Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Isbiru, Shabiru, Rabithu, Ittaqullah: 4 Kunci Bangkit dari Keterpurukan

Kompas.com, 2 September 2026, 13:09 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Keterpurukan tidak semestinya membuat seseorang berhenti berusaha.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ruslan Fariadi menyebut ada empat pesan dalam QS Ali Imran ayat 200 yang dapat menjadi pedoman untuk menghadapi kondisi tersebut.

Pesan itu disampaikan Ruslan dalam khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Jumat (28/8/2026).

Ia menguraikan empat pesan tersebut melalui kata isbiru, shabiru, rabithu, dan ittaqullah.

Baca juga: 3 Pesan Al-Quran dalam Menghadapi Krisis Kemanusiaan

Menurut Ruslan, QS Ali Imran ayat 200 berkaitan dengan upaya membangun kembali kondisi terpuruk.

Meski ayat tersebut tidak secara khusus turun berkaitan dengan Perang Uhud, kandungannya memiliki keterkaitan dengan kondisi psikologis umat Islam setelah menghadapi berbagai tantangan.

“Di saat para sahabat itu terjatuh mental dan psikologisnya secara sangat terpuruk, seakan-akan susah dan sulit bangkit kembali,” ujar Ruslan.

Isbiru: Sabar dan Tetap Berikhtiar

Ruslan menjelaskan, pesan pertama dalam QS Ali Imran ayat 200 adalah isbiru yang berarti bersabar.

Menurut dia, sabar tidak berarti hanya menerima keadaan tanpa melakukan sesuatu. Kesabaran juga mencakup keuletan, ketegaran, kemampuan menghadapi persoalan, serta ikhtiar untuk mencari jalan keluar.

“Itulah makna sabar yang otentik yang diajarkan oleh Allah,” katanya.

Ruslan menilai kesabaran juga berkaitan dengan aspek spiritual dan ikhtiar. Karena itu, seseorang tidak seharusnya menjadikan sabar sebagai alasan untuk berhenti berbuat.

“Sabar tidak bermakna hanya duniawi, materialistik, tetapi kesabaran itu dikaitkan dengan makna-makna spiritual,” ujarnya.

Ia juga mengutip Syekh as-Sya‘rani yang menyebut kesabaran sebagai “imunisasi spiritual seorang muslim”.

Baca juga: 6 Nilai Al-Quran yang Bisa Jadi Pedoman Menggunakan AI

Shabiru: Aktif Mencari Solusi

Pesan kedua adalah shabiru. Ruslan menjelaskan, penambahan huruf dalam kata tersebut menunjukkan adanya dimensi interaksi.

Dengan demikian, seseorang yang menghadapi persoalan tidak hanya dituntut untuk bersabar, tetapi juga aktif mencari jalan keluar dan melibatkan orang lain ketika diperlukan.

“Maka orang dikatakan sabar bukan diam, tapi dia interaktif mencari solusi,” tegasnya.

Menurut Ruslan, kesabaran juga membutuhkan pengulangan. Seseorang tidak cukup bersabar satu kali ketika menghadapi persoalan, tetapi perlu mempertahankannya dalam berbagai keadaan, termasuk ketika menjalankan ketaatan kepada Allah.

Ia mengutip perkataan Umar bin Khattab yang membagi kesabaran menjadi dua.

Kesabaran ketika menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan merupakan kebaikan, sedangkan kesabaran dalam menjalankan ketaatan merupakan bentuk kesabaran yang lebih baik dan ideal.

“Orang ingin sukses butuh kesabaran. Orang ingin salatnya itu khusyuk, tumakninah, dan ideal, butuh juga kesabaran. Sabar tidak ada batasnya,” ujar Ruslan.

Rabithu: Bangun Komitmen dan Tekad Kuat

Pesan ketiga adalah warabithu. Ruslan memaknai istilah tersebut sebagai kegigihan, komitmen, dan tekad yang kuat.

Menurutnya, orang yang ingin bangkit dari keterpurukan membutuhkan komitmen untuk terus melakukan ikhtiar. Kegigihan diperlukan agar seseorang tidak mudah berhenti ketika hasil yang diharapkan belum tercapai.

“Warobitu komitmen. Tekad kuat dan bulat,” katanya.

Ruslan juga menekankan pentingnya motivasi internal dalam mempertahankan ikhtiar.

Menurut dia, motivasi yang berasal dari dalam diri relatif lebih bertahan dibandingkan motivasi yang hanya berasal dari faktor eksternal.

It Taqqullah: Ikhtiar dalam Bingkai Takwa

Pesan terakhir adalah ittaqullah atau bertakwa kepada Allah. Ruslan menempatkan ketakwaan sebagai bingkai bagi komitmen dan ikhtiar seseorang dalam mencapai keberhasilan.

Menurut dia, keinginan untuk mencapai kesuksesan tidak boleh membuat seseorang menghalalkan segala cara. Tujuan yang baik tetap harus ditempuh dengan cara yang benar.

“Komitmen itu, tekad yang bulat itu, ikhtiar yang kokoh dan kuat itu harus dalam bingkai takwa,” ujarnya.

Ruslan menegaskan, takwa perlu menjadi dasar dalam seluruh aktivitas kehidupan, termasuk ketika seseorang berusaha keluar dari keterpurukan.

“Takwa adalah bingkai dari seluruh aktivitas hidup kita. Takwa harus dijadikan bingkai dalam ikhtiar untuk meraih kesuksesan,” tegasnya.

Menurut Ruslan, empat pesan dalam QS Ali Imran ayat 200 tersebut menggambarkan rangkaian sikap yang diperlukan untuk bangkit dari keterpurukan, yakni kesabaran, interaksi aktif dalam mencari solusi, kegigihan, dan ketakwaan.

Keempatnya menjadi jalan yang ia kaitkan dengan pencapaian falah, yakni keberhasilan dan kebahagiaan yang sejati.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Aktual
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Aktual
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Aktual
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Doa Harian
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
Aktual
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Doa Harian
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa dan Niat
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Aktual
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Doa dan Niat
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa dan Niat
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Aktual
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar