Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Jumat: Umat Muslim Jangan Sampai Terlewat Berdoa di Waktu Ini

Kompas.com, 4 September 2026, 05:37 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Sumber NU Online

KOMPAS.com - Hari Jumat memiliki keutamaan khusus bagi umat Islam. Salah satunya adalah adanya waktu yang disebut sebagai saat ijabah, waktu ketika doa seorang Muslim memiliki keutamaan untuk dikabulkan Allah SWT.

Salah satu pendapat ulama menyebut waktu tersebut berada pada penghujung hari Jumat, yakni setelah salat Asar hingga matahari terbenam. Waktu ini dapat dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, dan selawat.

Anjuran tersebut memiliki dasar dari hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW menyebut bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu ketika seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikannya.

Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam: Arab, Latin, Arti, Adab, dan Keutamaannya

Rasulullah SAW bersabda:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

Yaumul jumu'ati itsnata 'asyarata sa'atan, laa yuujadu fiihaa 'abdun muslimun yas'alullaaha syai'an illaa aataahu iyyaahu, faltaamisuuhaa aakhira saa'atin ba'dal 'ashri

Artinya: “Pada hari Jumat terdapat dua belas jam. Tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada waktu tersebut, melainkan Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu tersebut pada satu jam terakhir setelah Asar (HR. Abu Dawud No. 1048). 

Waktu Ijabah Setelah Asar

Waktu ijabah pada hari Jumat menjadi pembahasan di kalangan ulama. Salah satu pendapat yang didasarkan pada hadis di atas menyebut waktu tersebut berada pada satu jam terakhir setelah Asar.

Namun, pendapat ini bukan satu-satunya. Terdapat pula riwayat yang menyebut waktu ijabah berada ketika imam duduk di mimbar hingga salat Jumat selesai.

Dikutip dari NU ONline, bahwa kedua pendapat tersebut memiliki dasar hadis masing-masing. Karena itu, umat Islam tidak perlu membatasi waktu berdoa hanya pada penghujung hari Jumat.

Meski demikian, waktu setelah Asar hingga Magrib dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa. Seorang Muslim dapat menyampaikan berbagai permohonan kepada Allah SWT, baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat.

Tidak ada satu bacaan doa yang secara khusus diwajibkan untuk dibaca setelah Asar pada hari Jumat. Doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis dapat dibaca sebagai bagian dari ibadah dan permohonan kepada Allah SWT.

Baca juga: Doa Sujud Tilawah: Arab, Latin, Arti, Niat, dan Tata Caranya

Bacaan Doa Setelah Ashar

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan ketika memanfaatkan waktu setelah Asar pada hari Jumat.

1. Doa kebaikan dunia dan akhirat

Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa yang terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 201: 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban-naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa ini mencakup permohonan kebaikan dalam kehidupan dunia sekaligus keselamatan di akhirat. Karena itu, doa tersebut dapat menjadi salah satu bacaan ketika seorang Muslim memperbanyak doa.

2. Doa Memohon Keteguhan Hati

Seorang Muslim juga dapat memohon agar hatinya tetap teguh dalam menjalankan agama.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Yaa muqallibal-quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika

Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. (HR. Tirmidzi)

Doa tersebut diriwayatkan dari Ummu Salamah dan termasuk doa yang sering dibaca Rasulullah SAW. Riwayat ini menunjukkan pentingnya memohon kepada Allah SWT agar diberikan keteguhan hati dalam menjalankan agama.

3. Doa Memohon Ilmu dan Rezeki yang Baik

Ada pula doa yang berisi permohonan agar diberikan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima Allah SWT.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as'aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima (HR. Ibnu Majah)

Doa ini memang tidak secara khusus diajarkan untuk dibaca setelah Asar atau pada hari Jumat. Dalam hadis, doa tersebut diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW setelah salat Subuh. Namun, kandungannya merupakan permohonan kebaikan sehingga dapat dibaca kapan saja.

Perbanyak Doa hingga Magrib

Setelah salat Asar pada hari Jumat, umat Islam dapat memanfaatkan waktu hingga Magrib dengan memperbanyak doa. Tidak harus menggunakan doa tertentu, seorang Muslim juga dapat menyampaikan permohonan secara pribadi kepada Allah SWT.

Permohonan tersebut dapat berupa ampunan atas dosa, kesehatan, kemudahan dalam menjalani kehidupan, ilmu yang bermanfaat, rezeki, kebaikan untuk keluarga, maupun keselamatan di dunia dan akhirat.

Selain doa, waktu tersebut dapat diisi dengan memperbanyak zikir dan selawat. Dengan begitu, penghujung hari Jumat tidak hanya dilewati sebagai waktu biasa, tetapi menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Perlu dipahami, istilah waktu mustajab tidak berarti setiap doa pasti dikabulkan dalam bentuk dan waktu yang persis sesuai dengan permintaan seorang hamba. Seorang Muslim tetap dianjurkan berdoa dengan penuh keyakinan dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Adanya perbedaan pendapat mengenai waktu ijabah juga menunjukkan bahwa umat Islam memiliki beberapa kesempatan untuk memperbanyak doa pada hari Jumat. Salah satunya adalah waktu setelah Asar hingga menjelang Magrib yang memiliki dasar hadis untuk dicari sebagai waktu ijabah.

Karena itu, jangan sampai penghujung hari Jumat dilewatkan begitu saja. Waktu setelah Asar dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, membaca ayat-ayat Al-Qur'an, berzikir, berselawat, dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.

Bukan hanya berharap permohonan dikabulkan, berdoa juga menjadi bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar