Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Frenemy di Tempat Kerja dalam Pandangan Islam, Bolehkah Bersaing dengan Rekan?

Kompas.com, 2 September 2026, 20:42 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Istilah frenemy menggambarkan hubungan antara dua orang yang terlihat berteman, tetapi di saat yang sama memiliki persaingan atau konflik kepentingan. Hubungan seperti ini juga dapat terjadi di lingkungan kerja, ketika rekan yang sehari-hari berinteraksi harus bersaing mendapatkan posisi, apresiasi, atau peluang tertentu.

Dalam kondisi tersebut, persaingan dapat memengaruhi hubungan antarrekan kerja. Hubungan yang awalnya dekat dapat berubah ketika muncul rasa iri, prasangka, atau keinginan untuk mengungguli satu sama lain.

Islam memang tidak mengenal istilah frenemy. Namun, ajaran Islam mengatur sejumlah perilaku yang dapat muncul dalam hubungan tersebut, termasuk prasangka, mencari-cari kesalahan, menggunjing, saling membenci, dan merendahkan orang lain.

Lantas, bagaimana Islam mengatur hubungan dengan rekan kerja yang sekaligus menjadi pesaing?

Baca juga: Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup

Islam Melarang Prasangka kepada Rekan Kerja

Persaingan di tempat kerja dapat membuat seseorang mudah mencurigai tindakan rekan. Keberhasilan rekan, misalnya, dapat dipandang sebagai ancaman atau dianggap mengurangi kesempatan diri sendiri.

Islam mengingatkan agar prasangka tidak menjadi dasar dalam menilai orang lain. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 12:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Yā ayyuhalladzīna āmanujtanibū katsīram minazh-zhanni inna ba‘dhazh-zhanni itsmun, wa lā tajassasū wa lā yaghtab ba‘dhukum ba‘dhā.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.”

Ayat tersebut tidak hanya membahas prasangka, tetapi juga melarang mencari-cari kesalahan dan menggunjing. Dalam lingkungan kerja, perilaku tersebut dapat memperburuk hubungan ketika persaingan sudah muncul di antara rekan.

Persaingan Tidak Boleh Berujung Saling Menjatuhkan

Bersaing untuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh prestasi bukan berarti harus menjatuhkan rekan kerja. Batas tersebut ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muslim No. 2564.

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا ۚ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ

Lā tahāsadū wa lā tanājasyū wa lā tabāghadhū wa lā tadābarū wa kūnū ‘ibādallāhi ikhwānā. Al-muslimu akhul-muslimi lā yazlimuhu wa lā yakhdzuluhu wa lā yahqiruhu.

Artinya: “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak menghinakannya, dan tidak merendahkannya.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak boleh berkembang menjadi kedengkian, permusuhan, penghinaan, atau tindakan yang merugikan orang lain.

Dalam konteks pekerjaan, seseorang tetap dapat mengejar target dan prestasi tanpa menyebarkan informasi yang merugikan rekan, mengambil hak orang lain, atau sengaja menghambat pekerjaannya.

Islam Menekankan Hubungan yang Baik

Islam juga mengajarkan agar perselisihan antarsesama tidak berkembang menjadi permusuhan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Innamal-mu’minūna ikhwatun fa aslihū baina akhawaikum wattaqullāha la‘allakum turhamūn.

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Ayat tersebut menempatkan hubungan antarsesama Muslim dalam kerangka persaudaraan. Karena itu, perbedaan kepentingan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling merugikan.

Prinsip ini juga dapat diterapkan dalam hubungan profesional. Rekan kerja dapat menjadi pesaing dalam pencapaian tertentu, tetapi hubungan kerja tetap perlu dijaga dengan saling menghormati.

Tidak Harus Berteman Dekat dengan Semua Rekan

Menjaga hubungan baik di tempat kerja tidak berarti setiap rekan harus menjadi teman dekat. Perbedaan karakter, cara bekerja, dan kepentingan dapat membuat seseorang tidak selalu cocok dengan koleganya.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika ketidakcocokan tersebut berubah menjadi perilaku yang merugikan.

Baca juga: Generasi “Side Hustle” Saudi: Kerja Kantoran Tak Lagi Cukup, Anak Muda Kejar Passion dan Cuan Sekaligus

Seseorang dapat menjaga jarak secara profesional tanpa menggunjing rekan, mencari kesalahannya, atau menghambat pekerjaannya. Dengan begitu, batas personal tetap terjaga dan tanggung jawab profesional tetap berjalan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan pekerjaan. Pekerjaan dipandang sebagai amanah yang perlu dilakukan dengan tanggung jawab dan kejujuran.

Dengan demikian, frenemy di tempat kerja bukan sekadar persoalan kedekatan dan persaingan. Dalam perspektif Islam, hubungan tersebut tetap perlu dijalankan dengan menghindari prasangka, kedengkian, penghinaan, dan tindakan yang merugikan rekan kerja.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar