Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 17:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Shalat Istisqa digelar di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026), sebagai ikhtiar masyarakat memohon turunnya hujan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Khatib Shalat Istisqa KH Ahmad Zamroni mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, menghentikan pembakaran lahan, serta memperkuat persatuan dan silaturahmi untuk menghadapi bencana kabut asap.

Baca juga: Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla

KH Ahmad Zamroni, berharap hujan segera mengguyur Kota Pontianak dan wilayah Kalimantan Barat.

Hujan diharapkan dapat membantu memadamkan titik api sekaligus mengakhiri bencana kabut asap.

Baca juga: Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla

Ia menyampaikan harapan tersebut seusai pelaksanaan Shalat Istisqa. Menurutnya, doa bersama menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Harapannya api ini padam. Terlebih lagi kegiatan hari ini kita semua berdoa dengan harapan Allah SWT memberikan berkah kepada kita, menurunkan hujan sehingga memadamkan api bencana ini segera,” ujar KH Ahmad Zamroni.

Masyarakat Diminta Hentikan Pembakaran Lahan

Selain memohon hujan, KH Ahmad Zamroni mengajak masyarakat melakukan introspeksi dan meninggalkan berbagai perbuatan yang dapat memicu bencana, termasuk praktik pembakaran lahan.

Menurutnya, pelaksanaan Shalat Istisqa perlu diikuti dengan perubahan perilaku serta kesungguhan untuk meninggalkan kesalahan yang dapat berdampak pada lingkungan dan masyarakat.

“Ini harus diikuti dengan kesungguhan niat untuk menghentikan semua perbuatan dosa dan kesalahan kita, termasuk membakar lahan"

"Itu juga bagian dari perbuatan yang mengakibatkan munculnya bencana ini,” katanya.

KH Ahmad Zamroni juga mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, bersalawat, dan melaksanakan shalat tobat sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Terus taubat kepada Allah kita lakukan. Istighfar, istighfar, istighfar. Dan satu hal yang penting, hentikan segala bentuk kesalahan. Ayo kita berhenti melakukan kesalahan dan jangan diulang lagi. Salah satunya adalah membakar lahan,” tegasnya.

Shalat Istisqa Jadi Momentum Perkuat Persatuan

KH Ahmad Zamroni menilai Shalat Istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan silaturahmi masyarakat.

Menurutnya, berkumpulnya masyarakat dalam kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Kebersamaan dan hubungan baik itu dinilai menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendatangkan rahmat Allah SWT.

“Ada kebersamaan, ada persatuan. Ada silaturahmi terjadi di tempat ini, ada komunikasi terjadi di tempat ini. Itu juga pintu-pintu mendatangkan rahmat. Silaturahmi, hubungan baik sesama itu yang mesti terus kita jaga,” pungkasnya.

Pelaksanaan Shalat Istisqa dilakukan Masjid Raya Mujahidin merupakan salah satu masjid terbesar di Kalimantan Barat dan berada di Jalan Ayani, Pontianak.

Masjid tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari Bandara Supadio dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Sementara jarak dari Masjid Raya Mujahidin menuju Terminal ALBN Ambawang sekitar 12,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 24 menit.

Shalat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama masyarakat untuk memohon hujan di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul "Salat Istisqa di Pontianak, Warga Berdoa Hujan Segera Turun Padamkan Karhutla". 

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Aktual
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Aktual
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Aktual
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Doa Harian
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
Aktual
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Doa Harian
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa dan Niat
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Aktual
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Doa dan Niat
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa dan Niat
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Aktual
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar