Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad pada Hari Senin 12 Rabiul Awal

Kompas.com, 20 Agustus 2026, 19:50 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut jatuh pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 571 M.

Dilansir dari laman Kemenag, Waktu kelahiran tersebut memiliki hikmah tersendiri, termasuk alasan mengapa Nabi Muhammad SAW tidak dilahirkan pada hari atau bulan yang dianggap memiliki keutamaan khusus dalam Islam.

Baca juga: Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tahun oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani budi pekerti dan nilai-nilai luhur yang beliau ajarkan.

Baca juga: Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Libur, Cuti Bersama, dan Long Weekend

Nabi Muhammad Lahir pada 12 Rabiul Awal

Keterangan mengenai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga dikaitkan dengan hadis tentang keutamaan puasa Senin. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Artinya: “Itu (puasa Senin) hari aku dilahirkan, aku diutus, atau hari wahyu diturunkan kepadaku,” (HR Muslim).

Berdasarkan keterangan tersebut, kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut terjadi pada hari Senin.

Adapun bulan kelahirannya adalah Rabiul Awal, yang secara umum disebut bertepatan dengan 12 Rabiul Awal.

Allah tidak memilih kelahiran Nabi Muhammad SAW pada malam Lailatul Qadar, malam Nishfu Sya’ban, hari Jumat, ataupun malam Jumat.

Kelahiran beliau juga tidak terjadi pada bulan Ramadan, yakni bulan ketika Al-Qur’an diturunkan, maupun pada asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Pilihan waktu kelahiran tersebut dinilai memiliki hikmah. Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan sejumlah hikmah tersebut dalam karyanya Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid dengan mengutip pendapat Ibnul Haj Al-Abdari Al-Maliki Al-Fasi.

4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad 

Ibnul Haj, sebagaimana dikutip Jalaluddin As-Suyuthi, menyebut empat hikmah di balik kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari Senin dan bulan Rabiul Awal.

Penjelasan tersebut tercantum dalam Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid (Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun), halaman 67-68.

1. Senin Berkaitan dengan Penciptaan Pohon dan Rezeki

Hikmah pertama berkaitan dengan hari Senin. Menurut Ibnul Haj, Senin merupakan hari ketika Allah menciptakan pohon.

Penciptaan pohon tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai sumber makanan dan rezeki manusia.

Hari Senin menjadi pengingat atas penciptaan makanan pokok, rezeki, aneka buah, serta berbagai kebaikan yang menjadi kebutuhan manusia dan memberikan kesenangan bagi hati.

Dengan demikian, kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari Senin dipandang memiliki keterkaitan dengan berbagai bentuk kenikmatan dan kebaikan yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya.

2. Rabi Bermakna Musim Semi

Hikmah kedua berkaitan dengan nama bulan Rabiul Awal. Secara etimologi, kata “Rabi” berarti musim semi.

Makna tersebut dipandang sebagai isyarat dan optimisme. Dalam konteks ini, Abu Abdirrahman As-Shaqli mengatakan, “Setiap orang memiliki ‘nasib’ (baik) dari namanya.”

Nama Rabi yang bermakna musim semi kemudian dikaitkan dengan suasana tumbuh, berkembang, dan hadirnya berbagai kebaikan. Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan tersebut dipandang memiliki makna yang baik dalam penjelasan Ibnul Haj.

3. Musim Semi Melambangkan Keadilan

Hikmah ketiga masih berkaitan dengan makna Rabi sebagai musim semi. Musim semi dinilai sebagai musim yang paling pas, adil, dan terbaik.

Gambaran tersebut kemudian dikaitkan dengan syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Syariat Nabi Muhammad SAW dipandang sebagai syariat yang paling adil dan paling toleran.

Dengan demikian, waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabiul Awal dipahami memiliki kesesuaian simbolis dengan ajaran yang beliau bawa.

4. Allah Memuliakan Waktu Kelahiran Nabi Muhammad

Hikmah keempat berkaitan dengan kemuliaan waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut Ibnul Haj, Allah memang menghendaki waktu tersebut menjadi mulia karena kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Jika Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada waktu yang sebelumnya telah dikenal sebagai waktu yang mulia, menurut penjelasan tersebut, manusia dapat mengira bahwa kemuliaan Nabi Muhammad SAW berasal dari waktu kelahirannya.

Karena itu, kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hari dan bulan tersebut justru menunjukkan bahwa waktu itu menjadi mulia karena kelahiran beliau.

Hikmah Maulid Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal

Empat hikmah yang dijelaskan Ibnul Haj memberikan perspektif mengenai pemilihan hari Senin dan bulan Rabiul Awal sebagai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan tersebut mencakup makna hari Senin, arti Rabi sebagai musim semi, kesesuaian musim semi dengan keadilan syariat, serta kemuliaan waktu yang dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Senin 12 Rabiul Awal menjadi momentum yang setiap tahun dikenang oleh umat Islam.

Peringatan Maulid Nabi juga dapat menjadi kesempatan untuk memahami kembali keteladanan dan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.

Empat hikmah tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkaitan dengan tanggal, tetapi juga dengan makna dan nilai yang dikaitkan dengannya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Alasan Kita Dianjurkan Merayakan Maulid Nabi
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Alasan Kita Dianjurkan Merayakan Maulid Nabi
Aktual
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Maulid Nabi, Momen Penguatan Akhlak Generasi Muda
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Maulid Nabi, Momen Penguatan Akhlak Generasi Muda
Aktual
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Alasan Mengapa Doa Kita Belum Tarkabul
Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Alasan Mengapa Doa Kita Belum Tarkabul
Aktual
4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad pada Hari Senin 12 Rabiul Awal
4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad pada Hari Senin 12 Rabiul Awal
Aktual
Imbauan Muhammadiyah: Infak Shalat Jumat 21 Agustus 2026 Disalurkan untuk Korban Gempa Flores
Imbauan Muhammadiyah: Infak Shalat Jumat 21 Agustus 2026 Disalurkan untuk Korban Gempa Flores
Aktual
Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim dalam Al-Fatihah Menurut Kiai Saad Ibrahim
Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim dalam Al-Fatihah Menurut Kiai Saad Ibrahim
Aktual
Saat Khatib Membaca Doa Khutbah Jumat, Apakah Makmum Harus Mengucapkan Aamiin?
Saat Khatib Membaca Doa Khutbah Jumat, Apakah Makmum Harus Mengucapkan Aamiin?
Aktual
Bandara Riyadh Terapkan Kebijakan 'Hening', Info Penerbangan via Digital
Bandara Riyadh Terapkan Kebijakan "Hening", Info Penerbangan via Digital
Aktual
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin, dan Artinya
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Harian
Muktamar NU dan Spirit Musyawarah dalam Islam
Muktamar NU dan Spirit Musyawarah dalam Islam
Aktual
200 Kokam Muhammadiyah Ikut Jaga Muktamar Ke-35 NU di Jombang
200 Kokam Muhammadiyah Ikut Jaga Muktamar Ke-35 NU di Jombang
Aktual
Jelang Muktamar NU, Jombang Siapkan 99 Masjid untuk Memuliakan Tamu
Jelang Muktamar NU, Jombang Siapkan 99 Masjid untuk Memuliakan Tamu
Aktual
80 Persen Orang Indonesia Alami Karies, Begini Cara Mencegah Menurut Medis dan Sunnah
80 Persen Orang Indonesia Alami Karies, Begini Cara Mencegah Menurut Medis dan Sunnah
Aktual
Jelang Muktamar NU, Kiai Matin: Dekatlah kepada Yang Kuasa, Bukan yang Berkuasa
Jelang Muktamar NU, Kiai Matin: Dekatlah kepada Yang Kuasa, Bukan yang Berkuasa
Aktual
Sinta Nuriyah dan Machfudhoh Aly Ubaid Diusulkan Masuk AHWA Muktamar NU
Sinta Nuriyah dan Machfudhoh Aly Ubaid Diusulkan Masuk AHWA Muktamar NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar