Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan Berstandar WHO untuk Penyintas Gempa NTT

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 18:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah menyiapkan instalasi lengkap Rumah Sakit Lapangan berstandar WHO di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi mulai Senin, 24 Agustus 2026, dan memberikan pelayanan selama 30 hari.

Baca juga: Muhammadiyah Jombang Siapkan Posko dan 10 Ribu Bakso untuk Muktamar NU ke-35

EMT Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan di NTT

Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Arif Nur Cholis, menyampaikan kesiapan tersebut pada 23 Agustus dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Muhammadiyah.or.id.

Arif menjelaskan, Rumah Sakit Lapangan yang disiapkan EMT Muhammadiyah bukan sekadar fasilitas berupa tenda. Fasilitas tersebut mencakup sarana, prosedur operasi, hingga personel yang berada dalam supervisi WHO.

Baca juga: Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia

Pelayanan akan diberikan melalui EMT Tipe 1 Fixed standar WHO atau EMT Muhammadiyah Internasional.

“Sebelumnya Muhammadiyah sudah menggerakkan paling tidak enam tim Emergency Medical Team yang berupa unit layanan mobile sebagai respon awal,” ungkapnya.

Enam EMT Muhammadiyah sebelumnya telah diberangkatkan untuk memberikan respons awal. Tim tersebut terdiri atas EMT Klinik Muhammadiyah Ende untuk di Dampek, Manggarai Timur, EMT RS PKU Muhammadiyah Bima, Klinik ‘Aisyiyah Kupang, EMT Unismuh Makassar, EMT RS Muhammadiyah Lamongan, dan EMT Klinik Muhammad Ende serta Klinik UNIMOF.

Setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Kemenkes untuk Gempa NTT dan Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Muhammadiyah kemudian memberangkatkan EMT Muhammadiyah Internasional.

EMT Muhammadiyah Internasional membawa puluhan tenaga kesehatan serta berbagai fasilitas untuk mendukung operasional Rumah Sakit Lapangan di NTT.

“EMT Muhammadiyah membawa 70 orang nakes (tenaga kesehatan) dan named (tenaga medis), 15 tenda, fasilitas penjernih air, ruang rawat inap, farmasi, peralatan dibawa pake truk dan 2 mobil operasional, 1 mobil ambulan dan 1 mobil 4×4,” tutur Arif.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama Rumah Sakit Lapangan beroperasi.

Kehadiran tenaga kesehatan dan dukungan sarana tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memberikan layanan medis dalam respons bencana di NTT.

Rumah Sakit Lapangan Beroperasi Selama 30 Hari

Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah mulai beroperasi pada Senin, 24 Agustus 2026. Layanan kesehatan tersebut direncanakan berlangsung selama 30 hari ke depan.

Arif menyebut durasi pelayanan dan kualitas layanan turut didukung oleh keberhasilan Muhammadiyah membangun EMT berstandar nasional dan internasional yang berbasis resiliensi.

Model tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas respons Muhammadiyah dalam menghadapi kondisi kebencanaan.

Layanan Diperkuat Jaringan Amal Usaha Muhammadiyah

Arif menambahkan, pelaksanaan layanan juga diperkuat jaringan manajemen Amal Usaha Muhammadiyah.

Dukungan tersebut berjalan melalui sinergi antar-pengampu program serta kepemimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga cabang dan ranting.

Penguatan jaringan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap operasional Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah di NTT. Dengan dukungan berbagai unsur tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan dapat berjalan sesuai standar yang telah disiapkan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar