Editor
MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu mengaktifkan pos pelayanan bagi korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pos pelayanan pertama yang berada di Kabupaten Manggarai Timur itu menjangkau 3.466 warga terdampak.
Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Aulia Taarufi mengatakan, pelayanan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari layanan kesehatan, makanan, paket keluarga, dukungan psikososial, pendidikan darurat, air bersih dan sanitasi, hingga hunian darurat.
Baca juga: Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
Sementara itu, Ketua Pos Koordinasi (Poskor) MDMC Indrayanto mengatakan, penguatan koordinasi dilakukan agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Manajemen penanganan darurat ini kami lakukan dengan memperkuat koordinasi di wilayah terdampak dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah,” ujar Indrayanto dalam rilisnya, Senin (17/8/2026).
“Relawan dari berbagai daerah bersama masyarakat dan pemerintah setempat bahu-membahu memastikan layanan dasar dapat diberikan kepada warga terdampak,” lanjut dia.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus penanganan adalah Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 15.00 WITA, tim gabungan melakukan pendataan dan verifikasi kondisi warga di empat wilayah sepanjang pantai, yakni Desa Naga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota.
Empat wilayah tersebut menjadi fokus karena terdapat banyak penyintas serta kerusakan bangunan dan infrastruktur yang cukup parah akibat gempa.
Pendataan dilakukan mahasiswa KKN Pena Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan KKN Universitas Muhammadiyah Kupang bersama puskesmas, Koramil, Polsek, serta Kecamatan Sambi Rampas.
Tim mendata kondisi korban, kerusakan permukiman dan fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan jenis pelayanan dan bantuan bagi warga terdampak.
Baca juga: Muhammadiyah Sampaikan Duka atas Gempa NTT, MDMC dan Lazismu Diturunkan untuk Bantu Korban
Untuk mendukung penanganan korban, Muhammadiyah mendirikan posko induk di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur.
Posko tersebut menjadi pusat pelayanan masyarakat, mulai dari pengobatan, dapur umum, hingga layanan informasi dan pendataan warga terdampak.
Sementara posko sekretariat yang berpusat di Kantor SMK Muhammadiyah Manggarai Timur mengintegrasikan data yang diperoleh dari lapangan.
Proses pendataan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah desa dan kemudian diverifikasi oleh tim di lapangan agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Berdasarkan pendataan sementara, warga membutuhkan air bersih, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan balita, tenda keluarga, terpal, selimut, matras, serta obat-obatan dasar.
Selain itu, perlengkapan sanitasi dan layanan kesehatan keliling juga menjadi kebutuhan prioritas masyarakat terdampak.
Untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi korban gempa, MDMC menyiapkan delapan Emergency Medical Team (EMT).
Relawan dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima juga dimobilisasi untuk membantu penanganan di wilayah terdampak.
Selain itu, mahasiswa KKN dari UMY, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Kupang turut dilibatkan dalam pelayanan bersama masyarakat dan pemerintah setempat.
Secara keseluruhan, respons tanggap darurat Muhammadiyah dikelola melalui pembukaan Poskor di enam kabupaten. MDMC dan Lazismu juga merencanakan pembukaan pos pelayanan di sembilan titik layanan Muhammadiyah.
Fase tanggap darurat direncanakan berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan relawan serta sumber daya Muhammadiyah dari NTT maupun daerah lainnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT