Editor
KOMPAS.com - Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah menyiapkan instalasi lengkap Rumah Sakit Lapangan berstandar WHO di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi mulai Senin, 24 Agustus 2026, dan memberikan pelayanan selama 30 hari.
Baca juga: Muhammadiyah Jombang Siapkan Posko dan 10 Ribu Bakso untuk Muktamar NU ke-35
Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Arif Nur Cholis, menyampaikan kesiapan tersebut pada 23 Agustus dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Muhammadiyah.or.id.
Arif menjelaskan, Rumah Sakit Lapangan yang disiapkan EMT Muhammadiyah bukan sekadar fasilitas berupa tenda. Fasilitas tersebut mencakup sarana, prosedur operasi, hingga personel yang berada dalam supervisi WHO.
Baca juga: Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Pelayanan akan diberikan melalui EMT Tipe 1 Fixed standar WHO atau EMT Muhammadiyah Internasional.
“Sebelumnya Muhammadiyah sudah menggerakkan paling tidak enam tim Emergency Medical Team yang berupa unit layanan mobile sebagai respon awal,” ungkapnya.
Enam EMT Muhammadiyah sebelumnya telah diberangkatkan untuk memberikan respons awal. Tim tersebut terdiri atas EMT Klinik Muhammadiyah Ende untuk di Dampek, Manggarai Timur, EMT RS PKU Muhammadiyah Bima, Klinik ‘Aisyiyah Kupang, EMT Unismuh Makassar, EMT RS Muhammadiyah Lamongan, dan EMT Klinik Muhammad Ende serta Klinik UNIMOF.
Setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Kemenkes untuk Gempa NTT dan Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Muhammadiyah kemudian memberangkatkan EMT Muhammadiyah Internasional.
EMT Muhammadiyah Internasional membawa puluhan tenaga kesehatan serta berbagai fasilitas untuk mendukung operasional Rumah Sakit Lapangan di NTT.
“EMT Muhammadiyah membawa 70 orang nakes (tenaga kesehatan) dan named (tenaga medis), 15 tenda, fasilitas penjernih air, ruang rawat inap, farmasi, peralatan dibawa pake truk dan 2 mobil operasional, 1 mobil ambulan dan 1 mobil 4×4,” tutur Arif.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama Rumah Sakit Lapangan beroperasi.
Kehadiran tenaga kesehatan dan dukungan sarana tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memberikan layanan medis dalam respons bencana di NTT.
Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah mulai beroperasi pada Senin, 24 Agustus 2026. Layanan kesehatan tersebut direncanakan berlangsung selama 30 hari ke depan.
Arif menyebut durasi pelayanan dan kualitas layanan turut didukung oleh keberhasilan Muhammadiyah membangun EMT berstandar nasional dan internasional yang berbasis resiliensi.
Model tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas respons Muhammadiyah dalam menghadapi kondisi kebencanaan.
Arif menambahkan, pelaksanaan layanan juga diperkuat jaringan manajemen Amal Usaha Muhammadiyah.
Dukungan tersebut berjalan melalui sinergi antar-pengampu program serta kepemimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga cabang dan ranting.
Penguatan jaringan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap operasional Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah di NTT. Dengan dukungan berbagai unsur tersebut, pelayanan kesehatan diharapkan dapat berjalan sesuai standar yang telah disiapkan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT