Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dam Haji Indonesia Bisa Jadi 5 Juta Kaleng Daging, Baznas Siap Salurkan untuk Stunting

Kompas.com, 3 September 2026, 14:05 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan potensi dan tata kelola pelaksanaan dam haji bagi jamaah Indonesia.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah membuka peluang pelaksanaan pemotongan dam di Tanah Air. Jika skema tersebut diperbolehkan secara syariah dan memenuhi ketentuan yang berlaku, daging dam dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pimpinan Baznas RI Bidang Koordinasi Nasional Sodik mengatakan, potensi dam dari jamaah haji Indonesia cukup besar. Karena itu, apabila memungkinkan dilaksanakan di Indonesia, manfaatnya dinilai dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kalau diperlukan, komite syariah akan kita bentuk untuk mempersiapkan pelaksanaan dam haji di Tanah Air. Dengan demikian apabila diperbolehkan melakukan pemotongan dam di Tanah Air, tentu akan sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak,” kata Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Baca juga: 75 Ribu Orang Berebut Jadi Petugas Haji 2027, yang Diterima Kurang dari 1.000 Orang

Menurut dia, daging dari dam haji dapat diarahkan untuk berbagai program sosial, salah satunya mendukung perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting.

Baznas Siap Kelola Daging Dam dari Arab Saudi

Selain opsi pemotongan dam di Indonesia, Baznas juga menyiapkan skema pemanfaatan daging dam yang diproses di Arab Saudi.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan mengatakan, daging dam yang telah diolah di Arab Saudi dapat dikirim untuk kemudian dikalengkan dan didistribusikan melalui jaringan Baznas di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia, jika skema tersebut dapat direalisasikan, jumlah daging dam yang diolah dan dikemas diperkirakan dapat mencapai 4-5 juta kaleng.

Jumlah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat, terutama korban bencana dan penerima manfaat program perbaikan gizi.

“Posisi Baznas adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban bencana maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia,” ujar Rizaludin.

Dengan skema tersebut, ibadah dam jamaah haji tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban syariah, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Menhaj: Pelaksanaan Dam Harus Perhatikan Syariah dan Regulasi

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyambut baik wacana pelaksanaan dam haji di Indonesia.

Namun, dia menegaskan bahwa rencana tersebut tetap harus memperhatikan berbagai aspek, mulai dari hukum, syariah, kesehatan hewan, regulasi, hingga fatwa yang berlaku.

Irfan mengatakan, ketentuan mengenai pelaksanaan dam perlu dikaji secara komprehensif, termasuk metodologi penetapan hukumnya.

Baca juga: Terapkan Standar Baru, Seleksi Petugas Haji 2027 Gandeng BKN dan Terapkan Segel Ruangan

Ia juga menyinggung fatwa yang saat ini menjadi salah satu rujukan terkait pelaksanaan dam. Menurutnya, fatwa dapat dikaji dan diperbarui melalui pembahasan metodologi hukum yang tepat.

“Mengenai pembayaran dam, apakah pembayaran dilakukan di Indonesia atau di Arab Saudi? Bagi mereka yang meyakini bahwa pembayaran dam boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan keyakinan yang mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air atau di Tanah Suci,” ungkap Irfan.

Pemerintah, kata dia, akan terus membuka ruang pembahasan mengenai tata kelola dam dengan tetap mempertimbangkan ketentuan fikih yang diyakini jamaah.

Dengan demikian, pilihan pelaksanaan dam di Tanah Air maupun Tanah Suci dapat disesuaikan dengan ketentuan dan keyakinan fikih masing-masing, sembari memastikan pengelolaan daging dam memberikan manfaat optimal bagi umat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar