Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Menghadapinya?

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 12:20 WIB
Reni Susanti

Editor

 

KOMPAS.comKehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kesehatan dapat terganggu, kondisi ekonomi berubah, keluarga menghadapi persoalan, hingga masa depan terasa tidak pasti.

Dalam situasi seperti itu, seorang Muslim dituntut tetap berpegang pada keimanan, sekaligus tidak berhenti berusaha menghadapi persoalan yang datang.

Dewan Pakar Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah Untung Cahyono mengatakan, menjalankan ajaran Islam memang terasa lebih mudah ketika kehidupan berada dalam keadaan baik, kebutuhan tercukupi, tubuh sehat, dan keluarga dalam kondisi tenang.

Namun, keadaan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga: Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW dari Kelahiran hingga Wafat

Seseorang yang biasanya memiliki waktu cukup untuk beribadah, misalnya, dapat menghadapi keadaan berbeda ketika anggota keluarganya sakit dan membutuhkan perhatian.

"Berislam dalam kondisi yang seperti itu menjadi tidak mudah," kata Untung dikutip dari laman Muhammadiyah, Jumat (28/8/2026). 

Lantas, bagaimana seorang Muslim menghadapi kehidupan yang penuh ketidakpastian?

Sadari Dunia Selalu Berubah

Menurut Untung, salah satu bekal menghadapi ketidakpastian adalah menyadari bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan terus mengalami perubahan.

Apa yang hari ini terasa nyaman dan stabil dapat berubah pada waktu lainnya.

Harta, kendaraan, rumah, fasilitas, jabatan, maupun berbagai kesenangan dunia memiliki keterbatasan.

"Dunia itu bersifat sementara dan penuh perubahan," ujarnya.

Karena itu, manusia diingatkan agar tidak menjadikan kesenangan dunia sebagai tujuan akhir kehidupan.

Harta, jabatan, popularitas, maupun kepuasan materi dapat menjadi bagian dari kehidupan, tetapi semuanya dapat berubah, hilang, rusak, dan pada akhirnya ditinggalkan.

Untung merujuk Surah An-Nahl ayat 96:

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ

Artinya:
"Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal."

Menurut Untung, ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak menggantungkan seluruh orientasi hidupnya kepada sesuatu yang bersifat sementara.

Baca juga: 10 Amalan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari yang Patut Diteladani

Ketidakpastian Bisa Menjadi Ujian Keimanan

Kesadaran bahwa dunia selalu berubah juga berkaitan dengan cara seorang Muslim memahami ujian kehidupan.

Untung mengatakan, ketidakpastian tidak semata-mata menjadi sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi juga dapat menjadi ujian bagi kualitas keimanan seseorang.

Ia merujuk Surah Al-Ankabut ayat 2 yang menjelaskan bahwa manusia tidak cukup hanya mengatakan dirinya beriman tanpa mengalami ujian.

Ujian tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari ketakutan, kekurangan harta, kehilangan orang yang dicintai, persoalan kesehatan, hingga kesulitan hidup lainnya.

"Ketidakpastian adalah ujian untuk menguji kualitas iman manusia," katanya.

Karena itu, yang terpenting bukan sekadar menghindari ujian, melainkan bagaimana seseorang menghadapi, menjalani, dan mengambil pelajaran darinya dengan kesabaran.

Iman kepada Takdir Bukan Berarti Berhenti Berusaha

Untung kemudian menghubungkan ketidakpastian kehidupan dengan keimanan terhadap qada dan qadar.

Menurut dia, iman kepada takdir semestinya memberikan ketenangan kepada seorang Muslim dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan.

Namun, keyakinan terhadap takdir tidak boleh membuat seseorang menjadi pasif dan berhenti berusaha.

"Iman kepada takdir bukan berarti diam tanpa usaha," tegasnya.

Seorang Muslim tetap memiliki kewajiban untuk bekerja, berusaha, berhati-hati, mencari jalan keluar, dan berdoa.

Tawakal dilakukan setelah seseorang menjalankan ikhtiar dengan sungguh-sungguh, bukan dijadikan alasan untuk meninggalkan usaha.

Sikap pasrah tanpa ikhtiar, menurut Untung, justru perlu dihindari, terutama apabila berkembang di kalangan generasi muda.

Seseorang tidak seharusnya hanya menunggu keadaan berubah dengan alasan semua telah ditentukan.

Manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan. Setelah ikhtiar dilakukan, hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

Tak Perlu Putus Asa ketika Rencana Gagal

Menurut Untung, iman kepada qada dan qadar dapat menumbuhkan kesabaran dan ketabahan ketika seseorang menghadapi musibah.

Keimanan juga dapat melahirkan kerendahan hati ketika memperoleh keberhasilan serta menjaga optimisme ketika mengalami kegagalan.

Sebab, kesulitan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan.

Seseorang mungkin mengalami kegagalan, kehilangan, maupun kenyataan yang berbeda dari rencana. Namun, hal tersebut tidak seharusnya membuatnya berhenti berusaha dan kehilangan harapan.

Pada akhirnya, menghadapi ketidakpastian bukan berarti mengetahui seluruh hal yang akan terjadi di masa depan.

Seorang Muslim dapat terus melakukan ikhtiar terbaik, berdoa, serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Dengan demikian, iman kepada takdir tidak mematikan usaha, tetapi menjadi pegangan agar manusia tetap tenang ketika hasil kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Kiai Miftah Faqih: Tambang Jadi Aset Strategis NU, Bukan Milik Pengurus
Kiai Miftah Faqih: Tambang Jadi Aset Strategis NU, Bukan Milik Pengurus
Aktual
Pleno I Muktamar ke-35 NU Sahkan Tata Tertib Persidangan, Pembahasan Pemilihan Ketum Masih Menunggu
Pleno I Muktamar ke-35 NU Sahkan Tata Tertib Persidangan, Pembahasan Pemilihan Ketum Masih Menunggu
Aktual
Cegah Pernikahan Anak, Kemenag Latih 480 Remaja Jadi Edukator Sebaya
Cegah Pernikahan Anak, Kemenag Latih 480 Remaja Jadi Edukator Sebaya
Aktual
Gus Ipul Ungkap 2 Isu Panas yang Bakal Dibahas di Muktamar Ke-35 NU
Gus Ipul Ungkap 2 Isu Panas yang Bakal Dibahas di Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, serta Adabnya
Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, serta Adabnya
Doa dan Niat
Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Menghadapinya?
Hidup Tak Selalu Sesuai Rencana, Bagaimana Islam Mengajarkan Kita Menghadapinya?
Aktual
5 Tips agar Lansia Tetap Sehat dan Bahagia Menurut Islam
5 Tips agar Lansia Tetap Sehat dan Bahagia Menurut Islam
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju Ketum PBNU: Saya Pilih Fokus Pimpin Kemenag
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Maju Ketum PBNU: Saya Pilih Fokus Pimpin Kemenag
Aktual
Puncak 100 Tahun Gontor, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Puncak 100 Tahun Gontor, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Aktual
Gus Rozin Angkat Semangat Gus Dur: NU Harus Jadi Sahabat Kritis Pemerintah
Gus Rozin Angkat Semangat Gus Dur: NU Harus Jadi Sahabat Kritis Pemerintah
Aktual
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, Arti, Urutan, dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Ta’aruf Menjaga Kesucian Menuju Pernikahan
Khutbah Jumat 28 Agustus 2026: Ta’aruf Menjaga Kesucian Menuju Pernikahan
Aktual
Khutbah Jumat Maulid Nabi, Belajar Menjadi Suami dan Orangtua dari Rasulullah
Khutbah Jumat Maulid Nabi, Belajar Menjadi Suami dan Orangtua dari Rasulullah
Aktual
Khutbah Jumat: Bahaya Rokok bagi Diri, Keluarga, dan Masa Depan
Khutbah Jumat: Bahaya Rokok bagi Diri, Keluarga, dan Masa Depan
Aktual
Dapur Muktamar NU Terus Mengepul, Ratusan Karung Beras hingga Bantuan Sapi Disiapkan
Dapur Muktamar NU Terus Mengepul, Ratusan Karung Beras hingga Bantuan Sapi Disiapkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar