Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna Musibah dalam Al-Qur’an, Ternyata Tak Selalu Identik dengan Bencana

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 19:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Istilah musibah dalam Al-Qur’an memiliki makna yang lebih luas daripada pengertian bencana dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa musibah dapat berupa kebaikan maupun keburukan, sedangkan musibah yang bermakna negatif dapat dipahami sebagai bencana.

Baca juga: Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti

Makna Musibah dalam Al-Qur’an

Dalam penjelasan di laman Muhammadiyah, dalam Al-Qur’an dan hadis, istilah yang digunakan untuk menyebut bencana cukup beragam, salah satunya adalah musibah.

Secara umum, kata musibah dalam Al-Qur’an bersifat netral sehingga tidak selalu menunjukkan sesuatu yang negatif atau positif, meskipun terdapat sejumlah ayat yang mengaitkannya dengan peristiwa buruk.

Baca juga: Doa Ketika Gempa Bumi: Arab, Latin, dan Artinya

Pengertian tersebut berbeda dengan penggunaan kata musibah dalam bahasa Indonesia yang umumnya merujuk pada peristiwa yang mendatangkan kesedihan, kerugian, atau keburukan.

Dalam istilah Al-Qur’an, segala sesuatu yang menimpa manusia dapat disebut sebagai musibah, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Penjelasan mengenai hal tersebut antara lain terdapat dalam QS. Al-Hadid ayat 22-23.

مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِيۡبَةٍ فِى الۡاَرۡضِ وَلَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اِلَّا فِىۡ كِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ نَّبۡـرَاَهَا ؕ اِنَّ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيۡرٌۚ  ۖ‏ (٢٢)  لِّـكَيۡلَا تَاۡسَوۡا عَلٰى مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُوۡا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمۡؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرِۙ‏  (٢٣)

Artinya: Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah (22). Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri (23).

Musibah Bisa Berupa Kebaikan dan Keburukan

Makna musibah yang mencakup kebaikan dan keburukan juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang yang beriman. Jika ia dianugerahi nikmat, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar maka itu juga baik baginya” [HR. Muslim].

Hadis tersebut menunjukkan bahwa keadaan yang dialami seorang mukmin, baik ketika memperoleh nikmat maupun ketika menghadapi musibah, dapat menjadi kebaikan.

Ketika memperoleh nikmat, seorang mukmin dianjurkan bersyukur, sedangkan ketika mengalami musibah, ia dianjurkan bersabar.

Dengan demikian, istilah musibah tidak secara otomatis menunjukkan peristiwa yang buruk. Nilai dari suatu keadaan juga berkaitan dengan bagaimana manusia menyikapi apa yang menimpanya.

Perbedaan Musibah dan Bencana Menurut Al-Qur’an

Al-Qur’an juga menjelaskan perbedaan antara musibah yang berupa kebaikan dan musibah yang berupa keburukan.

Allah menjelaskan bahwa musibah berupa kebaikan berasal dari Allah, sedangkan musibah berupa keburukan, yang kemudian disebut sebagai bencana, berkaitan dengan perbuatan manusia sendiri.

Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisa ayat 79.

مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًاۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا 

Artinya: Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak semua musibah dalam Al-Qur’an dapat disebut sebagai bencana.

Musibah yang bermakna negatif adalah musibah yang mendatangkan keburukan bagi manusia dan berkaitan dengan perbuatan manusia sendiri, meskipun peristiwa tersebut secara kasat mata berlangsung melalui berbagai kejadian di alam.

Pemahaman ini menempatkan istilah musibah dalam konteks yang lebih luas. Karena itu, penggunaan kata musibah tidak selalu tepat jika langsung disamakan dengan bencana atau peristiwa yang sepenuhnya buruk.

Musibah Dilihat sebagai Cobaan dan Ujian

Ketika musibah dipahami sebagai sesuatu yang mendatangkan keburukan, manusia dianjurkan mengembalikan esensi peristiwa tersebut kepada Allah.

Manusia perlu menyadari bahwa dirinya berada dalam posisi sebagai pelaku sekaligus penerima cobaan Allah berupa sesuatu yang dinilai tidak baik.

Sikap tersebut berkaitan dengan ajaran dalam QS. Al-Baqarah ayat 156 yang mengajarkan manusia untuk menyadari keterbatasan dirinya ketika menghadapi musibah.

Dengan pemahaman tersebut, musibah yang bernilai negatif dapat dipandang sebagai salah satu bentuk cobaan dan ujian.

Dalam Al-Qur’an, cobaan dan ujian tersebut antara lain disebut dengan istilah balā’, sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 155.

Makna Balā’ dalam Al-Qur’an

Balā’ tidak hanya digunakan untuk menggambarkan ujian dalam bentuk keburukan. Istilah tersebut juga dapat merujuk pada ujian dan cobaan yang berupa kebaikan.

Karena itu, ujian dalam kehidupan manusia tidak selalu hadir dalam bentuk kesulitan, kehilangan, atau penderitaan.

Kenikmatan dan berbagai bentuk kebaikan juga dapat menjadi ujian bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Pemahaman mengenai makna musibah dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa istilah tersebut tidak identik dengan bencana.

Musibah memiliki cakupan makna yang lebih luas, termasuk keadaan yang bernilai baik maupun buruk bagi manusia.

Sementara itu, balā’ juga dapat hadir dalam dua bentuk, sehingga manusia dituntut menyikapi setiap keadaan dengan kesadaran, kesabaran, dan rasa syukur.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Rekrutmen Pejabat Publik dalam Islam: Prinsip, Kriteria, dan Dalilnya
Aktual
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Penjelasan Mati Syahid dalam Islam: Pengertian, Jenis Penyebab, dan Dalilnya
Aktual
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Kiai Imjaz Masuk Syuriyah PBNU, Siap Kawal Penguatan Otoritas Ulama dan Transformasi Pesantren
Aktual
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Shalat Istikharah: Dalil, Niat, Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
MUI dan Forum Abu Dhabi Bahas Penguatan Islam Wasathiyyah dan Perdamaian Dunia
Aktual
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Kuota Haji Pakistan 2027 Skema Pemerintah Sudah Penuh, 107.526 Jemaah Terdaftar
Aktual
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Qariah NTB Khairunnisa Wakili Indonesia di MTHQA ke-66 Malaysia 2026
Aktual
Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Aktual
Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Aktual
Doa Sebelum Belanja Online agar Terhindar dari Perilaku Boros
Doa Sebelum Belanja Online agar Terhindar dari Perilaku Boros
Aktual
Hukum Memakai Parfum bagi Wanita, Benarkah Dilarang dalam Islam? Ini Penjelasannya
Hukum Memakai Parfum bagi Wanita, Benarkah Dilarang dalam Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Agen Perlinsos: Cara Daftar, Syarat, dan Perannya dalam Pendataan Bansos
Agen Perlinsos: Cara Daftar, Syarat, dan Perannya dalam Pendataan Bansos
Aktual
Gus Nabil Dorong Federasi Pencak Silat Hong Kong, Libatkan Warga Lokal
Gus Nabil Dorong Federasi Pencak Silat Hong Kong, Libatkan Warga Lokal
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Jelaskan 5 Sumber Ilmu dalam Tradisi Keislaman
Menag Nasaruddin Umar Jelaskan 5 Sumber Ilmu dalam Tradisi Keislaman
Aktual
Mana yang Didahulukan, Ilmu atau Adab? Ini Penjelasan Ulama
Mana yang Didahulukan, Ilmu atau Adab? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar