap kebinekaan dan perbedaan tetap perlu disertai pemahaman mengenai batas toleransi dalam kehidupan bersama.
Baca juga: HUT ke-81 RI, MUI Ajak Masyarakat Perkuat Moral dan Ketahanan Keluarga
Ia menegaskan bahwa kebebasan tidak dapat menjadi alasan untuk membenarkan seluruh perilaku.
Dalam konteks tersebut, masyarakat perlu membedakan toleransi terhadap perbedaan dengan sikap permisif terhadap tindakan yang dinilai bertentangan dengan nilai agama dan norma.
"Kita perlu membedakan antara toleransi dengan permisivisme. Toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tidak boleh menoleransi tindakan kemaksiatan dan membiarkannya, seperti halnya kasus penyimpangan seksual semacam LGBT," kata Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta inil, di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah itu menambahkan bahwa Islam memiliki ketentuan yang tegas mengenai tata cara hubungan seksual dan tatanan keluarga.
Karena itu, prinsip kebebasan individu menurutnya tidak semestinya dijadikan alasan untuk membenarkan atau mempromosikan perilaku yang bertentangan dengan syariat dan norma hukum.
Prof Niam menjelaskan bahwa dalam perspektif maqashid asy-syari'ah, hukum dan syariat bertujuan menjaga kemaslahatan utama manusia.
Dua di antaranya adalah menjaga keturunan (hifzh an-nasl) dan menjaga agama (hifzh ad-din).
Ia mengingatkan bahwa upaya memperjuangkan atau membiarkan perilaku yang dinilai merusak tatanan moral dapat membawa kemudaratan terhadap keutuhan generasi penerus bangsa.
Karena itu, perlindungan terhadap keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas generasi mendatang.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Prof Niam mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan dari berbagai ancaman moral.
Menurut dia, mengisi kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan peningkatan ekonomi, tetapi juga dengan menjaga akhlak serta ketakwaan masyarakat.
"NKRI akan kokoh jika masyarakatnya kuat, yakni kuat imannya, kuat ilmunya, dan kuat akhlaknya. Mari kita jaga keluarga, jaga lingkungan, dan jaga akhlak bangsa demi kemaslahatan bersama," kata Ketua Umum Majelis Alumni IPNU ini.
Peringatan HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk memperkuat pembangunan bangsa yang tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga kualitas moral masyarakat.
Ketahanan keluarga, pendidikan, dan penguatan akhlak dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus.
Dengan masyarakat yang memiliki iman, ilmu, dan akhlak yang kuat, nilai-nilai persatuan dan kemaslahatan bangsa diharapkan semakin terjaga.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT