Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Palembang Gelar Sholat Istisqa di Griya Agung, Ini Tata Caranya

Kompas.com, 27 Agustus 2026, 11:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ratusan warga Palembang bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menggelar sholat istisqa berjamaah di halaman Griya Agung, Selasa (25/8/2026).

Sholat tersebut menjadi ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Pelaksanaan sholat istisqa diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat. Herman Deru juga mengajak seluruh bupati dan wali kota di Sumatera Selatan menyelenggarakan doa bersama dan salat istisqa di daerah masing-masing sebagai ikhtiar lahir dan batin menghadapi kemarau. 

“Setelah berbagai usaha dan ikhtiar kita jalankan, kita tetap menggantungkan harapan kepada Allah agar rahmat hujan segera turun,” ujar Herman Deru dalam sambutannya. 

Baca juga: Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya

Apa Itu Salat Istisqa?

Sholat istisqa adalah sholat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kemarau panjang.

Kata istisqa berasal dari bahasa Arab yang berarti “meminta hujan”. Ibadah ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika Madinah mengalami musim kering. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi keluar menuju tanah lapang, kemudian memimpin salat dua rakaat dan berdoa memohon turunnya hujan.

Karena itu, sholat istisqa bukan sekadar ritual memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum memperbanyak istigfar, bertaubat, dan menyadari ketergantungan manusia kepada rahmat Allah SWT.

Baca juga: Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya

Tata Cara Sholat Istisqa

Secara umum, tata cara salat istisqa hampir sama dengan salat Id karena dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan diawali tanpa azan maupun iqamah.

Berikut urutannya:

1. Berniat melaksanakan salat sunah istisqa dua rakaat.
2. Takbiratul ihram.
3. Membaca doa iftitah.
4. Takbir tambahan tujuh kali pada rakaat pertama.
5. Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-A'la atau surah lain.
6. Menyempurnakan rakaat pertama seperti salat biasa.
7. Pada rakaat kedua, melakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah.
8. Membaca surah, kemudian menyelesaikan salat hingga salam.

Setelah sholat, imam menyampaikan khutbah yang berisi ajakan memperbanyak istigfar, bertaubat, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperbanyak doa agar Allah menurunkan hujan.

Doa Memohon Turunnya Hujan

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memohon hujan adalah:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Doa tersebut dibaca sebagai bentuk permohonan agar Allah memberikan rahmat berupa hujan yang membawa manfaat bagi manusia dan alam.

Mengapa Sholat Istisqa Dilakukan di Tanah Lapang?

Dalam sunnah Nabi, sholat istisqa dianjurkan dilaksanakan di tanah lapang agar masyarakat dapat berkumpul bersama-sama memanjatkan doa.

Hal serupa terlihat dalam pelaksanaan di Griya Agung Palembang. Salat dilaksanakan di halaman terbuka dan dipimpin oleh Abdurrahman Ramli.

Dalam khutbahnya, jamaah diajak melakukan introspeksi diri, menghentikan sifat iri, dengki, dan sombong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. 

Khutbah juga mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui apakah salat dan doanya diterima Allah SWT, tetapi manusia selalu membutuhkan pertolongan-Nya.

Ikhtiar Lahir dan Batin Hadapi Kemarau

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyebut sholat istisqa merupakan pelengkap dari berbagai upaya penanganan karhutla yang telah dilakukan, mulai dari pencegahan, pemadaman titik api, hingga rehabilitasi lahan.

Menurut Herman Deru, turunnya hujan sangat dibutuhkan bukan hanya untuk memadamkan kebakaran, tetapi juga menjaga ketersediaan air bersih, pertanian, dan kesehatan masyarakat. 

Dalam Islam, ikhtiar menghadapi bencana tidak hanya diwujudkan melalui usaha nyata, tetapi juga doa dan taubat kepada Allah SWT.

Sholat istisqa menjadi pengingat bahwa manusia berkewajiban berusaha semaksimal mungkin, sekaligus menyandarkan harapan kepada Sang Pencipta ketika menghadapi kekeringan dan berbagai musibah alam.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
24 Doa Harian Lengkap, dari Bangun Tidur hingga Bepergian
24 Doa Harian Lengkap, dari Bangun Tidur hingga Bepergian
Aktual
Warga Palembang Gelar Sholat Istisqa di Griya Agung, Ini Tata Caranya
Warga Palembang Gelar Sholat Istisqa di Griya Agung, Ini Tata Caranya
Aktual
Ma'ruf Amin: Politik Uang Tak Pantas di Muktamar NU
Ma'ruf Amin: Politik Uang Tak Pantas di Muktamar NU
Aktual
Muktamar Ke-35 NU, Haedar Nashir Sampaikan Pesan Ukhuwah
Muktamar Ke-35 NU, Haedar Nashir Sampaikan Pesan Ukhuwah
Aktual
Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam, Bukan Hanya Datang Bawa Buah
Adab Menjenguk Orang Sakit dalam Islam, Bukan Hanya Datang Bawa Buah
Aktual
Gus Hilmy: Pihak yang Coba Intervensi Muktamar NU Jadi Musuh Bersama
Gus Hilmy: Pihak yang Coba Intervensi Muktamar NU Jadi Musuh Bersama
Aktual
Kiai Sepuh Ingatkan Muktamar NU Bebas Intervensi, Minta Prabowo Tindak Pejabat yang Tak Patut
Kiai Sepuh Ingatkan Muktamar NU Bebas Intervensi, Minta Prabowo Tindak Pejabat yang Tak Patut
Aktual
Niat, Doa, dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Niat, Doa, dan Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Doa dan Niat
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan: Tata Cara, Bacaan Niat, Doa, dan Contoh Khutbahnya
Doa dan Niat
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Nasaruddin Umar:Muktamar NU Ke-35 Jadi Momentum Menuju Peradaban Islam
Aktual
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Kisah Dzikry, 3 Tahun Tak Kuliah hingga Raih Prestasi Nasional: Saya Berpegang pada Allah
Aktual
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Sholat Istisqa: Pengertian, Rakaat, Tata Cara, dan Bacaannya
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Aktual
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Maulid Nabi, Kemenag Gelar Gema Selawat Kebangsaan, Target 1,78 Juta Peserta
Aktual
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Link Download Contoh Surat Rekomendasi Petugas Haji 2027, Lengkap dan Siap Digunakan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar