Editor
KOMPAS.com — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan ribuan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan yang disalurkan melalui Program Kemaslahatan tersebut mencakup makanan dan air bersih, sembako, perlengkapan kebersihan, kebutuhan hunian sementara, hingga layanan kesehatan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap mulai Rabu (26/8/2026) melalui Program Tanggap Bencana dengan menggandeng tiga Mitra Kemaslahatan, yakni PPPA Daarul Qur'an, DT Peduli, dan Rumah Zakat.
Baca juga: Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan Berstandar WHO untuk Penyintas Gempa NTT
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) untuk membantu masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
"Melalui nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), BPKH menjalankan amanat untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia," kata Fadlul dalam rilisnya, Kamis (27/8/2026).
"Salah satunya melalui Program Tanggap Bencana, sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk membantu masyarakat terdampak agar dapat bangkit dan pulih bersama," sambungnya.
Bantuan BPKH disalurkan ke sejumlah kabupaten dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
• 9.000 porsi makanan dan air melalui dapur umum;
• tiga titik dukungan distribusi air bersih, termasuk penyediaan air dan toren;
• 900 paket sembako;
• 900 paket hygiene kit;
• 900 paket shelter kit;
• enam titik pelayanan kesehatan;
• 900 kemasan abon; dan
• 900 kaleng rendang.
Baca juga: Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Logistik bagi Penyintas Gempa NTT
Penyaluran bantuan dibagi kepada tiga mitra untuk menjangkau sejumlah daerah terdampak di NTT.
PPPA Daarul Qur'an menyalurkan bantuan di Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur.
Sementara DT Peduli mendukung penyaluran di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Adapun Rumah Zakat menyalurkan bantuan di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur.
Fadlul mengatakan, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara efektif dan sesuai kebutuhan.
Karena itu, BPKH menggandeng mitra yang dinilai memiliki kapasitas dan jaringan di daerah terdampak.
"Bersama hadir untuk pemulihan NTT. Kami berharap dukungan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak," ujar Fadlul.
Menurut BPKH, kolaborasi dengan Mitra Kemaslahatan juga dilakukan untuk memperluas jangkauan program sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Program Kemaslahatan merupakan program penyaluran nilai manfaat Dana Abadi Umat oleh BPKH yang diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui sejumlah sektor prioritas.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT