KOMPAS.com - Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati umat Islam setiap 12 Rabiul Awal. Tahun ini, Maulid Nabi bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026 atau 12 Rabiul Awal 1448 H.
Memasuki malam Maulid Nabi, umat Islam di berbagai daerah biasanya menggelar kegiatan keagamaan, seperti pembacaan selawat, pengajian, membaca sirah Nabi, hingga berbagi kepada sesama.
Selain mengikuti kegiatan tersebut, umat Islam dapat mengisi momentum Maulid Nabi dengan berbagai amal kebaikan.
Baca juga: Apakah Muhammadiyah Merayakan Maulid Nabi? Ini Penjelasan Majelis Tarjih
Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada satu rangkaian amalan khusus yang diwajibkan untuk Maulid Nabi.
Seorang Muslim dapat memperbanyak ibadah yang memang dianjurkan dalam Islam, seperti membaca Al-Qur'an, berselawat, berdoa, bersedekah, dan mempelajari keteladanan Rasulullah SAW.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi momentum Maulid Nabi adalah memperbanyak selawat kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Ahzab ayat 56.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna 'alan-nabiyy. Yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)
Selawat dapat dibaca kapan saja, termasuk saat memperingati Maulid Nabi. Amalan ini juga dapat menjadi bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Baca juga: 6 Shalawat Singkat untuk Dibaca saat Maulid Nabi: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Membaca Al-Qur'an juga dapat menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi Maulid Nabi. Tidak ada surat tertentu yang secara khusus diwajibkan untuk dibaca pada malam Maulid.
Karena itu, seorang Muslim dapat membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan dan waktu yang dimiliki.
Selain membaca, umat Islam juga dianjurkan memahami dan merenungkan kandungan ayat yang dibaca.
Membaca Al-Quran pada momentum Maulid dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sekaligus mengingat kembali ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Maulid Nabi tidak hanya dapat diisi dengan ibadah secara ritual. Mempelajari kehidupan Rasulullah SAW juga dapat menjadi cara untuk mengambil keteladanan dari beliau.
Umat Islam dapat membaca sirah Nabi, mempelajari perjuangan dakwah beliau, serta memahami bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan keluarga, sahabat, dan masyarakat.
Akhlak Rasulullah SAW juga menjadi bagian penting yang dapat diteladani. Dengan mempelajari kehidupan beliau, peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong umat untuk menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Memperbanyak doa juga dapat dilakukan saat Maulid Nabi. Namun, tidak ada doa khusus Maulid Nabi yang diwajibkan dalam syariat.
Seorang Muslim dapat memanjatkan doa sesuai kebutuhannya, seperti memohon ampunan, kesehatan, keberkahan, keteguhan iman, serta kemampuan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al-Baqarah: 201)
Doa tersebut bersifat umum dan dapat dipanjatkan kapan saja, termasuk pada momentum Maulid Nabi.
Mengisi Maulid Nabi juga dapat dilakukan dengan memperbanyak sedekah dan berbagi kepada orang lain. Misalnya, memberikan makanan kepada tetangga, membantu orang yang membutuhkan, atau mendukung kegiatan sosial.
Sedekah tidak secara khusus ditetapkan sebagai amalan Maulid Nabi. Namun, bersedekah merupakan amal kebaikan yang dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan kapan saja.
Dengan berbagi, peringatan Maulid juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Tidak ada keharusan untuk melakukan rangkaian ibadah tertentu yang dikhususkan pada malam Maulid. Umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amal saleh yang memang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Memperbanyak selawat, membaca Al-Quran, berdoa, mempelajari sirah Nabi, hingga bersedekah dapat menjadi pilihan untuk mengisi momentum tersebut.
Pada akhirnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan dengan memperingati kelahirannya, tetapi juga dengan berusaha mengikuti ajaran dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT